Kesalahan Fatal dalam Investasi Saham yang Perlu Kamu Ketahui

Berani terjun ke pasar saham berarti Anda berani untuk memahami kesalahan fatal dalam investasi saham. Walaupun banyak digandrungi oleh kaum muda saat ini, pamor saham tak bisa menghilangkan risiko yang mungkin akan didapat. Sehingga, ketika hendak membeli saham, Anda harus mengetahui bahwa ada kemungkinan kesalahan yang fatal akan terjadi.

Kesalahan fatal yang dimaksud bisa membuat modal yang telah Anda tanamkan hilang begitu saja atau tak memberikan keuntungan untuk Anda sedikit pun. Disamping itu, kesalahan fatal dalam investasi saham membuat rasa percaya diri Anda menurun saat bermain saham. Dampaknya, Anda tidak bisa bangkit dari kesalahan yang telah Anda perbuat.

Berbuat kesalahan merupakan hal yang wajar. Namun sebisa mungkin, jika kesalahan tersebut masih bisa ditangani, maka sebaiknya kesalahan tersebut dapat diselesaikan. Atau sebelum memahami cara bermain saham lebih lanjut, Anda perlu memerhatikan hal-hal penting untuk bisa terhindar dari kesalahan fatal dalam investasi.

Kesalahan Fatal dalam Investasi Saham: Pemahaman Investasi Saham

Mengetahui kesalahan dalam investasi saham berarti Anda harus memahami investasi saham secara utuh terlebih dahulu. Investasi saham atau bisa juga disebut sebagai penanaman modal saham merupakan kegiatan penanaman modal dalam saham. Saham sendiri adalah aset perusahaan yang diwujudkan dalam bentuk lembaran.

Investasi pada dasarnya tidak melulu harus saham. Ada investasi emas, investasi reksadana, investasi obligasi, dan berbagai macam investasi lainnya. Investasi juga bukan berarti memberikan modal secara cuma-cuma. Lewat investasi, dana yang kita taruh akan semakin banyak. Dari selisih hargalah, modal yang kita tanam akan berlipat ganda.

Dalam hal ini, saham merupakan subjek dalam investasi yang dimaksud. Dengan melakukan investasi saham, Anda bisa mendapatkan selisih harga yang cukup besar dengan menjualnya. Para pemodal biasa menyebut hal tersebut sebagai trading. Ada juga investasi saham yang disimpan dalam jangkan panjang dan keuntungannya dikumpulkan setiap kali RUPS.

Berbeda dengan trading, investasi saham yang dilakukan jangka panjang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasilnya. Umumnya, investor baru bisa mendapatkan keuntungan setelah 3 – 5 tahun lamanya. Waktu tersebut juga bisa bervariasi, tergantung dengan jumlah lembar saham  yang dimiliki.

Yang pasti, investasi saham merupakan salah satu cara untuk bisa mendapatkan keuntungan dengan cara menanam modal. Menanam modal disini juga bisa diartikan dengan menabung. Bedanya, Anda harus senantiasa memantau pergerakan grafik saham untuk mendapatkan selisih harga yang diharapkan.

Tidak Mengetahui Risiko Investasi Saham

Kesalahan fatal yang paling sering ditemui ketika bermain saham adalah tidak tahu menahu risiko investasi saham. Hal tersebut sama saja seperti hendak bepergian menggunakan motor ke kota A, namun tidak mencari tahu terlebih dahulu kekurangan menggunakan motor. Di tengah jalan, kecelakaan bisa saja terjadi karena tidak tahu risiko dan penanganannya.

Begitu juga dengan saham. Jika hanya paham soal saham, maka Anda tidak akan bisa bertahan di dunia saham. Anda juga perlu mengetahui risiko saat berinvestasi. Entah itu kehilangan modal, harga saham yang merah terus menerus. Anda harus mengetahui kemungkinan terburuk sebelum bisa sampai ke kemungkinan terbaiknya.

Tidak Mempunyai Tujuan Pasti

Sebenarnya, apa yang membuat investasi saham banyak diminati oleh orang-orang? Apakah karena benefitnya yang besar, atau hanya sekadar ikut-ikutan saja? Dalam terjun ke dunia saham, tujuan yang pasti harus dipikirkan. Bahkan sebelum Anda mendapatkan selisih harga, Anda harus merancang tujuan.

Kesalahan fatal yang biasa dilakukan oleh investor awam saat memutuskan untuk tidak mempunyai tujuan pasti dalam bermain saham biasanya meliputi:

  1. Selisih yang didapat ditaruh sampai menumpuk tanpa ada perencanaan;
  2. Keuntungan langsung dibelanjakan saat itu juga;
  3. Sesaat setelah mendapatkan keuntungan, langsung membelanjakan saham lain untuk memenuhi portofolio.

Jika memang hal-hal diatas dilakukan, maka cepat atau lambat modal Anda akan habis tanpa sepengetahuan Anda. Ditambah tidak adanya tujuan yang pasti dalam perencanaan tujuan investasi saham Anda. Selesai sudah perjalanan Anda dalam bermain saham.

Terlalu Lama Berpikir

Saat melakukan pemantauan harga, Anda tidak bisa berlama-lama berpikir. Ini bukan tentang memilih barang yang bagus dan cocok seperti di pasar swalayan. Ketika mendapatkan harga yang tepat, Anda harus langsung menentukan langkah selanjutnya. Anda harus menentukan apakah Anda akan melepaskan saham atau menunggu kenaikan harga selanjutnya.

Sehingga, ketika Anda terlalu lama berpikir, Anda akan kehilangan momentum yang tepat. Selisih harga yang bisa didapatkan berkali-kali lipat akan sirna ketika Anda tidak mempunyai kejelasan arah dalam melakukan investasi. Namun tenang saja, Anda masih bisa mengimbanginya dengan membuat investment plan yang rinci dan detail.

Terlalu Takut Merugi

Saham merupakan hal yang sangat sensitif. Ketika perusahaan melakukan langkah yang tidak bijak dalam merespon kepentingan, saham perusahaan tersebut bisa langsung anjlok. Tidak perlu waktu lama, bahkan bisa saat itu juga. Mengapa demikian? Karena, sebesar dan sekuat apapun harga saham, maka tetap akan kalah dengan isu yang beredar di masyarakat.

Maka dari itu, ketika Anda terlalu takut merugi saat bermain saham, alasan tersebut tidak wajar. Saham memang sangat rapuh. Itu risiko yang harus Anda tanggung ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi saham. Rugi adalah makanan sehari-hari investor dan trader saham. Jika terlalu takut merugi, bermain saham bukanlah pilihan yang tepat.

Menyenangi Saham Murah Namun Tidak Potensial

Ketika melihat harga barang yang murah, insting manusia selalu mengatakan untuk ingin membelinya. Baik itu kualitasnya bagus atau tidak, yang pasti harganya murah dan ada uang untuk membelinya. Tanpa sadar, barang murah yang dibeli bisa disimpan untuk membeli barang yang lebih bagus hanya dengan sedikit menambahnya.

Sama halnya dengan saham. Ada beribu lembar saham yang murah, namun tidak menunjukkan prospek yang cerah. Sehingga, lebih baik untuk memahami dulu histori saham yang akan dibeli dan bagaimana posisinya di pasar saham. Dengan begitu, Anda bisa selamat dari kehilangan modal.

Ikut-Ikutan Membeli Saham

Kegiatan apapun itu yang tidak didasari dengan keinginan pribadi merupakan tindakan yang kurang tepat. Pasalnya, kita tidak akan memahaminya lebih dalam jika memang hanya ikut-ikutan. Penting untuk meyakinkan diri sendiri kalau berinvestasi saham adalah atas dasar keinginan pribadi.

Sehingga, ketika Anda menekuninya karena kemauan sendiri, Anda akan siap dengan kenyataan-kenyataan yang sesungguhnya. Saham yang diucapkan teman Anda mungkin terdengar menguntungkan, tetapi Anda belum pernah ikut langsung ke dalam pasarnya. Sekali Anda terjun langsung ke lapangan, maka Anda akan langsung mengetahuinya dan tidak merasa ditipu.

Mempelajari kesalahan fatal yang bisa terjadi saat Anda berinvestasi saham sama seperti memahami cara kerja saham. Dengan pantangan-pantangan yang patut diperhatikan, Anda bisa menyimpulkan jika saham merupakan hal yang sensitif. Sehingga, Anda harus mendalaminya dengan sepenuh hati.

Yang pasti, ketika Anda melakukan kesalahan fatal ketika melakukan investasi saham, bukan hanya modal Anda yang hilang. Namun, kemampuan finansial Anda ikut menurun. Maka, menghindari kesalahan fatal dalam investasi saham dapat menahan risiko yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *