Masih Bingung? Kapan Waktu Paling Tepat untuk Membeli Saham

Kapan waktu paling tepat untuk membeli saham, biasanya pertanyaan seperti ini dilontarkan oleh para investor tingkat pemula yang belum lama terjun menggeluti dunia saham. Apalagi pembelian saham, termasuk salah satu hal paling krusial yang nantinya akan mempengaruhi sukses atau tidaknya pilihan Anda terhadap saham yang telah dipilih. Alih-alih untung, bisa saja saham yang dibeli dengan harga yang tinggi, justru malah membawa kerugian karena nilai di pasarannya menurun secara drastis.

Kapan Waktu Paling Tepat untuk Membeli Saham? Ini Dia Jawabannya!

Sebelum membeli saham, pastikan modal yang tertera di saldo rekening dana nasabah milik Anda cukup untuk melakukan transaksi pembelian. Setelahnya, kenali terlebih dahulu waktu operasional yang diperbolehkan oleh sistem dalam melakukan penawaran atau penjualan saham yang dimiliki ke pasar saham. Kemudian, jawaban untuk pertanyaan seputar waktu yang tepat dalam membeli sebuah saham, yakni dimulai sejak Anda memiliki KTP.

Bukanlah hal yang mudah melakukan kegiatan berinvestasi, termasuk salah satunya adalah investasi saham itu sendiri. Karenanya, sebisa mungkin dimulai sejak Anda masih berusia belia dimana kebutuhan hidup masih terfokus untuk diri sendiri. Selain itu, banyak sekali keuntungan yang dapat dirasakan bila menekuni dunia saham sejak usia muda.

Mulai dari pembelajaran yang berharga, waktu yang masih panjang untuk mencapai usia dewasa atau matang, hingga total keuntungan yang berlipat ganda dari hasil berinvestasi bisa dinikmati saat Anda beranjak dewasa alias mandiri secara finansial. Merasakan hasil manis dari investasi saham tidaklah didapatkan dalam waktu yang singkat atau instan. Butuh perasaan sabar dan tetap berusaha meskipun seringkali mengalami kegagalan. Oleh karenanya, lebih baik pertimbangkan setiap langkah yang akan diambil ketika hendak membeli beberapa saham sekaligus dalam kurun waktu yang berdekatan.

Bagi Anda yang ingin melakukan transaksi pembelian saham secara beruntun dalam jangka waktu satu tahun, sebaiknya dilakukan dengan jarak tertentu. Jarak yang dimaksud adalah selama 3 bulan lamanya. Sebagai contoh, pembelian awal dilaksanakan di bulan Februari, selanjutnya berlangsung di bulan Agustus, dan yang terakhir di bulan November.

Mengapa harus menunggu selama 3 bulan? Hal ini penting diingat untuk mempertimbangkan pilihan Anda sebelum memutuskan mengambil saham tersebut. Pasalnya, setiap perusahaan yang bergabung dalam pasar saham akan memberitahukan pencapaiannya dalam bentuk laporan keuangan per kuartal. Jadi, jarak ini sangat cocok untuk para investor memperhatikan pergerakan angka penjualan sebuah perusahaan yang dinilai akan bertahan meskipun terkena dampak isu buruk yang beredar di masyarakat ataupun faktor eksternal lainnya.

Analisa terkait saham yang diinginkan, juga bisa diketahui melalui pemberitaan yang dituliskan di portal-portal berita atau mencari tahu model perencanaan bisnis perusahaan yang sedang mereka terapkan. Persiapan dari hal alternatif lainnya, dapat dilakukan dengan memiliki pengetahuan terkait cara mengakuisisi sebuah perusahaan. Siapa tahu saja, suatu saat nanti ilmu akuisisi tersebut sangat bermanfaat untuk Anda, apalagi seorang investor tidak jarang yang berminat untuk merasakan langsung berbisnis di dunia nyata melalui perusahaan yang sebelumnya diberi dukungan olehnya dengan penanaman modal dalam jumlah yang besar.

Tidak perlu memaksakan diri langsung menanamkan modal besar ke saham yang telah dipilih.  Anda dapat melakukannya secara bertahap dan sebaiknya tidak fokus dalam satu jenis saham saja. Sehingga, pergerakan saham yang ada nantinya akan semakin luas dan kerugian dari hasil penurunan kinerja suatu perusahaan dapat tertutupi oleh perusahaan lain yang pada saat itu sedang mengalami peningkatan.

Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Saat Membeli Sebuah Saham

  1. Pelajari serta memahami dasar-dasar saham

Setiap pembelajaran mengenai bidang ilmu apapun pastinya akan memiliki manfaat didalamnya. Apalagi jika Anda termasuk pendatang baru dalam dunia investasi saham. Wajib rasanya mempelajari ilmu dasar yang membahas seputar kegiatan saham, dan resiko yang kemungkinan dialami jika terjadi penurunan nilai mata uang di seluruh dunia dari bank sentral dunia yang berpusat di Amerika Serikat terhadap pasar saham.

Pertukaran uang yang berlangsung dalam sistem pasar saham tidak selalu menghasilkan keuntungan saja. Jadi, buat Anda yang belum siap mental, sebaiknya tingkatkan mentalnya mulai dari sekarang! Tidak ada istilah mudah menyerah bagi orang yang ingin merasakan sukses di masa mendatang.

  1. Memilih perusahaan berbasis sekuritas terpercaya

Tidak semua bank di Indonesia memberikan pelayanan atau sudah terhubung dengan BEI (Bursa Efek Indonesia) untuk memberikan kemudahan nasabah yang ingin berinvestasi saham. Selain itu, perlu diperhatikan juga besarnya potongan biaya yang dikenakan oleh pihak bank setiap kali terjadi proses transaksi jual maupun transaksi beli saham bagi orang yang bersangkutan. Kalau ingin mendapatkan keuntungan besar, sebaiknya pilih bank sekuritas yang menawarkan persentase biaya admin yang rendah.

Semakin rendah biaya transaksi yang diberikan kepada nasabah, semakin kecil pula resiko kerugian yang dirasakan. Namun, semakin tinggi nominal modal yang disalurkan ke beberapa perusahan saham melalui bank yang memang menetapkan angka modal besar, keuntungan yang didapatkan akan berlipat ganda sesuai dengan keadaan pasar saham. Oleh karena itu, jangan menilai sebuah bank sekuritas berdasarkan biaya admin yang ditawarkan kepada para nasabahnya saja, nilai juga dari kebutuhan serta keuntungan yang nantinya akan masuk ke dalam rekening dana nasabah milik Anda.

  1. Memilah saham

Pilihlah saham sesuai kemampuan modal yang dimiliki oleh Anda. Jangan mengharapkan mendapatkan saham benilai tinggi jika saldo untuk melakukan pembeliannya saja tidak mencukupi. Lebih baik dilakukan sedikit demi sedikit dibandingkan terlalu memaksakan diri untuk memiliki saham tersebut.

Ada banyak sekali perusahaan yang menawarkan saham dengan nilai rendah. Beberapa aplikasi saham online bahkan memiliki tools bantuan supaya pemilik akun atau investor bisa mengetahui saham dari perusahaan mana yang ditawarkan dalam harga yang cukup bersahabat. Jika Anda menemukan perusahaan terkenal yang sedang diskon atau merosot nilai sahamnya, segera lakukan transaksi pembelian tanpa perlu memikirkan kembali resiko ke depannya karena kesempatan seperti itu tidak akan datang dua kali.

  1. Melakukan proses pembelian saham

Pembelian saham dapat berlangsung dengan lancar jika budget yang dimilikipun memenuhi persyaratan yang disepakati oleh pemilik saham dengan penawar saham. Penawar saham sebaiknya tidak terlalu rendah memberikan tawaran harga saham. Meskipun sang pemilik memang memberikan standar penjualan yang terbilang rendah.

Sebagai penawar dan pembeli, perlakuan seperti itu dianggap sebagai etika dalam bertransaksi jual beli saham. Sehingga kedua belah pihak saling transparan dan kesepakatan bisa dicapai dengan baik dan cepat. Umumnya, orang yang terlalu menawar dengan harga yang tidak logis, akan mendapatkan blacklist dari perusahaan ataupun pemilik saham tersebut.

  1. Meninjau keadaan pasar saham secara berkala

Peninjauan kondisi pasar saham ini sangat penting. Hal ini berkaitan dengan kelangsungan keuntungan dari saham yang telah dimiliki ataupun memutuskan melakukan tindakan pemotongan modal terhadap sebuah perusahaan yang kinerjanya terlihat semakin menurun drastis. Investor diperbolehkan dan tidak dilarang untuk melakukan penarikan dana miliknya dari perusahaan yang sebelumnya, ke perusahaan lain yang dianggap lebih konsisten menjaga kinerja baiknya di pasar saham.

Sekian pembahasan kali ini mengenai kapan waktu paling tepat untuk membeli saham. Semoga bermanfaat dan jangan ragu untuk memulai hal baik dengan berinvestasi di jalur saham demi masa depan yang cemerlang. See you later!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *