Pilih Investasi atau Trading? Tak Perlu Bingung, Pahami Perbedaannya!

Apa yang akan Anda pilih, Investasi atau trading? Saat dihadapkan dalam dua pilihan tersebut, sebaiknya Anda tak perlu bingung. Sebelum memilih diantara keduanya, maka pahamilah terlebih dahulu tentang perbedaannya. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah untuk mengambil suatu keputusan yang tepat.

Meski dalam dunia bisnis investasi dan trading sering dianggap sebagai hal yang sama, yaitu mengembangkan suatu aset. Namun pada hakikatnya, investasi dan trading memiliki proses dan cara yang berbeda. Pentingnya pemahaman tersebut akan menuntun Anda untuk sukses dalam mengelola keduanya.

Investasi atau Trading? Ini Dia Perbedaannya!

Investasi dan trading dilakukan banyak orang dengan harapan akan mendatangkan banyak keuntungan. Meski tujuannya sama, tapi jangan sampai terkecoh karena tidak semua orang bisa melakukan keduanya dengan mudah. Tidak semua orang cocok untuk investasi, dan begitu pula dengan trading tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik.

Untuk menentukan pilihan yang tepat antara harus memilih investasi atau trading, sebaiknya pahamilah terlebih dahulu perbedaanya.

  1. Investasi

Investasi merupakan suatu kegiatan dalam menanam modal. Bahkan semua kegiatan menanam modal dalam bidang ekonomi dianggap sebagai investasi. Setiap investor biasanya tidak akan menjalankan langsung usaha yang ia tanamkan modalnya. Dalam mendapatkan keuntungan, terdapat pihak lain yang akan mengelola uang tersebut.

Dalam investasi, Anda hanya akan menikmati suatu keuntungan dari hasil pengelolaan usaha yang dijalankan pihak lain. Namun tentu saja tidak semudah yang dibayangkan, tidak menutup kemungkinan Anda akan mengalami suatu kerugian. Hal itu sudah sangat wajar dalam investasi, karena merupakan suatu resiko yang harus dihadapi oleh setiap orang.

Investasi memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Saham, merupakan kegiatan menanam modal dalam suatu perusahaan yang telah tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). Investasi saham akan membuat Anda sebagai pemegang saham dan memperoleh hak dividen sebesar presentase saham yang dimiliki. Sifatnya mudah untuk diperjualbelikan, dan akan memberikan keuntungan yang cukup besar terutama jika saham dijual saat harga saham sedang naik. Namun memiliki resiko kerugian yang cukup besar juga, dimana harga saham akan dipengaruhi oleh keadaan politik, ekonomi dan faktor lainnya.
  • Reksa Dana, merupakan suatu wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari investor yang menyediakan modal, kemudian modal tersebut akan dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan pada portofolio efek. Investasi reksa dana terdiri dari beberapa jenis diantaranya saham, pasar uang dan obligasi. Reksa dana tergolong sebagai investasi jangka panjang yang aman. Uang yang diinvestasikan akan dikelola oleh seorang manajer investasi sehingga Anda tak perlu khawatir dan repot memantau perkembangannya setiap saat.
  • Deposito Berjangka, merupakan jenis investasi yang sangat aman dimana Anda hanya perlu menabung sejumlah uang dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Selama tiga bulan hingga 12 bulan, Anda tidak boleh mengambil uang dan jika terpaksa harus mengambilnya maka Anda akan dikenakan suatu penalti oleh bank tempat Anda melakukan deposito berjangka. Sebaliknya, semakin lama uang yang ditabung sebagai deposito maka keuntungan yang didapat pun akan semakin besar.
  • Surat Utang (Obligasi), merupakan surat utang jangka panjang ataupun menengah yang dapat dipindahtangan. Jenis investasi ini memiliki jangka waktu dari 1 hingga 10 tahun lamanya. Investasi ini merupakan salah satu jenis investasi yang aman karena sangat minim terjadinya gagal bayar, hal tersebut karena surat utang atau obligasi diterbitkan oleh pemerintah dan korporasi baik BUMN maupun swasta.
  • Properti, merupakan jenis investasi yang nilainya akan terus meningkat bahkan hingga 15 – 20 % per tahun. Jenis investasi ini sangat minim untuk terjadinya kerugian karena sudah menjadi kebutuhan dasar setiap orang.
  • Logam Mulia dan Emas, merupakan jenis investasi yang dapat diperjualbelikan oleh setiap kalangan masyarakat. Nilainya selalu stabil bahkan akan terus meningkat terutama saat terjadi kejadian-kejadian tertentu seperti adanya penurunan harga saham dan obligasi.
  • Asuransi, tidak hanya digunakan sebagai proteksi untuk melindungi keluarga dan suatu aset, kini asuransi dapat digunakan sebagai investasi yang menggabungkan antara asuransi dengan suatu dana yang dikelola seperti reksa dana.
  1. Trading

Salah satu menanam modal yang bersifat aktif, dimana Anda akan menjadi suatu pelaku usaha yang harus mengelola sendiri dana untuk meraih target suatu keuntungan pada periode tertentu. Keuntungan yang didapat akan tergantung dari usaha Anda sebagai trader yang melakukan pengelolaan modal.

Trading memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Trading Saham, merupakan aktivitas jual beli saham yang waktunya cukup singkat.
  • Trading Forex, yaitu perdagangan nilai kurs mata uang asing yang keuntungannya akan didapatkan apabila nilai kurs mata uang asing yang ditukarkan dengan nilai rupiah sedang memiliki nilai yang tinggi.
  • Trading emas, merupakan kegiatan jual beli emas dimana cara kerjanya hampir sama dengan trading forex.
  • Trading Binary, jenis trading yang mempertaruhkan sejumlah uang dan menentukan target untuk mendapat keuntungan. Biasanya berupa transaksi judi pertandingan bola ataupun pacuan kuda.
  • Trading Bitcoin, merupakan trading dengan objeknya berupa bitcoin. Modal yang dikeluarkan tidak selalu harus besar karena untuk mendapatkan keuntungan, trader harus cermat dalam memantau kenaikan ataupun penurunan harga bitcoin.

Dari perbedaan tersebut tentu dapat terlihat jelas bahwa antara investasi dan trading sangatlah berbeda. Jika seorang investor akan melibatkan pihak lain dalam pengelolaan dana, maka trader harus berperan aktif dalam pengelolaannya.

5 Hal Perbedaan Paling Mendasar antara Investasi dan Trading

Untuk lebih memahami antara investasi dan trading, berikut 5 hal perbedaan paling mendasar yang dapat Anda ketahui!

  1. Prinsip

Investasi memiliki prinsip buy and hold, sedangkan trading memiliki prinsip buy and sell. Hal itu terjadi karena investasi biasanya memiliki jangka waktu yang lebih lama dibandingkan trading.

  1. Strategi

Strategi yang dilakukan dalam berinvestasi biasanya investor akan membeli saham suatu perusahaan yang berfundamental baik. Sedangkan trading akan membeli saham suatu perusahaan yang harganya akan berpotensi naik dalam waktu dekat.

  1. Waktu

Investasi dilakukan dengan jangka waktu yang panjang, dan sebaliknya trading dilakukan dalam jangka waktu lebih pendek.

  1. Fokus

Investasi biasanya akan berfokus pada kesehatan suatu perusahaan, sedangkan trading hanya fokus pada kenaikan harga saham itu sendiri.

  1. Analisis

Analisis investasi yaitu berupa fundamental, dan analisis trading berupa teknikal.

Setelah mengetahui beberapa perbedaan mendasar antara investasi dan trading. Anda harus memikirkan juga faktor resiko yang mungkin akan dialami di kemudian hari. Investasi biasanya akan memiliki resiko yang rendah namun jangka waktunya begitu panjang. Sebaliknya resiko trading akan lebih tinggi, namun dalam jangka waktu yang pendek keuntungan bisa didapatkan.

Investasi atau trading? Kini pertanyaan tersebut tentu sudah dapat Anda jawab dengan mantap setelah memahami dengan jelas perbedaan antara keduanya. Tak perlu ragu lagi, mulailah mengelola dana dengan cara yang Anda mau!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *