Melihat Prediksi Pergerakan Harga Logam Mulia Pada Tahun 2022

  • 4 min read
  • News
  • by

Komoditas logam mulia diperkirakan akan mengalami penguatan pada tahun depan. Hal ini dapat menjadi angin segar karena pada tahun 2021 menjadi tahun yang kurang baik bagi jenis komoditas ini.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Kontan pada (29/12), diketahui harga emas spot mengalami penurunan sebesar 4,5%. Sementara platinum dan perak masing-masing mengalami penurunan harga sebesar 9,3% dan 12,38%. Sedangkan paladium mengalami penurunan terbanyak dengan penurunan sebesar 18,92%.

Pada logam mulia yang berbentuk batangan pun juga mengalami penurunan. Contohnya adalah emas batangan yang berasal dari Aneka Tambang (Antam). Pada akhir 2020, diketahui harganya berada di level Rp 965.000 per gram, sementara itu per 29 Desember ini, harga buyback-nya berada pada level Rp 827.000 per gram.

Pendapat Pengamat Mengenai Harga Logam Mulia

Wahyu Laksono, Analis Komoditas dan Founder Traderindo.com mengungkapkan kepada Kontan bahwa perkembangan pandemi Covid-19 akan menjadi penentu arah komoditas logam mulia pada tahun 2022, khususnya untuk logam mulia berjenis spot. Sementara untuk logam mulia berjenis batangan, menurut wahyu memiliki peluang untuk lebih baik.

Lanjut Wahyu kepada kontan, emas spot maupun perak spot tetap akan dihadapkan dengan masalah tapering pada tahun depan. Sementara itu untuk emas batangan, tapering relatif tidak memberikan tekanan.

Sambung Wahyu kepada kontan Rabu (29/12), menurutnya emas fisik memiliki peluang untuk lebih menguat dikarenakan adanya dua asusmsi. Pertama, naiknya harga disebabkan oleh mengikuti harga emas dunia saat terjadi pelemah dollar AS. Kedua, didukung oleh pelemahan rupiah pada saat dolar AS sedang menguat.

Lanjut Wahyu, jika berkaca dari emas batangan keluaran Antam, dia dapat melihat ada tren berbeda. Apabila pada periode sebelumnya dalam setiap tahun ada level new high untuk emas Antam.  Namun pada tahun ini hal tersebut justru tidak terjadi. Wahyu meyakini bila terjadinya pandemi adalah penyebab tertahannya harga emas Antam.

Sementara Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim kepada Kontan (29/12) berpendapat bahwa logam mulia masih cukup menarik dalam perdagangan tahun 2022. Logam mulia yang menjadi safe haven bagi para investor masih tetap akan menjadi pilihan. Terlebih itu dengan adanya kenaikan laju inflasi yang pada tahun depan, logam mulia khususnya emas masih memiliki potensi yang menarik.

Kepada Kontan (29/12), Ibrahim memperkirakan harga emas cenderung tuntuk tetap terkoreksi imbas dari efek tapering The Fed serta kenaikan suku bunga acuan AS.  Sambungnya, kenaikan suku bunga yang tidak terlalu tinggi kemungkinannya, masih memunculkan harapan harga emas masih bisa naik.

Lebih lanjut, kepada Kontan, Ibrahim menambahkan dapat dilihat akan terjadinya katalis positif untuk logam mulia yang bisa datang ketika terdapat masalah geopolitik yang cukup memanas.  Sambungnya, Hal tersebut mungkin terjadi dikarenakan di beberapa negara terdapat indikasi adanya konflik satu sama lain. Misalnya, China dan Taiwan, hingga perang dagang antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa.

Kepada Kontan Wahyu menambahkan, permintaan komoditas logam mulia seperti paladium dan platinum diharapkan semakin meningkat karena aktivitas ekonomi yang berangsur-angsur mengalami pemulihan. Dengan adanya kondisi tersebut, Wahyu merekomendasikan kepada para investor untuk melakukan buy on weakness pada komoditas logam mulia.

Dengan harapan pandemi yang semakin membaik, emas Antam mampu lebih baik pada tahun depan. Wahyu optimistis dengan adanya peluang rebound untuk komoditas logam mulia yang akan terbuka lebar pada paruh kedua tahun 2022.

Prediksi Harga Logam Mulia 2022

Kepada Kontan, Wahyu memberikan prediksinya mengenai harga logam mulia, perediksinya ialah pada tahun depan, diperkirakan harga emas akan bergerak pada rentang US$ 1.600 – US$ 1.900. sedangkan untuk harga emas Antam akan berada pada entang Rp 750.000 – Rp 1 juta per gramnya.

Sementara untuk harga perak diprediksi akan berada pada kisaran US$ 19 – US$ 25. Selanjutnya untuk harga paladium dan platinum masing-masing akan berada pada area US$ 1.600 – US$ 2.300 dan US$ 800 – US$ 1.150.

Sedangkan berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Ibrahim, harga emas berada di kisaran US$ 1.600 – US$ 1.900. Sementara untuk harga perak berada di rentang US$ 15 – US$ 19. Untuk palladium berada pada rentang US$ 2.005 – US$ 2.050. Sedangkan untuk platinum berpotensi akan bergerak ke arah US$ 1.020 – US$ 1.150.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.