17 Istilah Pasar Saham yang Harus Dipahami oleh Investor Pemula

Istilah pasar saham yang harus dipahami oleh investor pemula akan kita bahas pada artikel ini. Dengan memahami istilah-istilah tersebut, maka akan dapat memudahkan investor pemula untuk memulai terjun ke pasar saham. Simak deretan istilah pasar saham di bawah ini agar tahu lebih jelas.

Daftar Istilah Pasar Saham yang Harus Dipahami oleh Investor Pemula

Di dunia pasar saham banyak sekali istilah yang mungkin belum dipahami atau bahkan didengar oleh orang awam. Bagi seorang investor pemula, tentu saja sangat penting mengetahui dengan jelas tentang istilah-istilah tersebut. Berikut ini adalah berbagai istilah yang ada dalam pasar saham yang harus dipahami.

Sekuritas

Sekuritas adalah bukti kepemilikan atas aset atau kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut. Sekuritas atau yang sering disebut juga efek ini bisa berupa utang dan ekuitas. Sekuritas utang contohnya obligasi, obligasi pemerintah, dan sertifikat deposito. Sedangkan sekuritas ekuitas contohnya saham.

Perlu diketahui, membeli saham tidak bisa dilakukan sendiri. Pembelian saham harus melalui perusahaan sekuritas yang akan menjadi perantara antara investor dan pusat pasar modal. Perusahaan sekuritas sendiri merupakan perusahaan yang telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bursa Efek

Bursa efek merupakan pusat perdagangan atau tempat jual beli efek suatu perusahaan yang sudah tercatat di bursa tersebut. Sementara efek atau disebut juga sekuritas merupakan surat-surat berharga yang diperdagangkan di bursa efek. Bursa efek dikenal juga bursa saham menyediakan pasar yang aman untuk melakukan transaksi sekuritas dengan risiko rendah hingga nol.

Rekening Dana Nasabah

Rekening Dana Nasabah merupakan rekening yang dibuat untuk melakukan transaksi saham di perusahaan sekuritas. RDN ini dimanfaatkan untuk menyimpan saldo dana yang nantinya bisa digunakan untuk membeli saham. RDN juga dipakai untuk menyimpan dana dari hasil penjualan saham. Untuk mencairkan dana di dalam RDN, harus ditransfer ke rekening pribadi terlebih dahulu.

IPO, Listing, Delisting dan Relisting

IPO merupakan singkatan dari Initial Public Offering. IPO adalah penawaran perdana suatu saham dari sebuah perusahaan di bursa efek. Bisa juga diartikan sebagai penjualan pertama kali suatu saham perusahaan kepada publik. Di samping itu, suatu perusahaan harus memenuhi berbagai kriteria tertentu agar bisa mencatatkan saham di papan bursa efek.

Pencatatan saham suatu perusahaan di papan bursa efek disebut listing. Penghapusan saham suatu perusahaan dari papan bursa efek disebut delisting. Sedangkan relisting adalah pencatatan kembali saham suatu perusahaan di papan bursa efek yang telah melakukan delisting sebelumnya.

Auto Reject, Suspend dan Halting

Auto reject adalah penolakan secara otomatis oleh JATS (Jakarta Automated Trading System) terhadap jual beli efek karena harganya telah melebihi batas ketentuan bursa efek. Suspend adalah penghentian seluruh aktivitas perdagangan saham dalam periode waktu tertentu. Sedangkan halting adalah penghentian aktivitas perdagangan saham untuk sementara waktu akibat adanya perubahan harga yang signifikan tanpa informasi yang dianggap relevan.

Blue Chip, Middle Cap, dan Small Cap

Blue Chip, Middle Cap, dan Small Cap merupakan jenis saham dibedakan menurut kapitalis pasarnya. Saham blue chip adalah saham dengan kapitalis pasar lebih dari Rp 10 triliun. Saham blue chip ini berperan dalam menggerakkan IHSG karena harganya tinggi dengan volatilitas rendah dan memiliki fundamental perusahaan yang kuat.

Saham middle cap adalah saham dengan kapitalis pasar antara Rp 500 miliar hingga Rp 10 triliun. Saham middle cap memiliki harga yang stabil dan tergolong saham perusahaan yang sedang berkembang. Sedangkan saham small cap adalah dengan kapitalis di bawah Rp 500 miliar. Saham small cap harganya tidak stabil dengan volatilitas yang tinggi.

Saham Gorengan

Saham gorengan merupakan istilah yang sering dipakai untuk menyebutkan saham small cap. Saham gorengan memiliki harga yang tidak stabil. Hal ini terjadi karena adanya suatu kelompok yang mempermainkan harga saham tersebut untuk kepentingan tertentu. Pada umumnya saham ini memiliki pergerakan yang tidak bagus di bursa efek.

Emiten

Emiten digunakan untuk menyebut suatu pihak atau perusahaan yang mengeluarkan efek untuk diperdagangkan. Efek ini ditawarkan ke masyarakat atau investor dengan tata cara yang sesuai dengan peraturan undang-undang. Biasanya emiten melakukan penjualan efek berupa saham, obligasi, dan sukuk melalui pasar modal.

IHSG

IHSG merupakan singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Secara global, IHSG dikenal dengan sebutan ICI (Indonesia Composite Index) serta IDX Composite. IHSG adalah salah satu indeks pasar saham yang dipakai oleh Bursa Efek Indonesia. IHSG dapat dipakai sebagai indikator kenaikan ataupun penurunan pasar saham, baik secara nasional maupun internasional.

Profit Taking, Cut Loss, dan Stop Loss

Profit taking adalah usaha mengambil keuntungan dengan cara menjual saham ketika harganya lebih tinggi daripada harga belinya. Cut loss adalah tindakan menjual saham yang sedang bergerak turun agar terhindari dari kerugian yang lebih besar. Sedangkan stop loss adalah strategi memasang perintah pada sistem untuk menutup posisi trading secara otomatis di level tertentu.

Pasar Primer dan Pasar Sekunder

Pasar primer merupakan pusat perdagangan suatu perusahaan melakukan IPO (penawaran saham perdana). Setelah saham tercatat menjadi komoditi untuk diperdagangkan, maka transaksi jual beli saham dapat dilakukan di Pasar Sekunder. Pasar sekunder merupakan pusat perdagangan yang secara aktif menjual berbagai saham dengan harga yang berubah-ubah.

Indeks

Indeks dalam pasar saham adalah statistik yang menunjukkan pergerakan harga saham dalam sebuah kelompok saham. Indeks berfungsi untuk mengetahui kondisi pasar pada waktu tertentu, apakah dalam keadaan turun, stabil, atau naik.

Bullish dan Bearish

Bullish merupakan istilah untuk menyebutkan harga saham yang cenderung bergerak naik dalam jangka waktu tertentu. Sebaliknya, bearish merupakan istilah untuk menyebutkan harga saham yang cenderung mengalami penurunan.

Imbal dan Dividen

Imbal adalah keuntungan yang diperoleh dari investasi saham. Keuntungan ini terbagi menjadi 2 macam, yaitu dividen dan capital gain. Dividen adalah keuntungan yang diperoleh dari perusahaan atas saham yang dimiliki selama satu tahun.

Capital Gain dan Capital loss

Capital gain adalah keuntungan yang berasal dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi daripada harga saat membelinya. Sebaliknya, capital loss adalah kerugian yang harus harus ditanggung akibat harga jual saham lebih rendah daripada harga saat membelinya.

Kustodian

Kustodian adalah pihak atau lembaga yang bertugas menyimpan dan mengamankan dana milik investor. Kustodian juga bertugas mengawasi manajer investasi dalam mengelola dana milik investor agar tidak menyalahi aturan.

Stock Split

Stock split adalah proses pemecahan sebuah saham menjadi beberapa bagian. Hal ini berakibat pada harga yang terpecah pula, sehingga menjadi lebih murah. Stock split dilakukan untuk menambah jumlah saham serta mengontrol harganya agar lebih terjangkau.

Penutup

Demikian penjelasan tentang sebagian istilah pasar saham yang harus dipahami oleh investor pemula. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *