Pahami Berbagai Macam Strategi Trading Berikut Ini

Bagi kalian yang masih pemula dan ingin sukses dalam trading saham, tentu harus memiliki strategi trading yang tepat. Apabila tidak, maka kalian akan merasa kesulitan untuk memiliki keunggulan dengan para trader yang lain. Ada berbagai macam strategi trading yang dapat digunakan untuk menentukan waktu yang tepat guna membeli atau menjual saham.

Untuk menjadi seorang trader saham yang profitable, tak harus membuat strategi yang terlalu rumit. Bahkan bagi para pemula yang masih belajar pun dapat memperoleh profit apabila strategi trading saham yang digunakan simple serta mudah untuk dipahami.

Oleh karena itu kami akan membahas tentang macam-macam strategi trading yang umum digunakan. Kira-kira apa saja ya itu? Yuk, kita simak infonya bersama-sama berdasarkan ulasan di bawah ini ya!

Berbagai macam strategi trading

Perlu kamu ketahui, seorang trader harus terus berinovasi serta meningkatkan sekaligus menyusun strategi baru yang bertujuan untuk menafsirkan pergerakan pasar modal. Adapun macam-macam strategi trading tersebut antara lain yaitu:

  1. Breakout trendline

Strategi yang pertama akan kita bahas adalah breakout trendline. Strategi ini tepat digunakan apabila keadaan pasar sedang trending. Disini yang dimaksud dengan trendline yaitu garis vertical yang bertindak sebagai support ketika harga mengalami kenaikan ataupun bisa menjadi resistance ketika harga pasar sendang mengalami penurunan.

Dalam hal ini breakout akan terjadi saat harga pasar tiba-tiba menembus trendline serta berganti arah. Dan apabila garis trendline itu dapat teruji dengan kuat, maka yang terjadi sinyal breakout dapat menjadi awal dari pembalikan harga.

  1. Sideways trading

Pengertian dari strategi siteways trading adalah situasi dimana harga sedang bergerak dengan stabil serta cenderung mendatar. Artinya harga tidak menanjak seperti dalam bullish trend ataupun menurun seperti dijunjukkan pada bearish trend.

Pergerakan naik dan turunnya harga saham ini memang cukup sering terjadi, namun tidak begitu banyak trader yang bias mengambil celah untuk memanfaatkan hal itu karena dinilai masih kurang potensial. Padahal apabila trader mengetahui tekniknya, maka untuk mendapatkan profit pun akan lebih mudah didapatkan.

  1. Swing trading

Strategi swing trading merupakan strategi trading untuk jangka menengah. Bisanya posisi trading akan sering kali ditahan selama kurang lebih dalam waktu satu hari atau bahkan hingga satu minggu. Mengapa demikian?

Dalam hal ini seorang trader akan mencari peluang trading pada posisi swing high atau swing low selama periode tertentu. Dan strategi ini juga mampu digunakan untuk menyaring beberapa “noise” pada pergerakan harga. Hal ini tentu mnejadikan strategi swing trading adalah sebuah pilihan yang tepat terutama bagi para tarder yang masih pemula.

  1. Position trading

Strategi trading selanjutnya yaitu position trading. Definisi dari position trading adalah strategi trading yang digunakan untuk jangka waktu yang panjang. Jenis strategi yang satu ini dapat berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu atau bahkan terkadang malah lebih lama hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Trader yang akan memakai strategi ini biasanya mengandalkan 2 analisis yaitu analisis teknis dan analisis fundamental. Perlu diingat jika jenis trading ini kemungkinan akan membutuhkan tingkat kesabaran yang lebih tinggi bagi para trader.

  1. Range trading

Strategi range trading adalah sebuah strategi yang lebih popular berdasarkan pada suatu gagasan bahwa harga sering dapat untuk bertahan dalam kisaran yang dapat diprediksi dalam jangka waktu tertentu saja. Strategi ini akan bekerja dengan maksimal khususnya pada pasar sideways.

Seorang trader akan bergantung pada kemampuan untuk sering membeli dan menjual pada posisi tertinggi ataupun posisi terendah resistance serta support yang dapat diprediksi. Dan hal ini juga dapat dilakukan secara berulang-ulang selama kurun waktu satu atau lebih dalam sesi trading.

  1. Pullback trading

Strategi pullback trading juga sering disebut sebagai strategi retracement trading. Strategi ini didasarkan pada sebuah gagasan bahwa harga tidak akan pernah bergerak dalam posisi sat ugaris lurus secara sempurna.

Karena biasanya harga akan membuat semacam jeda di tengah  trend yang tentu lebih besar. Pada trend ini akan menunggu harga untuk “retrace” sebelum dilanjutkan ke dalam trend sebelumnya.

  1. Reserval trading

Masih membahas mengenai strategi trading, perlu kalian ketahui jika dalam strategi reserval trading ini seorang trader berusaha untuk mengantisipasi pembalikan dalam trend harga. Perlu kalian ketahui jika strategi ini juga dianggap sebagai strategi yang lebih sulit serta beresiko lho!

Jadi kalian harus lebih berhati-hati apabila hendak menggunakan strategi yang satu ini. Mengapa demikian? Sebab pembalikan harga yang benar bias saja malah menjadi sulit dikenali. Akan tetapi trader bias mendapatkan profit yang lebih besar apabila mereka bias memprediksi pembalikan harga yang benar pula.

  1. Contrarian trading

Seperti namanya jika strategi contrarian trading cenderung akan melawan tren pasar yang sedang berlaku. Maka biasanya seorang trader contrariar akan melakukan tindakan kebalikan dari kebanyakan trader lainnya. Mereka akan bertaruh melawan kerumunan yang ada untuk mendapatka profit darinya.

Mereka akan membeli saat harga berkinerja buruk, kemudian akan menunggu sampai kinerja mereka kembali membaik. Selain itu mereka juga akan menjual Ketika harga terlalu tinggi dan kemudian akan menuai keuntungan saat terjadi koreksi. Strategi ini dinggap mempunyai resiko yang sangat tinggi.

  1. Carry trade

Strategi carry trade berusaha untuk mendapatkan profit dengan memanfaatkan perbedaan suku bunga antar negara. Dalam hal ini mata uang yang dibeli serta ditahan dalam waktu semalam akan menghasilkan bunga bank di negara yang mata uangnya tersebut dibeli.

Para trader dapat mencari mata uang suatu negara dengan menggunakan suku bunga yang rendah. Tujuannya adalah untuk membeli mata uang suatu negara yang kemudian membayar suku bunga tinggi, sehingga hal itu akan menguntungkan dari selisih perbedaannya.

  1. Scalping

Strategi trading yang terakhir kita bahas yaitu scalping. Untuk strategi trading yang satu ini, para trader akan membuka banyak posisi trading dan mencoba mendapatkan untung yang kecil dari setiap trading.

Scalping merupakan salah satu strategi trading yang paling cepat dibandingkan yang lain. Dalam strategi ini berusaha untuk mempertahankan posisi mereka untuk waktu yang lebih singkat, sehingga hal itu akan menguragi terjadinya resiko.

Penutup

Well, demikian permbahasan kita mengenai berbagai macam strategi trading. Perlu kalian ketahui jika tidak ada strategi akan menjamil keberhasilannya sepanjang waktu. Oleh sebab itu para trader sebaiknya memilih satu strategi trading yang sesuai dengan kebutuhan serta kepribadian kalian masing-masing.

Ingat jangan hanya karena mengikuti para trader lainnya saja. Selain itu kalian juga dapat menggabungkan versi varian dari strategi yang telah kami paparkan di atas.

Terimakasih telah menyimak artikel ini hingga akhir. Semoga memberikan manfaat untuk kalian terutama bagi para trader pemula. Sampai jumpa lagi pada pembahsaan yang lainnya ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *