Hebat! Berikut 3 Sektor Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Aceh – Banda Aceh

Banda Aceh merupakan kota yang dibangun oleh seorang Sultan bernama Johan Syah. Dalam sejarahnya, kota Aceh memiliki peran yang sangat penting dalam masuk dan menyebarnya agama Islam di Negeri Nusantara. Tak heran apabila sampai sekarang Aceh masih kukuh mempertahankan syariat-syariat Islam dalam peraturan berkehidupan sehari-hari.

Serambi (Sieramo) Mekkah menjadi julukan kota Aceh yang eksistensinya tak lekang oleh waktu. Hal ini dapat terjadi karena ketika pada masa pemerintahan Iskandar Muda, Aceh mengalami kemajuan yang sangat pesat di segala bidang baik bidang ekonomi, politik, agama, hingga sosialnya.

Pada saat itu Aceh menjadi salah satu bandar transisto terbesar di daerah Selat Malaka. Maka dari itu banyak sekali pedagang dari manca negara seperti India, Arab, Pakistan hingga China datang silih berganti.

Selain itu juga karena ada culture yang berkembang di masyarakat yang mengatakan bahwa sebelum menunaikan Haji, Aceh menjadi tempat singgah sebelum pergi ke Arab. Oleh karena itu Aceh disebut sebagai Serambi Mekkah.

Ada salah satu mitos menarik yang berkembang di masyarakat mengenai hubungan Aceh dengan Mekkah yaitu mengenai Gua Tujuh. Sebagian masyarakat Aceh percaya bahwa Gua Tujuh tersebut dapat menembus ke Mekkah.

Tuntas menyinggung mengenai sejarah dan religi, sekarang kita beralih ke bidang ekonomi. Sejak dahulu kala Aceh gentar bergerak di bidang perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri. Rempah-rempah menjadi komoditi unggulan yang dipegang oleh Aceh.

Lalu bagaimana dengan zaman sekarang? Apakah masih erat kaitannya dengan kejayaan ekonomi zaman dahulu? Mari kita simak hal di bawah ini.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Aceh- Banda Aceh

Ekonomi menjadi hal yang sangat penting bagi tolak ukur kemajuan dan kemakmuran perekonomian suatu negara, begitu pula negara Indonesia.

Walaupun Indonesia bukan termasuk ke dalam salah satu negara maju, akan tetapi Indonesia sudah sering melakukan ekspor di berbagai bidang. Untuk zaman dahulu mungkin ekspor lebih ditekankan ke rempah-rempah, akan tetapi sekarang sudah merambah ke berbagai bidang.

Seperti bidang pertambangan, industri, perkebunan, hingga kerajinan. Banda Aceh menjadi salah satu kota di Indonesia yang telah melakukan ekspor di berbagai bidang. Adanya kepercayaan diri melakukan ekspor ini menandakan bahwa peluang usaha bagi masyarakat  juga memiliki peluang yang besar.

Berikut 3 sektor peluang usaha dan potensi ekspor Aceh-Banda Aceh:

  1. Sektor Kelautan

70% kawasan di Indonesia merupakan kawasan perairan, jadi Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Oleh karena itu hasil alam dari laut Indonesia sangatlah melimpah.

Aceh sebagai kota yang terletak di barat Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari juga sangat bergantung pada laut. Menurut penuturan Menteri KKP Edhy Prabowo mengatakan bahwa Aceh memiliki potensi yang sangat besar di bidang kelautan dan perikanan untuk diekspor.

Pelabuhan di Banda Aceh memiliki peran penting dalam hal pendistribusian ekspor. Komoditi yang memiliki potensi ekspor yang besar adalah ikan tuna, udang hingga tongkol. Dalam setahun penangkapan ikan tuna mencapai 2.459 ton tiap tahunnya.

Hingga saat ini eksistensi lobster di kancah dunia semakin meningkat.

Peluang usaha yang dapat terbuka disini mulai dari yang terbawah yaitu usaha kecil hingga besar. Mulai dari perencanaan, penangkapan, pembuatan, pengiriman hingga pembayaran.

  1. Sektor Pertambangan

Sektor pertambangan menjadi sektor unggulan Indonesia termasuk Banda Aceh. Sektor pertambangan yang dapat menjadi peluang usaha dan berpotensi untuk diekspor adalah batu bara.

Batu bara menjadi salah satu aspek penyumbang terbesar bagi daerah Aceh dengan nilai jual hingga belasan juta dollar AS menurut catatan pada tahun 2018. Angka ini nantinya akan terus meningkat jika para investor tertarik untuk berinvestasi.

Hal ini dapat membantu segala aspek kalangan masyarakat mulai dari pedagang kecil penyedia makanan bagi penambang kecil maupun besarr, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pajak perusahaan.

Pertambangan di Aceh secara langsung telah menggerakkan perekonomian dengan berkontribusi dalam pembangunan daerah di Banda Aceh.

Hingga saat ini jumlah tambang yang masih tersdia di bumi Aceh masih ratusan juta ton. Akan tetapi semakin ke sini isu permasalahan lingkungan semakin berkembang juga.

Potensi Ekspor Aceh

  1. Sektor Perkebunan

Tanah Aceh memang memiliki intensitas kesuburan yang sangat tinggi, maka dari itu segala jenis tanaman yang memiliki potensi ekspor tumbuh dengan mudah dan subur. Berikut komoditi tanaman dari Aceh:

  • Kelapa sawit

Kelapa sawit memiliki cakupan yang sangat luas dalam produksi. Menurut survei, nilai jual kelapa sawit lebih menjanjikan daripada kelapa jika diolah berkelanjutan.

  • Pala

Komoditas pala di Aceh memiliki eksistensi dan kualitas nomor 1. Kegunaan biji pala sangat beragam mulai dari bahan dasar pembuatan minyak dan rempah-rempah. Hasil dari olahan inilah yang diekspor keluar negeri.

  • Nilam

Tak hanya pala, nilam juga digunakan untuk bahan dasar pembuatan minyak dengan nilai jual hingga jutaan rupiah per-kilogramnya.

  • Kopi

Kualitas kopi di Aceh menempati peringkat pertama di Indonesia. Kualitas ini didukung oleh rasa dan aroma yang sangat bagus. Mulai dari kopi robusta, luwak, hingga arabika sudah diproduksi dan diekspor secara masif.

Jika kopi diolah lagi menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi akan menambah nilai jual di kalangan pasar. Cakupan ekspor sudah sampai di manca negara yaitu Taiwan, Jepang, Malaysia, hingga Jerman bahkan Amerika Serikat.

Peluang usaha dan potensi ekspor Aceh- Banda Aceh apabila diolah secara berkelanjutan akan menguntungkan pihak dalam negeri.

Bagaimana Mengembangkan Potensi Ekspor di Aceh?

Seluruh lapisan masyarakat di Indonesia khususnya Aceh harus saling bahu membahu untuk mengelola komoditi lokal agar menjadi komoditi ekspor yang memiliki nilai jual yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas komoditi lokal untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat setempat. Kemudian jika sudah dalam taraf aman dan mandiri baru melakukan kegiatan ekspor.
  • Jangan menjual produk dalam tahap primer, dalam artian bahwa jangan menjual secara mentahan. Harus diolah dahulu agar memiliki nilai jual yang tinggi di pasar Internasional.
  • Pemerintah setempat harus membuat kebijakan sebaik mungkin untuk merapikan sistem produksi, distribusi hingga konsumsi.
  • Memperbaiki dan merawat segala sarana dan pra-sarana yang berkaitan dengan pengembangan komoditi agar didapatkan hasil yang unggul dan terbaik sehingga komoditi layak untuk diekspor.

Manfaat yang Didapat Ketika Mengekspor Komoditi Lokal

  • Menambah kas negara.
  • Pembangunan sarana dan pra-sarana semakin berkembang.
  • Kesejahteraan masyarakat Aceh semakin meningkat juga. Hal ini diakibatkan oleh pemberdayaan ketenaga-kerjaan masyarakat setempat yang dilakukan oleh perusahaan atau aspek yang bersangkutan sehingga dapat menambah lapangan pekerjaan.
  • Produk lokal semakin berkualitas dimata dunia.
  • Dengan adanya sistem bea keluar, pergerakan komoditi dalam negeri menjadi lebih stabil.

Peluang usaha dan potensi ekspor Aceh- Banda Aceh harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Dengan adanya ekspor ini membuktikan bahwa kita bangsa Indonesia memiliki kemandirian bahan dan pangan. Jangan sampai komoditi kita diambil dan diolah oleh perusahaan asing dengan cuma-cuma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *