Mengenal ‘Opportunity Cost’ Dalam Investasi Saham

Mengenal ‘opportunity cost’ dalam investasi saham memang sangatlah penting, bahkan hal itu dapat menjadi suatu kunci kesuksesan seseorang dalam berinvestasi. Bukan hanya dalam bisnis atau investasi saham, sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari pun kita juga sudah sangat dekat dengan istilah opportunity cost.

Contohnya, saat Anda dihadapkan dua pilihan antara membeli minuman boba atau membeli nasi padang sedangkan uang yang dimiliki sangat terbatas hanya sebesar Rp. 20.000 dan Anda harus memilih salah satu. Karena keadaan tersebut, akhirnya Anda memutuskan untuk membeli nasi padang dan akhirnya kehilangan peluang untuk minum boba.

Itulah contoh kecil dari opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari. Tidak berbeda jauh dengan dunia bisnis dan investasi, setiap laporan keuangan pasti akan selalu ada yang namanya biaya peluang alias opportunity cost. Hanya saja setiap orang pasti akan selalu dilema dengan berbagai pilihan untuk mengambil peluang yang ada.

Mengenal ‘Opportunity Cost’ Dalam Investasi Saham

Mengenal opportunity cost dalam bisnis dan investasi akan menjadikan seorang investor lebih cermat dan teliti dalam mengambil suatu keputusan. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut penjelasan tentang opportunity cost.

  1. Definisi Oppprtunity Cost Dalam Investasi Saham

Istilah opportunity cost pada awalnya digunakan oleh David L Green pada tahun 1894 dalam sebuah artikel dengan judul “Pain Cost and Opportunity Cost”. Dalam pengertian dasarnya, opportunity cost berarti biaya peluang yang sifatnya tak hanya selalu berorientasi pada uang. Kehilangan kesenangan, waktu atau manfaat lainnya yang menyediakan utilitas juga dikatakan sebagai biaya peluang.

Dalam investasi saham, opportunity cost atau biaya merupakan suatu nilai yang harus dikeluarkan untuk mendapat suatu keuntungan.  Bisa dikatakan biaya peluang merupakan kunci dalam investasi saham yang membuat adanya hubungan dasar antara pilihan dan kelangkaan suatu kesempatan.

Opportunity cost memungkinkan seorang investor untuk berkorban. Jika tidak ada pengorbanan dalam mengambil suatu keputusan, maka tidak akan ada yang namanya biaya peluang. Dalam berinvestasi tentu selalu ada yang namanya resiko, saat mengambil suatu peluang yang ada bukan berarti Anda akan selalu berhasil.

Namun tentu saja seorang investor harus berani dalam mengambil setiap kesempatan dan peluang yang ada. Dalam pasar saham ketika Anda melewatkan satu peluang yang membutuhkan pengorbanan maka di kemudian hari Anda pasti akan sangat menyesalinya. Itulah mengapa dikatakan sebelumnya dalam opportunity cost pasti akan selalu ada pengorbanan.

Faktanya, bagi seorang investor kerugian yang sebenarnya bukanlah terletak pada nilai saham yang mengalami penurunan, dimana hal tersebut memang merupakan hal yang wajar dalam investasi. Namun kerugian yang sesungguhnya  adalah jika seorang investor melewatkan suatu peluang untuk mendapatkan suatu keuntungan yang sangat besar dalam jangka waktu yang panjang.

Pada tahun 2008, waktu itu terjadi krisis ekonomi dalam berbagai sektor bisnis yang membuat para investor berhenti untuk berinvestasi dan memutuskan untuk kembali jika kondisi ekonomi sudah kembali pulih. Setelah bertahun-tahun lamanya kemudian pada 2012 para investor pun kembali untuk mulai masuk pasar saham. Setelah beberapa tahun kembali ke dunia pasar saham, sekilas memang tidak ada kerugian apapun.

Namun yang sebenarnya terjadi, di kala itu banyak investor yang kehilangan peluang profit yang sangat besar dimana pada peluang di tahun-tahun yang sudah dilewatkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tengah mengalami kenaikan yang cukup dahsyat.

  1. Opportunity Cost dan Struktur Modal

Opportunity cost berhubungan erat dengan struktur modal, dalam peranannya ia memainkan peran yang cukup krusial dalam menentukan suatu struktur modal bisnis terutama dalam berinvestasi. Struktur modal diartikan sebagai suatu perbandingan antara modal yang didapat dari utang jangka pendek maupun jangka panjang, dengan modal sendiri seperti saham kepemilikan perusahaan ataupun suatu laba yang ditahan.

Struktur modal biasanya akan melibatkan adanya pertukaran antara pengembalian dan suatu resiko. Saat Anda memutuskan untuk melakukan suatu ekspansi bisnis dengan pinjam dana hingga 1 miliar dengan bunga yang rendah, maka peran opportunity cost akan sangat dibutuhkan.

Analisa biaya peluang akan memberikan suatu gambaran apakah dengan pertambahan modal merupakan suatu keputusan yang tepat atau malah sebaliknya. Ketika meminjam suatu modal tentu saja Anda harus melakukan pembayaran, namun di satu sisi dana pembayaran juga bisa saja digunakan untuk investasi demi mendapat imbali hasil.

  1. Opportunity Cost dan Sunk Cost

Selain struktur modal, opportunity cost juga berkaitan erat dengan sunk cost. Sunk cost merupakan biaya tertanam yang artinya biaya yang sudah pernah dikeluarkan di masa lalu tetapi tidak  mempengaruhi dasar untuk mengambil keputusan karena biaya tersebut tidak akan kembali.

Dalam investasi saham, sunk cost merupakan jumlah uang yang harus dikeluarkan dimana Anda memerlukan likuidasi saham di atas harga pembeliannya, dan tentunya hal tersebut dilakukan untuk memperoleh kembali uang saham yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan. Dan dalam fenomena tersebut, peran opportunity cost sangatlah diperlukan.

Opportunity cost sangat dibutuhkan agar keputusan yang diambil dalam sunk cost tidak akan menimbulkan suatu kerugian. Atau bisa dikatakan, Anda dapat meminimalisir pembelian saham dengan sunk cost yang berlebih.

Menghitung Opportunity Cost

Dalam opportunity cost Anda bisa membuat suatu perhitungan. Cara menghitungnya pun cukup mudah yaitu hanya selisih antara pengembalian yang diharapkan dari setiap opsi.

  1. Rumus Menghitung Opportunity Cost

Untuk menghitung opportunity cost rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Biaya peluang= FO (Nilai peluang yang tidak dipilih) – CO (Nilai peluang yang dipilih)

  1. Contoh Menghitung Opportunity Cost

Misalnya Anda akan berinvestasi saham pada perusahaan A, dan Anda memilih untuk menginvestasikan kembali dana yang dimiliki ke dalam bisnis untuk membeli peralatan produksi baru dengan harapan alat yang dibeli dapat meningkatkan efisiensi bisnis hingga menekan biaya operasional lebih rendah dan mendatangkan keuntungan lebih tinggi.

Hal tersebut tentu saja sebelumnya  membutuhkan pertimbangan yang matang dimana Anda harus menghitung biaya peluang. Asumsikan, misalnya dengan investasi saham pada perusahaan A akan mendapatkan imbal hasil sebesar 18% per tahun dan dengan pembelian alat produksi bisnis Anda akan menghasilkan pengembalian dana sebesar 12% per tahun.

Maka perhitungan yang diperoleh yaitu (18% – 12%) = 6%

Dengan perhitungan tersebut maka dapat terlihat bahwa saat Anda memilih untuk menginvestasikan dana ke dalam bisnis yaitu untuk pembelian alat produksi, maka Anda harus bersiap merelakan peluang dalam mendapatkan pengembalian dana atau keuntungan yang lebih tinggi.

Itulah penjelasan tentang opportunity cost yang memiliki peran penting bagi setiap investor untuk mengambil keputusan. Sejatinya, seorang investor sukses akan selalu berani dalam mengambil setiap kesempatan dan peluang yang ada. Beberapa investor bahkan percaya bahwa peluang yang baik jika terlewat begitu saja maka nantinya justru akan menimbulkan kerugian.

Mengenal ‘opportunity cost’ dalam investasi saham memang tidak hanya sekedar mengetahui makna dasarnya saja. Dalam penggunaannya, ternyata banyak sekali pengaruh yang akan menjadi kunci terhadap kesuksesan seseorang dalam mengambil keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *