Penjelasan Lengkap Kurs Jual dan Kurs Beli

Artikel ini akan membahas tentang arti dan ilustrasi kurs jual dan kurs beli secara detail, jadi kamu tinggal simak dengan baik supaya ilmu ini bisa benar-benar kamu pahami. Arti dari kurs beli sendiri adalah kurs yang digunakan ketika seseorang hendak menukarkan mata uang asing atau valuta asing dengan uang rupiah, sedangkan arti dari kurs jual adalah kurs yang digunakan ketika kamu hendak menukarkan uang rupiah dengan mata uang asing atau valuta asing. Jadi, bisa dikatakan bahwa kurs jual adalah harga jual suatu mata uang dan kurs beli adalah harga beli.

Bagi orang-orang yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan penukaran mata uang sebelumnya mungkin istilah ini sudah tidak asing lagi untuk didengar, tapi tentu hal ini akan berbeda bagi orang-orang yang baru saja hendak melakukan kegiatan ini, sebagian dari mereka kemungkinan besar akan merasa bingung dengan arti dari kedua istilah ini.

Selain itu, kurs memiliki beberapa peranan penting dalam hal transaksi, terutama untuk kegiatan ekspor dan impor. Sebab, sebuah kurs akan mampu menerjemahkan berbagai harga dengan mata uang berbeda dari negara yang juga berbeda. Sebuah kurs juga memiliki peranan penting dalam kegiatan forex atau arti lainnya adalah pasar mata uang asing. Kenapa bisa begitu? Karena pada kegiatan forex akan terjadi pertukaran mata uang asing dengan kurs yang sudah disetujui oleh berbagai pihak yang berkaitan.

Pengertian Kurs Jual dan Kurs Beli Beserta Contohnya

Sebenarnya selain kurs jual dan kurs beli, masih ada lagi salah satu jenis kurs yang belum disebutkan disini, yaitu kurs tengah. Apa itu kurs tengah? Kurs tengah adalah sebuah kurs yang berada di antara kurs jual dan kurs beli atau bisa juga disebut dengan kurs yang merupakan hasil dari penjumlahan kurs jual dan kurs beli dan kemudian hasil tersebut dibagi dua.

Nah, sekarang kita akan membahas ilustrasi kurs jual dan kurs beli. Jangan lupa untuk memahaminya dengan seksama supaya ilmu ini bisa kamu terapkan ke kehidupan nyatamu ketika ingin melakukan kegiatan pertukaran mata uang.

  1. Ilustrasi kurs beli

Semisal ada seseorang bernama Andri yang baru saja pulang dari Eropa dan ketika sesampainya dia di Indonesia, dia melihat bahwa uang liburannya masih tersisa 100 euro. Jadi, tentu uang liburan yang masih tersisa itu harus ditukarkan menjadi uang rupiah kan? Apalagi Indonesia menerapkan aturan tidak boleh menggunakan mata uang asing untuk bertransaksi apapun itu.

Lalu bagaimana perhitungan dalam pertukaran mata uang asing yang dimiliki Andri?

Perhitungannya akan disesuaikan dengan kurs beli euro terhadap rupiah, yaitu €100 x Rp. 14.000,00 = Rp. 1.400.000,00. Maka uang yang akan didapatkan Andri setelah menukarkan sisa uang liburannya itu adalah Rp. 1.400.000,00.

Contoh lainnya adalah sepulang Tina dari liburannya di Austria, ternyata ketika dia melihat uang liburannya masih tersisa €200. Karena pada saat itu Tina masih berada di bandara dan belum pulang ke rumahnya langsung, jadi dia menukarkan sisa uang liburannya itu di bandara.

Ternyata pada saat Tina melakukan penukaran, kurs beli euro mengalami sedikit perubahan, yaitu 1 EUR = Rp. 14.050,00. Maka perhitungannya pun akan berbeda dengan contoh sebelumnya, perhitungannya akan menjadi €200 x Rp. 14.050,00 = Rp. 2.810.000,00. Jadi uang rupiah yang akan didapatkan Tina adalah Rp. 2.810.000,00.

Bisa dikatakan perhitungan kurs beli akan ditentukan sesuai dengan kurs beli milik mata uang asing tertentu dan di waktu tertentu juga. Pasalnya, sebuah kurs entah itu beli dan jual kerap kali mengalami perubahan meskipun dalam jumlah yang sedikit.

  1. Ilustrasi kurs jual

Karena kurs jual sendiri adalah kurs yang digunakan ketika kamu hendak menukarkan uang rupiah dengan mata uang asing atau valuta asing, jadi kurs jual akan digunakan pada saat seseorang ingin menukarkan uang rupiahnya ke mata uang asing untuk digunakan dalam hal transaksi pada saat liburan ke luar negeri.

Contohnya, Indra sudah berencana dari jauh-jauh hari akan berlibur ke Inggris dan negara Inggris sendiri menggunakan mata uang euro. Jadi, selama liburan tentu Indra akan membutuhkan mata uang euro, maka dari itu pergilah Indra ke suatu bank untuk menukarkan uang rupiah yang dia miliki menjadi mata uang euro.

Dan pada saat itu, kurs jual 1 EUR = Rp. 14.500,00 sedangkan uang rupiah yang dimiliki Indra adalah Rp. 60.000.000,00. Lalu berapa euro yang akan didapatkan Indra untuk uang saku liburannya? Indra akan mendapatkan €4.137,9 karena Rp. 60.000.000,00/1 euro yang sama dengan Rp. 14.500,00 = €4.137,9.

Sebuah kurs jual dari suatu mata uang asing apapun itu tidak akan selalu sama, seiring waktu pasti akan mengalami perubahan meskipun hanya dalam jumlah yang sedikit. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan kurs jual dari suatu mata uang asing dimana tujuanmu berada supaya perhitunganmu tidak meleset.

Beberapa kegiatan di Indonesia yang masih bisa menggunakan mata uang asing

Meskipun secara umumnya semua transaksi di wilayah Indonesia diharuskan menggunakan mata uang rupiah, tapi terdapat beberapa hal di Indonesia yang masih bisa menggunakan mata uang asing, yaitu:

  • Pembayaran hutang luar negeri pemerintah
  • Belanja barang dan modal pemerintah
  • Penerimaan pajak dan nonpajak
  • Jual beli surat hutang atau obligasi
  • Transaksi online lintas negara
  • Transaksi yang terkait kegiatan ekspor dan impor
  • Simpanan dalam bentuk valuta asing (valas) di suatu bank
  • Konsumsi WNI di luar negeri
  • Transaksi pembiayaaan dari kreditur internasional
  • Transfer valuta asing (valas) ke luar negeri
  • Kredit valuta asing (valas) untuk kegiatan ekspor
  • Pasar uang antarbank (PUAB) yang berbentuk valuta asing (valas)
  • Obligasi valuta asing (valas)
  • Visa on arrival
  • Proyek infrastruktur strategis pemerintah dengan persyaratan tertentu

Selain kegiatan-kegiatan di atas, semua transaksi diwajibkan menggunakan uang rupiah. Hal ini perlu dilakukan supaya rupiah tidak semakin melemah di hadapan dollar. Jika situasi yang tidak sesuai aturan terus dibiarkan, maka perekonomian Indonesia sendiri akan mengalami penurunan yang sangat drastis bahkan tidak menutup kemungkinan krisis keuangan yang terjadi di tahun 1998 akan kejadian lagi.

Nah, sekarang sudah waktunya artikel yang membahas tentang arti dan ilustrasi kurs jual dan kurs beli berakhir. Yang perlu kamu ingat, minimnya pengetahuan atau ilmu tentang kurs jual dan kurs beli akan menyebabkan kekeliruan dalam memahami istilah kurs. Maka dari itu, pengetahuan ini perlu diketahui oleh banyak orang, khususnya untuk perusahaan yang aktif dalam kegiatan ekspor dan impor. Melakukan pengelolaan keuangan yang baik bisa membantu perusahaan dalam merespon pergerakan kurs yang sedang terjadi. Jadi, bisa dikatakan kamu tidak akan mengalami kerugian jika memahami betul pengetahuan ini.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *