Skip to content

8 Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui Investor Saham

Sebelum berinvestasi saham alangkah baiknya investor saham mengetahui laporan keuangan suatu perusahaan atau emiten. Mengetahui detail Laporan suatu perusahaan hukumnya wajib bagi setiap investor saham. Dari Laporan keuangan tersebut dapat menjadi indikator perusahaan untuk mengambil keputusan, baik itu membeli, menjual, atau mempertahankan sebuah emiten. Laporan Keuangan adalah salah satu indikator penting bagi investor yang menganut analisa fundamental dalam investasi sahamnya.

Nah, apa saja yang harus diperhitungkan dalam laporan keuangan sebuah perusahaan?  Baca lebih dalam artikel di bawah ini!

Laba Bersih dan Tingkat Ekuitasnya Naik

Perusahaan yang layak untuk berinvestasi saham jika laba bersihnya dari tahun ke tahun mengalami kenaikan Misalnya, laba bersih tahun 2019 sampai 2022 terjadi kenaikan. Sama halnya dengan naiknya tigkat ekuitas perusahaan.

Return on Equity (ROE) yang baik

Return on Equity (ROE) / tingkat pengembalian investasi yang tinggi juga meru[akan indikator penting dalam laporan keuangan perusahaan. ROE yang baik biasanya berkisar diatas 10% danakan menguntungkan investor. Dengan ROE yang tinggi investor dapat dengan cepat balik modal dan lebih besar tingkat keuntungannya Bagaimana mungkin kita sebagai pemegang saham akan untung jika tak memperhitungkan tingkat ROE.

Membayar Dividen dalam Setahun

Sebagai Investor wajib mengetahui pembagian deviden pada perusahaan atau emiten yang dipilih. Biasanya pada laporan keuangan bisa dilihat presentase dan sistem pembagian devidennya. Perlu diperhatikan juga apakah perusahaan tersebut mampu membagikan dividen secara berkala jika tidak maka laba yang tercatat di laporan keuangan tersebut tentu diragukan kebenarannya.

Tingkat Liabilitas (Utang) Kecil atau Setara dengan Ekuitasnya

Untuk mengetahui liabilitas dan ekuitas perusahaan dapat dilihat di Laporan NERACA Perusahaan, dari laporan tersebut dapat diketahui Jika tingkat liabilitasnya lebih besar dari ekuitasnya, maka perusahaan tersebut kurang sehat dan harus berhati-hati. Pilihlah perusahaan yang nilai liabilitas atau utangnya kecil atau setidaknya setara dengan nilai ekuitasnya

Asset Turn Over (ATO) Besar

Cara mengetahui besaran Asset Turn Over (ATO) suatu perusahaan adalah dengan menghitung nilai penjualan/pendapatan perusahaan dibagi dengan nilai total aset perusahaan. Semakin besar nilai ATO semakin bagus perusahaan tersebut.

Inventory Turn Over Besar

Inventory Turn Over yang besar juga menjadi indikator dalam pemilihan saham perusahaan yang bagus Cara mengetahui Inventory Turn Over suatu perusahaan adalah dengan menghitung nilai penjualan/pendapatan dibagi dengan nilai persediaan. Semakin besar nilai ITO, maka semakin bagus perusahaan tersebut.

Current Ratio Besar

Current ratio yang besar artinya perusahaan tersebut mampu membayar utangnya atau kewajibannya secara berkala. Maka Perusahaan yang baik tentu memiliki current ratio cukup besar. Current ratio dapat dihitung dari aset lancar dibagi dengan dengan liabilitasnya (utang).

Net Income Margin Besar

Net income juga merupakan indikator penting apakah sebuah saham layak dibeli atau tidak. Cara menghitung Net Income suatu perusahaan yaitu laba bersih dibagi dengan pendapatan/penjualan. Semakin besar net income suatu perusahaan, tentunya akan semakin bagus.

Semoga informasi tentang laporan keuangan untuk investasi saham ini  dapat membantu dan tentunya cukup bermanfaat untuk kamu yang akan berinvestasi di saham. Jangan lupa sebelum berinvestasi saham alangkah baiknya untuk terus cek laporan keuangan perusahaan dan investasikan uangmu dengan bijak. Kuncinya tetap gunakan uang dingin dalam berinvestasi di instrumen saham!

Leave a Reply

Your email address will not be published.