Mengenal Exchange Traded Fund (ETF) Termasuk Potensi Keuntungan dan Risikonya

Yuk lebih mengenal Exchange Traded Fund (ETF) termasuk potensi keuntungan dan risikonya dengan membaca artikel di bawah ini dari awal sampai selesai!

Mengenal Exchange Traded Fund (ETF) Termasuk Potensi Keuntungan dan Risikonya

Exchange Traded Fund atau ETF merupakan suatu sekuritas yang menyertakan atau mengikutsertakan sekumpulan sekuritas lainnya misalnya seperti saham yang seringkali melacak indeks. Sekuritas ini mirip dengan reksa dana yang bentuknya berupa Kontrak Investasi Kolektif. Namun,  Exchange Traded Fund ini ternyata merupakan penggabungan antara mekanisme saham dalam hal transaksi jual dan beli dengan unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana.

Exchange Traded Fund atau ETF dikenal sebagai dana yang diperjualbelikan di Bursa Efek sama halnya seperti saham. Harga saham ETF bisa berubah setiap hari perdagangan saat saham dijual dan dibeli di pasar.

Hal inilah yang membedakan antara ETF dan reksa dana yang mana reksa dana tidak diperdagangkan di Bursa Efek dan hanya diperdagangkan satu kali dalam sehari setelah pasar tutup. Tidak hanya itu, ETF juga bisa lebih menghemat biaya dan lebih likuid dibandingkan reksadana.

Exchange Traded Fund ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu aktif dan pasif. Exchange Traded Fund aktif dikelola oleh seorang Manajer Investasi atau MI secara aktif beserta seluruh kinerja saham tergantung pada performa Manajer Investasi tersebut. Sementara pasif, pemilihan efek tertuju kepada sebuah indeks yang spesifik maka dari itu kinerja saham tergantung pada indeks tersebut.

Sekuritas ini juga bisa menjadi jenis dana yang mempunyai banyak aset dasar dan tidak hanya satu saja seperti saham karena ada banyaknya aset dalam ETF sehingga sekuritas ini bisa menjadi pilihan populer untuk diversifikasi.

Exchange Traded Fund bisa mempunyai banyak saham di berbagai industri dan bisa diisolasi ke satu Industri atau sektor tertentu saja. ETF yang fokus pada perbankan isinya adalah berupa saham dari berbagai bank di seluruh industri.

ETF sendiri mempunyai 5 jenis yaitu ETF obligasi, industri, komoditas, mata uang, dan invers.

ETF obligasi bisa mencakup obligasi pemerintah, obligasi negara bagian, lokal, maupun obligasi kota, dan obligasi korporasi.  ETF industri bisa melacak industri tertentu seperti perbankan, teknologi, atau sektor minyak dan gas. ETF komoditas berinvestasi dalam komoditas misalnya seperti emas dan minyak mentah. ETF mata uang berinvestasi dalam mata uang asing seperti Dolar Kanada atau Euro.

Sementara itu ETF invers bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari penurunan saham dengan cara melakukan sorting saham. Investor harus mengetahui bahwa ada banyak ETF invers adalah Exchange Traded Notes atau ETN dan 100 bukankah ETF  sejati. ETF merupakan obligasi tetapi dijual belikan seperti saham dan didukung oleh penerbit seperti bank.

Di Amerika Serikat, kebanyakan disediakan sebagai dana terbuka sebagaimana peraturan Undang-Undang Perusahaan Investasi pada tahun 1940.

Tujuan dari berinvestasi ETF sendiri yaitu untuk diversifikasi, karena secara otomatis bisa membeli sejumlah saham dalam satu kali pesan dan fleksibilitas, karena bisa langsung melakukan pembelian dan penjualan ETF selama jam bursa sedang berlangsung seperti saham.

Mekanisme Transaksi Exchange Traded Fund (ETF)

Mekanisme transaksi Exchange Traded Fund atau ETF bisa dilakukan dalam dua cara atau metode yaitu transaksi via pasar saham primer dan sekunder. Dari dua cara tersebut pastinya terdapat perbedaan.

Dengan melalui pasar primer, para investor bisa membeli dan menjual unit penyertaan Exchange Traded Fund dalam bentuk unit kreasi kepada Manajer Investasi. Satu unit kreasi nilainya kurang lebih sekitar 100.000 unit penyertaan. Namun mekanisme ini hanya berlaku untuk transaksi dengan nominal besar.

Biasanya reksa dana mempunyai harga perdana yang diawali dengan angka 1.000, sementara Exchange Traded Fund atau ETF bisa dimulai dengan harga berapa saja. Seorang Manajer Investasi atau MI pada umumnya akan memasang harga perdana dari reksa dana berdasarkan indeks rujukan sehingga pemeriksaan untuk membandingkan indeks tersebut pun akan lebih mudah dilakukan.

Sementara dalam pasar sekunder, para penanam modal bisa memperjualbelikan unit penyertaan reksa dana ini dalam unit lot. Dalam satu lot nominalnya setara dengan 100 unit penyertaan via Bursa Efek Indonesia atau BEI. Mekanisme transaksi yang satu ini dilakukan khusus bagi para investor ritel yang transaksinya bernilai relatif kecil.

Penjelasan sederhananya adalah para penanam modal tidak membeli reksa dana jenis ini dari Manajer Investasi tetapi dari pemodal lainnya yang mempunyai unit ETF dengan jumlah dan harga yang telah disetujui bersama. Namun perlu diketahui bahwa kinerja transaksi pasar sekunder pun juga mempunyai kekurangan yaitu tidak adanya transaksi bila tidak ada penawaran dan permintaan yang dianggap memadai.

Hal ini bisa diatasi oleh pihak lainnya yaitu dealer partisipan. Dealer partisipan sendiri adalah suatu perusahaan sekuritas yang bisa menyediakan likuiditas bagi reksa dana Exchange Traded Fund atau ETF. Dealer partisipan inilah yang akan berfungsi sebagai penjual maupun pembeli apabila tidak adanya permintaan serta penawaran yang dinilai memadai.

Kemudian pihak ini akan memasang order penawaran dan permintaan sesuai dengan harga pasar. Dengan demikian para investor tidak akan mengalami kesulitan lagi untuk memperjualbelikan ETF dalam Bursa Efek.

Kelebihan Exchange Traded Fund (ETF)

Di bawah ini adalah kelebihan dari atau ETF, antara lain:

  1. Kelebihan Exchange Traded Fund atau ETF yang pertama adalah mudah dan fleksibel yaitu bisa dibeli dan dijual kapan saja selama perdagangan berlangsung layaknya saham.
  2. Kelebihan selanjutnya adalah rendah risiko dan biaya. Biaya Exchange Traded Fund atau ETF lebih rendah dibandingkan reksa dana dan biaya transaksi nya sesuai dengan komisi broker. Selain itu resikonya juga rendah karena likuiditas terjamin.
  3. Cakupannya luas yaitu 1 ETF saja sama dengan puluhan saham unggulan. ETD yang ditawarkan pun cukup variatif.
  4. Transparan yaitu informasi tentang ETF dan saham-saham tersebut bisa diakses kapanpun dan dimanapun.
  5. Exchange Traded Fund atau ETF diolah dan dikelola oleh ahlinya yaitu Manajer Investasi yang sudah berpengalaman.
  6. Kelebihan terakhir adalah likuiditas yang tinggi, ETF bisa dicairkan kapan saja menjadi dana tunai karena bisa diperjualbelikan di Bursa Efek maupun dealer partisipan.

Risiko Exchange Traded Fund (ETF)

Selain itu adapun beberapa risiko Exchange Traded Fund atau ETF bagi investor, antara lain:

  1. Risiko nilai unit penyertaan semakin berkurang.
  2. Risiko konsentrasi pada saham-saham.
  3. Risiko adanya suspend pada saham yang telah terdaftar di indeks.

Itu dia informasi tentang  mengenal Exchange Traded Fund (ETF) termasuk potensi keuntungan dan risikonya. Semoga artikel ini bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk Anda yang baru atau sedang belajar saham. Terima kasih sudah membaca artikel ini dari awal sampai selesai dan sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *