4 Alasan Penting Mengapa Perusahaan Memilih Go Private

Apakah sebelumnya pernah mendengar soal go private? Jika iya, apakah apa Anda bertanya mengapa perusahaan memilih go private? Jika ingin tahu apa jawabannya, maka simaklah ulasan berikut ini sampai tuntas!

Alasan Mengapa Perusahaan Memilih Go Private?

Sebelum bicara soal alasan berbagai perusahaan memilih go private, alangkah lebih baik jika Anda tahu lebih dulu apa itu go private sebenarnya. Go private bisa didefinisikan sebagai sebuah saham perusahaan yang tidak lagi diperdagangkan untuk publik. Bisa dikatakan go private ini kebalikan dari go public, dimana saham yang dicatatkan oleh perusahaan di bursa efek akan diperdagangkan ke publik. Apabila sudah dicatatkan di bursa efek, maka Anda bisa menyebutnya sebagai perusahaan publik (perusahaan terbuka).

Setiap perusahaan yang memilih go private, maka perusahaan tersebut yang awalnya menjadi perusahaan publik berubah menjadi perusahaan swasta (perusahaan tertutup). Hal ini bisa dibilang sangat mungkin, karena perusahaan tersebut akan membeli kembali seluruh sahamnya bisa beredar.

Selain itu, go private juga bisa disebut sebagai perusahaan swasta mengakuisisi dan membeli sebagian besar saham mereka, dan bursa saham akan mendelisting saham supaya tidak bisa lagi diperdagangkan di pasar terbuka. Setelah mengetahui apa itu go private, maka inilah alasan mengapa perusahaan memilih go private diantaranya yaitu:

Penghapusan paksa (force delisting)

Biasanya perusahaan yang memilih go private merupakan perusahaan yang tidak lagi bisa memenuhi persyaratan pencatatan saham pada bursa efek. Seperti contohnya, perusahaan Anda dilikuidasi atau mendapatkan penalti yang berkepanjangan tanpa perlu menunjukkan itikad perbaikan.

Memfokuskan strategi

Alasan berikutnya mengapa perusahaan memilih go private, yaitu perusahaan bisa lebih fokus pada tujuan dan apa yang menjadi sasaran jangka panjang. Perusahaan publik umumnya harus bisa memenuhi atau melampaui ekspektasi jangka pendek analisis dan investor saham. Apabila gagal memenuhi ekspektasi maka akan menyebabkan terjadinya penurunan besar pada harga saham perusahaan tersebut. Dengan begitu, perusahaan itu akan jauh lebih fokus pada kinerja jangka pendek dan memilih mengabaikan jangka panjang.

Harga saham terlalu rendah 

Alasan selanjutnya sebuah perusahaan memilih go private yaitu pada saat harga saham mereka secara substansial berada di bawah nilai buku. Tetapi, pada saat yang sama, pengakuisisi swasta bisa melihat perusahaan memiliki sumber daya strategis untuk mereka. Itulah mengapa dari harga saham yang rendah bisa memberikan mereka kesempatan untuk mengakuisisi perusahaan di harga yang jauh lebih murah.

Tidak memperoleh banyak manfaat

Ketika sebuah perusahaan mencatatkan saham mereka di bursa efek tetapi tidak memberikan banyak manfaat, maka itu artinya perusahaan pasti memilih go private. Memang di awalnya, mereka bisa mengumpulkan dana ketika penawaran perdana. Tetapi, pada saat harga saham jatuh, maka kapitalisasi pasar pun juga akan jatuh.

Ketika saham tersebut mengalami kapitalisasi kecil, maka investor umumnya jadi kurang berminat, dan apabila hal itu terjadi, maka akan membuat perdagangan saham perusahaan menjadi tidak likuid.

Ketika hal itu terjadi padahal saat itu perusahaan sedang butuh modal, maka itu artinya mereka tidak bisa mengumpulkan dana secara lebih optimal lewat right issues, akibat harga yang lebih rendah. Bahkan hal itu pun juga membuat investor menjadi kurang berminat lagi pada saham baru dari perusahaan tersebut. Itulah mengapa akhirnya diputuskan untuk go private.

Metode untuk melakukan go private

Apabila perusahaan yang Anda miliki berencana untuk melakukan go private, maka berikut ini beberapa cara yang harus ditempuh:

  • Melakukan pembelian oleh perusahaan ekuitas swasta (private equity buyouts)
  • Melakukan pembelian manajemen (management buyout)
  • Melakukan penawaran tender (tender offer)

Dimana rincian dari tiga metode tersebut adalah sebagai berikut:

Pembelian oleh pengakuisisi swasta (private equity buyouts)

Pengakuisisi artinya mengambil alih saham pengendali dari perusahaan target. Biasanya untuk bisa mendanai akuisisi, mereka akan cenderung mengandalkan yang namanya utang. Alasan dilakukannya pengakuisisi yaitu karena perusahaan target punya aset yang lebih strategis dan bisa disinergikan dengan aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Apabila sudah berhasil pengakuisisi dan merestrukturisasi perusahaan target dan membuatnya menjadi lebih kompetitif dari sebelumnya, melalui dukung dari pengakuisisi, maka apabila sukses, perusahaan target akan mampu menghasilkan arus kas yang bisa digunakan untuk membayar kembali utang sebelumnya.

Biasanya pengakuisisi akan berasal dari perusahaan ekuitas swasta. Mereka umumnya akan menggadaikan aset dari perusahaan target sebagai jaminannya, agar bisa memperoleh utang yang nantinya akan digunakan untuk membiayai pengakuisisian.

Pembelian oleh manajemen

Sementara itu untuk pembelian manajemen, umumnya akan membuat manajemen perusahaan yang menjadi target pembelian sahamnya dari publik dan menjadikannya sebagai kepemilikan pribadi. Hal ini sangat mirip dengan pembelian ekuitas swasta, manajemen yang biasanya mengandalkan utang supaya bisa membiayai proses akuisisi.

Hal yang menjadi sisi positif dari akuisisi ini yaitu sistemnya akan berasal dari internal, dimana orang-orangnya merupakan mereka yang sudah sangat akrab dengan bisnis dari perusahaan target. Apabila Anda bisa memahami dengan baik perihal kinerja, prospek, dan bagaimana cara untuk melakukan restrukturisasi, maka perusahaan akan jauh lebih positif.

Penawaran tender

Pada saat berada di bawah penawaran tender, sebuah perusahaan akan mengajukan penawaran publik untuk bisa membeli kembali sebagian besar atau seluruh saham perusahaan. Tujuan dari hal itu adalah untuk membiayai pembelian, pengakuisisi yang menggunakan campuran uang tunai dan saham. Contohnya, perusahaan Anda mengajukan sebuah penawaran tender ke perusahaan B, maka dalam permasalahan ini, pemegang saham dari perusahaan Z nantinya akan menerima 80% secara tunai, sedangkan 20% akan diberikan dalam bentuk saham ke perusahaan Anda.

Keuntungan dari go private

Ketika sebuah perusahaan melakukan go private, maka berikut ini ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh, diantaranya yaitu:

Lebih efisien dan efektif

Perusahaan tidak lagi terganggu pada ekspektasi jangka pendek dan secara otomatis tidak akan berpengaruh pada pengembangan strategi, sehingga akan membuat jauh lebih efisien dan efektif. Mengapa? Karena perusahaan itu tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan sumber dayanya hanya untuk mengamankan harga saham perusahaan.

Contoh sederhananya yaitu perusahaan publik membayar tagihan dividen secara rutin yang pastinya akan sangat menyenangkan untuk investor. Akhirnya, setelah diputuskan melakukan go private, maka itu artinya perusahaan tersebut tidak harus melakukannya secara rutin. Dengan cara seperti itu, perusahaan tersebut dapat kembali meningkatkan modal jangka panjangnya, dengan tujuan meningkatkan laba yang ditahan.

Perusahaan bisa lebih menghemat sumber daya

Pada saat sebuah perusahaan memilih go private, maka itu artinya mereka bisa lebih menghemat biaya serta sumber daya yang biasanya digunakan untuk memenuhi sebuah peraturan, kepatuhan dan pelaporan.

Informasi sensitif dapat lebih aman

Keuntungan yang ketiga yaitu perusahaan tidak perlu lagi menerapkan prinsip keterbukaan publik. Sebab, jika perusahaan memilih go private, maka informasi sensitif dari perusahaan tersebut tak lagi bisa dicari oleh para kompetitor yang berniat jahat.

Demikianlah beberapa penuturan mengapa perusahaan memilih go private, metode yang bisa digunakan, serta keuntungan yang bisa diperoleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *