Cyber Crime, Pahami Modus Kejahatan Elektronik di Transaksi Efek

Pahami modus kejahatan elektronik di transaksi efek penting untuk dilakukan bagi semua yang melakukan transaksi perdagangan saham. Dengan perkembangan teknologi masa kini, semua transaksi perbankan sudah dipermudah dengan menggunakan sistem elektronik. Termasuk juga transaksi efek sudah merambah dunia digital.

Berbagai kejahatan dunia maya seperti penipuan melalui telepon, SMS, pengiriman pesan berhadiah dan penipuan sangat marak terjadi belakangan ini. Sudah banyak orang yang menjadi korban dari kejahatan ini. Begitupun dengan dunia saham, juga tidak dapat lepas dari cyber crime.

Saat ini apabila Anda ingin memiliki rekening saham, dapat membuka langsung menggunakan sistem online termasuk melakukan transaksi, investasi, dan monitoring. Maka dari itulah kejahatan di dunia maya (cyber crime) sangat rentan terjadi. Kejahatan tersebut dapat merugikan nasabah dan perusahaan sekuritas dalam hubungannya dengan transaksi efek.

Di Indonesia sendiri, undang-undang tentang kejahatan dunia maya masih baru diterapkan dan memerlukan beberapa pengujian hingga dapat menjerat pelaku kejahatan. Untuk menangkap pelakunya saja masih sangat sulit dilacak karena teknologi yang masih terbatas.

Pahami Modus Kejahatan Elektronik di Transaksi Efek

Ada beberapa modus kejahatan yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab dalam hubungannya dengan transaksi efek. Anda sebagai orang yang berkecimpung di bidang perdagangan saham harus mengetahui bentuk-bentuk transaksi apa saja yang berpotensi merugikan.

  1. Meminta sejumlah uang

Modus kejahatan ini dapat menggunakan media online misalnya telepon, SMS atau pesan singkat lainnya yang meminta nasabah untuk menyetorkan sejumlah uang ke rekening tertentu. Perlu diingat bahwa dalam bertransaksi melalui saham, pengiriman dana hanya melalui sistem transfer bank resmi dalam rekening efek.

Bisa saja Anda dituntut untuk mengirimkan sejumlah uang kepada rekening deposit tertentu yang bahkan namanya tidak Anda kenal. Maka dari itu Anda harus sangat waspada, tidak panik, dan memastikan kebenarannya terlebih dahulu apabila hal ini terjadi. Jangan sekali-kali menyetorkan sejumlah uang kepada orang yang tidak dikenal.

  1. Memancing nasabah dengan promo

Saat ini banyak sekali promo-promo yang bertebaran di dunia maya. Dan memang sebagian besar masyarakat memanfaatkan momen promo untuk dapat membeli barang yang diinginkan dengan harga yang lebih murah. Begitu juga dengan saham, para penipu sering mengeluarkan promosi palsu untuk dapat mengelabuhi calon korbannya. Biasanya mereka dapat mengirimkan materi promosi melalui email, telepon, pesan singkat, dan yang lainnya.

Anda harus dapat mengenali mana promo yang benar dan mana yang palsu. Apabila Anda tidak yakin terhadap promosi yang diberikan, maka Anda dapat menghubungi kontak resmi dari perusahaan yang memberikan promosi. Anda dapat mengkonfirmasi tentang kebenaran berita tersebut dan kesesuaiannya dengan kenyataan.

  1. Meminta data pribadi

Ada modus kejahatan dunia maya yang meminta Anda menyetorkan data pribadi kepada oknum tertentu. Data yang diminta seperti nomor identitas, nomor PIN, password, dan data-data yang seharusnya rahasia si pemilik akun. Anda jangan sampai terpancing untuk memberikan data yang diminta karena mereka bisa menggunakannya untuk melakukan kejahatan di dunia maya.

Jangan sekali-kali memberikan data apapun yang berhubungan dengan perbankan dan investasi Anda karena dapat disalahgunakan oleh orang tertentu. Maka dari itu apabila Anda tidak yakin dengan transaksi yang dilakukan, maka ada baiknya menghubungi pihak resmi yang berwenang menangani hal tersebut. Jangan sampai transaksi saham Anda gagal karena data pribadi yang bocor.

  1. Mempengaruhi nasabah

Kejahatan ini sering juga disebut dengan spamming. Biasanya modus pelaku kejahatan adalah dengan menghubungi targetnya melakukan pembicaraan persuasif tertentu agar nasabah mau melakukan sesuai dengan yang diinginkan si pelaku. Jika Anda menerima panggilan dari orang yang tidak diketahui nomornya dan berbicara menawarkan produk saham, meminta membeli saham tertentu, Anda patut mencurigai bahwa hal tersebut adalah kejahatan siber.

Jika hal ini terjadi, Anda dapat melaporkan ke patrol siber. Nomor pelaku yang menghubungi Anda juga dapat langsung di blokir oleh penyedia layanan sehingga tidak dapat beroperasi kembali. Meski begitu undang-undang dan hukum tentang kejahatan siber di Indonesia masih sangat minim. Bahkan kejahatan tersebut dianggap biasa karena sangat sulit dilacak keberadaannya. Tidak jarang apabila seseorang terkena masalah penipuan di dunia maya, akan sangat sulit untuk mengembalikan aset mereka yang tertipu.

  1. Meretas alat komunikasi nasabah

Hal ini sebetulnya tidak diizinkan oleh pemerintah. Peretasan hanya dapat dilakukan oleh lembaga tertentu untuk keperluan penyelidikan sehingga tidak bisa sembarang orang mendapatkan kemewahan ini. Akan tetapi dengan canggihnya teknologi para hacker bertebaran di dunia maya untuk dapat meretas akun atau alat komunikasi milik nasabah.

Mereka dapat bertransaksi menggunakan data nasabah, meretas melalui jaringan internet sehingga mendapatkan data pribadi Anda. Untuk itu pengamanan akun pribadi dan perbankan di dunia maya sangat diperlukan untuk melindungi data Anda dari incaran para hacker.

  1. Memalsukan identitas

Teknik pemalsukan identitas dilakukan oleh pelaku kejahatan seperti mengatasnamakan grup tertentu atau menggunakan nama perusahaan sekuritas tertentu untuk mendapatkan simpati dari nasabahnya.

Tujuannya pun beragam seperti ingin mengambil data pribadi, melakukan penipuan, dan berbagai modus lainnya untuk dapat melancarkan aksi kejahatannya. Sebenarnya kejahatan elektronik dapat diminimalisir dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang baik akan transaksi dunia maya. Dengan hal tersebut niscaya Anda tidak akan menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan transaksi saham.

Hal Yang Dapat Dilakukan Untuk Meminimalisir Kejahatan Elektronik di Transaksi Efek

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan diatas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kejahatan elektronik yaitu:

  • Menyaring informasi yang ditemui

Penting untuk menyaring informasi apapun yang Anda dapatkan baik melalui telepon, SMS, dan berbagai pesan singkat lainnya. Jangan mudah tergiur dan terpancing dengan promosinya.

  • Tidak membagikan data pribadi kepada siapapun

Jangan sekali-kali membagikan data pribadi Anda kepada siapapun, bahkan orang terdekat Anda. Sesungguhnya data pribadi dalam bidang perbankan merupakan data yang sangat rahasia sehingga tidak berhak diketahui oleh orang lain.

  • Memperkuat sistem keamanan akun

Saat ini banyak pilihan untuk memperkuat akun dunia maya seperti password, PIN, dan lain sebaginya. Hal ini juga tidak boleh diketahui oleh orang lain kecuali pemilik akun itu sendiri. Sebaiknya jangan menggunakan PIN yang mudah diketahui seperti tanggal lahir. Hal ini akan sangat berbahaya untuk data Anda.

  • Jangan mengakses data perbankan dengan menggunakan jaringan umum

Misalnya jangan mengakses data saham Anda secara online melalui internet di warnet atau WiFi yang bersifat publik. Data transaksi Anda akan terekam di internet server sehingga sangat mudah dilacak oleh semua orang. Apabila ingin mengakses data perbankan sebaiknya gunakan internet yang aman dan milik pribadi.

Pahami modus kejahatan elektronik di transaksi efek agar Anda tidak menjadi korban dan mengalami kerugian. Sebagai nasabah dan pengguna perangkat elektronik juga internet pada masa sekarang ini, Anda harus cerdas dalam bertransaksi sehingga terhindar dari kejahatan dunia maya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *