Pasar Perdana dan Pasar Sekunder di Bursa Saham

Pada dasarnya mempelajari istilah Pasar Perdana dan Pasar Sekunder di Bursa Saham adalah hal yang mudah. Meskipun hal ini asing bagi pemula, namun sejatinya istilah ini adalah sebuah istilah umum yang nantinya akan terbiasa dipakai oleh pegiat dalam dunia saham.

Investasi adalah sesuatu yang dianggap elit tapi sebenarnya pekerjaan ini sangat mudah dipahami secara teori. Banyak yang enggan mendalami dunia investasi dikarenakan istilah- istilah yang ilmiah di dalamnya. Padahal sebenarnya aktivitas investasi tersebut sering kita lakukan atau kita temui dalam aktivitas sehari hari.

Pasar Perdana dan Pasar Sekunder akan selalu berkaitan dengan investasi. Terlebih oleh perusahaan- perusahaan yang baru melakukan go public atau baru melakukan transaksi di dunia saham kepada masyarakat. Oleh karena itu kegiatan pasar perdana dan pasar sekunder sering dijadikan patokan kesuksesan awal dari perusahaan dan investor.

Mempelajari Fungsi Pasar Perdana dan Pasar Sekunder di Bursa Saham

Pasar modal merupakan sebuah wadah sangat penting yang menyangkut tonggak perekonomian di sebuah negara khususnya di Indonesia. Dalam pasar modal sebuah perusahaan atau individu dapat bernegosiasi untuk mencapai keuntungan berjangka, yang tentunya akan bermanfaat bagi negara.

Dalam pasar modal tentu sudah pasti akan selalu berkaitan dengan semua instrumen permodalan. Contohnya obligasi, reksa dana, surat berharga dan intrumen lainnya. Semua itu adalah salah satu bagian dari kegiatan dari istilah pasar perdana dan pasar sekunder.

Sebagai sebuah pasar modal maka tentu memiliki fungsi yang lebih daripada sekedar kegiatan jual dan beli saja. Fungsi tersebut akan berbanding lurus dengan kegiatan pasar perdana dan pasar sekunder itu sendiri.

Berikut fungsi yang harus dipahami:

  • Fungsi Membangun Kegiatan Ekonomi

Sejatinya pasar modal merupakan kegiatan yang di dalamnya terdapat beberapa pihak, contohnya produsen dengan konsumen. Baik produsen dengan produsen atau konsumen dengan konsumen. Tentunya semua kegiatan tersebut akan dilandasi oleh kebutuhan yang melibatkan transaksi besar, sedang sampai kecil.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan ekonomi yang tentunya sangat berpengaruh pula bagi negara. Setiap transaksi tentu memiliki lisensi yang disetujui badan resmi negara. Maka dapat dipastikan, negara akan ikut andil besar dalam memegang jalur perekonomiannya.

  • Fungsi dalam Keuangan

Sesuatu yang berhubungan dengan pasar modal tentunya akan berkaitan dengan keuntungan yang akan berpengaruh dengan setiap jenis investasi yang dilakukan. Peran dari kegiatan ini tentu adalah kesempatan untuk mendapatkan imbalan dari hasil modal yang telah dikeluarkan.

Mengenal Pasar Primer Atau Pasar Perdana

Instrumen utama dalam Pasar Perdana yaitu surat berharga. Sehingga pasar primer atau pasar perdana ini merupakan suatu kegiatan pertama kali dari setiap perusahaan yang melakukan transaksi dari surat- surat berhaga tersebut.

Mungkin tidak jarang yang menggunakan istilah ekonomi ini sebagai transaksi tangan pertama kepada tangan kedua. Sehingga istilah dalam kegiatan pasar modal bagi perusahaan yang pertamakali melakukan transaksi tersebut disebut pasar primer.

Tentu saja perusahaan atau emiten yang melakukan go public ini harus melalui izin atau pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. Kegiatan tersebut bisa saja disebut dengan istilah Initial Public Offering atau IPO. Tentunya Bursa Efek Indonesia sebagai lembaga yang menjadi fasilitator dari kegiatan pasar perdana itu sendiri.

Periode pasar perdana ini pada umumnya tidak memiliki waktu yang panjang. Sekitar satu sampai dua minggu adalah waktu efektif yang dilakukan dalam transaksi tersebut. Masyarakat atau investor memperoleh semua instrumen pasar modal seperti saham, obligasi dan lainnya tentu dari perusahaan efek yang menjamin perusahaan emiten yang telah go public.

Mengenal Pasar Sekunder

Sedangkan Pasar Sekunder merupakan kontinuitas daripada Pasar Perdana. Yaitu pasar di mana efek-efek yang telah tercatat di Bursa Efek dapat diperjual-belikan. Di pasar sekunder para investor berkesempatan untuk dapat membeli ataupun menjual efek-efek tersebut, setelah sebelumnya dilakukan penawaran di pasar perdana.

Nah, di pasar sukender suatu transaksi pembelian dan penjualan efek tidak lagi dilakukan antara seorang investor dan suatu perusahaan. Melainkan transaksi di dalamnya dilakukan antara seorang investor satu dengan investor yang lainnya.

Jika suatu saham tercatat di bursa saham, saham tersebut dapat dengan bebas diperjual-belikan oleh publik. Misalnya seorang investor telah memiliki saham yang dihasikan dari transaksi di pasar perdana, investor tersebut umumnya dapat menjual kembali sahamnya di pasar sekunder. Tujuannya sudah pasti untuk mendapatkan capital gain atau keuntungan.

Jika di pasar perdana harga sahamnya cenderung tetap, di pasar sekunder justru harga sahamnya kerapkali mengalami fluktuasi. Biasanya hal ini terjadi dikarenakan banyaknya permintaan ataupun penawaran berdasarkan saham tersebut. Umumnya penawaran dan permintaan atas saham tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.

Faktor yang mempengaruhinya dapat bersifat spesifik atas saham tersebut atau karena faktor yang sifatnya makro. Misalnya; tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar serta faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi politik, sosial dan lain sebagainya.

Sedangkan fluktuasi harga saham dinilai berbanding lurus seraya kinerja fundamental suatu perusahaan. Sehingga transaksi yang ada di pasar sekunder, dana yang dihasilkan dari jual beli investor tidak akan masuk ke perusahaan yang telah mengeluarkan efek tersebut. Tapi dana tersebut nantinya langsung berpindah tangan, dari investor satu ke investor yang lainnya.

Nah, bertransaksi di pasar sekunder seorang investor dapat dikenakan biaya transaksi yang disebut sebagai komisi oleh pialang. Komisi dari hasil transaksi tersebut akan dikenakan PPN sekitar 10% dari nilai transaksi yang dilakukan oleh investor. Khususnya pada transaksi penjualan saham, investor dapat dikenakan pajak transaksi sekitar 0,1% saja.

5 Perbedaan Pasar Perdana dan Pasar Sekunder​

Secara garis berar kedua jenis pasar ini memanglah berbeda. Maka, sebagai orang yang berkecimpung di dalam pasar modal atau bursa saham ini, sudah sepatutnya kita mengetahui perbedaan paling menonjol dari kedua pasar ini.

Berikut beberapa poin utama yang membedakan antara Pasar Perdana dan Pasar Sekunder:

  • Pasar Perdana
  1. Harga saham cenderung tetap.
  2. Tidak adanya bonus atau komisi, karena transaksi perdana.
  3. Di buka untuk kegiatan transaksi pembelian suatu saham.
  4. Pemesanan suatu saham dapat dilakukan melalui perantara atau agen penjual.
  5. Memiliki jangka waktu penjualan secara terbatas.
  • Pasar Sekunder
  1. Harga saham cenderung naik dan turun, sesuai dengan adanya permintaan atau penawaran.
  2. Terdapat bonus atau komisi.
  3. Terdapat pembelian dan juga penjualan suatu saham.
  4. Pembelian atau pemesanan suatu saham dapat dilakukan melaui seorang Broker atau Pialang.
  5. Memiliki jangka waktu penjualan yang tidak terbatas.
Mendalami Bursa Saham Secara Efisien

Demikianlah sedikitnya pembahasan mengenai Pasar Perdana dan Pasar Sekunder di Bursa Saham, yang wajib diketahui oleh setiap orang yang berkecimpung di dalamnya. Tentunya bertransaksi di pasar perdana maupun pasar sekunder, memiliki risikonya masing-masing. Meski begitu, pasar sekunder kerapkali dipilih karena terbilang lebih menjanjikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *