Macam-Macam Saham Preferen dan Penjelasannya

Apakah kamu sedang belajar tentang dunia saham? Tentu kerap mendengar istilah saham preferen, bukan? Bagi sebagian orang mungkin istilah tersebut masih terdengar asing, akan tetapi kamu perlu memahaminya. Nah, pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai macam-macam saham preferen beserta penjelasannya untuk kalian.

Saham merupakan selembar kertas yang di dalamnya tercantum keterangan siapa pemilik saham tersebut. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi seekarang ini bentuk kepemilikan saham tak lagi berupa lembaran kertas.

Lantas, bagaimana bentuk saham saat ini? Bentuk saham saat ini yaitu berupa account pemilik saham tanpa adanya warkat. Untuk info lebih jelasnya, yuk kita simak bersama-sama uraian di bawah ini ya!

Macam-macam saham preferen

Sebelum kita membahas tentang berbagai macam saham preferen, terlebih dahulu kalian harus tau apa yang dimaksud dengan saham preferen. Pengertian saham preferen  atau preferred stock atau prefered shares adalah sebuah tingkatan atau kelas modal saham yang membayar dividen pada suatu tingkat tertentu, serta mempunyai keistimewaan bila dibandingkan dnegan saham biasa yaitu dalam hal pembayaran dividen dan likuiditas aset.

Pemegang saham akan menerima dividen dan aset apabila perusahaan telah dilikuidasi terlebih dahulu. Meskipun jenis saham ini dikenal lebih senior bila dibandingkan dengan saham biasa, akan tetapi jenis saham preferen akan lebih muda bila dibandingkan dengan hutang dalam hal klaim atas aset saat proses likuidasi terjadi.

Dalam hal ini apabila perusahaan dilikuidasi maka para pemegang saham akan menerima dividen serta aset terlebih dahulu. Dan dalam saham ini biasanya tak akan melibatkan hak voting.

Saham preferen juga kerap disebut sebagai hybrid security. Mengapa? Sebab saham preferen mempunyai karkteristik kombinasi saham yaitu saham biasa dan saham obligasi. Saham preferen juga dapat bersifat komulatif serta non komulatif.

Dalam dunia saham ada bermacam-macam saham preferen, antara lain yakni:

  1. Saham preferen komulatif (Cumulative preferred stock)

Saham preferen yang pertama kali akan kita bahas adalah saham preferen komulatif. Adapun pengertian dari saham preferen komulatif yaitu saham yang terjadi saat perusahaan tidak mengumumkan pembagian dividen saham kepada pemegang saham preferen.

Lantas apa yang akan terjadi? Yang akan terjadi adalah dividen tersebut diakumulasikan serta dibayar pada kemudian hari, sebelum perusahaan membagikan dividen kepada para pemegang saham biasa.

  1. Saham preferen non komulatif (Non cumulative preferred stock)

Macam saham preferen yang kedua adalah saham preferen non komulatif. Apa itu saham preferen non komulatif? Jadi yang dimaksud dengan saham preferen non komulatif adalah saham preferen yang tidak membutuhkan penetapan jumlah dividen tertentu.

Dalam hal ini maksudnya adalah apabila pada tahun tertentu ada dividen yang tak dibayarkan, maka bisa dinyatakan jika dividen tersebut tak akan dibayarkan. Sehingga tak ada hutang dividen pada pemegang saham preferen.

  1. Saham prefelen callable (Callable preferred stock)

Saham prefelen callable merupakan saham yang memungkin suatu perusahaan untuk menariknya pada tanggal tertentu serta dengan harga penebusan tertentu pula pada masa yang akan datang.

Kemungkinan harga penebusan yang ditawarkan juga akan sedikit lebih tinggi atau bahkan sama dengan pada harga penerbitan aslinya.

Dalam hal ini pihak perusahaan akan membayar dividen, seperti bentuk ekuitas yang lainnya. Akan tetapi, hal itu juga dapat dibeli kembali oleh pihak penerbit, yang mana merupakan karakteristik yang timbul akibat efek hutang.

Perlu kamu ketahui jika jenis saham preferen yang satu ini ternyata lebih menguntungkan bagi pihak emiten. Mengapa demikian? Sebab saham ini mempunyai fitur call. Dan para pemegang saham tidak dapat mempunyai pilihan untuk menolak call tersebut. Dalam hal ini redemtion merupakan kebijaksanaan dari pihak perusahaan penerbit.

  1. Floating (Adjusted rate preferred stock)

Masih membahas tentang saham preferen, selanjutnya adalah Adjusted rate preferred stock. Adjusted rate preferred stock  merupakan jenis saham preferen yang menetapkan pembayaran dividen yang tidak selalu tetap atau floating, dimana besar kecilnya dividen tersebut ditetapkan berdasarkan tingkat tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu pula.

Jadi dalam hal ini pembayaran dividen juga bervariasi, sebab dikaitkan dnegan tolak ukur yang telah ditentukan. Kira-kira apa contohnya? Sebagai contoh yield Surat Perbendaharaan Negara atau disingkat SPN.

Prospektus akan menentukan tingkat penyesuain dan mengkin saja telah memiliki tingkat maksumum serta minimum. Jenis fitur penyesuaian ini akan membuatnya menjadi lebih stabil bila dibandingkan dnegan jenis saham preferen yang lain.

  1. Saham preferen yang bisa ditebus (Reedemable preferred stock)

Reedemable preferred stock merupakan saham preferen yang wajib mematuhi berbagai persyaratan penebusan atau peraturan penebusan lain yang diwajibkan. Hal ini juga akan mengakibatkan surat berharga dapat mengalami tumpang tindih antara ekuitas dnegan hutang piutang.

  1. Saham preferen konvertibel (Convertible preferred stock)

Jenis saham yang terakhir kita bahas adalah saham preferen konvertibel. Taukah kamu apa pengertian saham preferen konvertibel? Saham preferen konvertibel adalah saham preferen yang bisa dikonversi menjadi saham biasa.

Pihak perusahaan akan menerbitkan saham preferen konfertibel untuk menarik para pihak investor yang lebih menyukai dengan jenis saham biasa. Sehingga pihak investor akan tertarik untuk membeli saham preferen yang diterbitkan tersebut.

Alasannya adalah pihak investor dapat menukarkan saham preferen yang dimilikinya menjadi saham biasa dengan rasio yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagaimana, menarik bukan?

Nah, dapatkah kamu menyebutkan contohnya? Sebagai contoh PT. X menerbitkan saham preferen sebanyak 30.000 lembar saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp 5.000. dalam satu lembar saham tersebut dapat dikonversi menjadi 6 lembar saham biasa, dengan nilai nominal saham sebesar Rp 1.000 per saham.

Dan apabila harga pasar saham preferen adalah sebesar Rp 15.000 sedangkan harga saham biasa adalah Rp 2.000 maka pemegang saham preferen tersebut dapat memutuskan untuk tidak mengkonversikan sahamnya menjadi saham biasa.

Kira-kira mengapa demikian? Karena apabila saham preferen ditukar menjadi saham biasa, maka nilai pasar yang diperoleh juga akan menjadi lebih kecil yaitu sebesar Rp 6.000.

Cara menghitunnya yaitu 6 lembar saham biasa dikali dengan Rp 2000 per saham, maka akan diperoleh hasil sebesar Rp 12.000. Padahal harga saham preferen adalah Rp 15.000.

Akan tetapi apabila nilai saham preferen atau harga pasar saham biasa adalah Rp 3000 pada saat itu, maka pihak pemilik saham preferen dapat mengkonversikan saham preferen ke dalam saham biasa.

Mengapa demikian? Sebab dalam hal ini kamu akan bisa mendapatkan nilai pasar saham biasa yang tentu lebih tinggi yaitu sebesar Rp 18.000 (6 x Rp 3000) bila dibandingkan dengan nilai pasar saham preferen yaitu sebesar Rp 10.000. Apakah sampai disini kalian paham?

Penutup

Oke selesai sudah pembahasan kita mengenai macam-macam saham preferen. Ada 6 macam saham preferen yang perlu kamu pahami. Semoga tulisan ini menambah pengetahuan bagi kalian dan sampai jumpa lagi pada topik pembahsan yang lainnya ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *