Intip Yuk! Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sulawesi Utara – Manado

Peluang usaha dan potensi ekspor Sulawesi Utara-Manado,dapat diperkirakan mencapai angka yang cukup fantantis selama memasuki masa pandemi. Hal tersebut, ternyata telah terbukti dari adanya banyak pemberitaan yang membahas kemajuan ekspor dari Sulawesi Utara khususnya di Manado. Wilayah Manado, berhasil mengekspor berbagai macam tanaman hias hingga ke beberapa negara di tingkatan menengah ke atas, seperti halnya negara Hongkong, Amerika Serikat, Vietnam, Thailand, serta Singapura.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sulawesi Utara-Manado, Modal Minim!

Kemajuan suatu wilayah, biasanya didukung dari segi SDM atau Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang seringkali disingkat menjadi BPS, daerah Manado diketahui memiliki jumlah penduduk sebanyak 433  jiwa di tahun 2019. Kemudian, persentase banyaknya warga Manado yang produktif bekerja sebanyak 62,68%.

Adapun jika ditinjau dari segi musim atau iklim di kawasan Manado sendiri, suhu tertingginya yakni berkisar 34,3 οC. Sedangkan jumlah curah hujan yang terjadi selama periode di tahun 2019, paling banyak dirasakaan saat memasuki bulan Januari, tepatnya sebanyak 29 hari. Walaupun iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman, Kota Manado bukanlah sebuah wilayah dengan luas daratan yang sangat luas, daratan yang dimilikinya hanya berkisar 162,53 Km2.

Akan tetapi, bukan berarti wilayah yang kecil tersebut menjadi kendala bagi para penduduknya untuk meningkatkan perekonomian di wilayah Manado. Justru, sebagian besar warganya berinisiatif agar melakukan berbagai inovasi di bidang bisnis supaya lapangan kerja semakin besar hingga mampu menembus pasaran internasional. Karena memiliki iklim yang cukup hangat serta curah hujan yang cukup banyak tersebut, berbagai macam tanaman yang ditanam di dataran Manado umumnya akan tumbuh subur.

Sektor peternakan, sektor perdagangan, sektor industri, dan lain sebagainya terus ditingkatkan demi kemajuan pembangunan dari Kota Manado. Adapun sektor yang paling menonjol saat ini, terlihat dari sektor pertanian. Pasalnya, selain memiliki daerah dengan iklim yang sangat baik untuk bertani, modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar.

Walaupun belum menembus pasar ekspor, hasil pertanian pasti dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Tapi, faktanya banyak sekali negara lain yang membutuhkan impor produk pertanian dari negara tetangganya, dikarenakan kondisi dataran mereka yang tidak memadai serta iklim yang ada di negaranya tidak dapat membuat tanaman tumbuh dengan baik. Sehingga, disnilah peluang besar bagi para petani di Manado untuk melebarkan penjualannya hingga tingkat internasional.

Kini, bertani tidak melulu harus dilakukan di sebuah tanah lapang yang luasnya mencapai berhektar-hektar. Lahan yang sedikitpun, jika dimanfaatkan dengan baik maka dapat dijadikan sebagai tempat untuk bertani. Biaya secara keseluruhan dari segala perlengkapan yang dibutuhkan bagi petani dengan lahan yang minim, hanya membutuhkan paling sedikitnya Rp 450.000,-.

Tentu berbeda halnya dengan modal yang dibutuhkan oleh petani yang masih menerapkan sistem konvensional. Biaya yang dikeluarkan lebih besar, karena sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh manusia termasuk pemberian pupuk secara rutin. Alih-alih untung, seringkali petani yang menggunakan cara manual ini, mengalami kerugian akibat serangan hama yang berasal dari hewan maupun tanaman liar.

Buat kalian yang ingin memulai bisnis di sektor pertanian, sebaiknya cermati kembali metode seperti apa yang baik untuk menanam tanaman yang diinginkan. Tidak semua tanaman dapat diterapkan dengan  model bertani yang terbilang modern tersebut, beberapa diantaranya masih harus dipelihara menggunakan model lama atau manual. Namun, dari kedua sistem yang telah disebutkan ada hal yang perlu lebih diperhatikan, yakni terkait laju pertumbuhan atau dalam kata lain seberapa cepat dan seberapa sehat tanaman yang nantinya akan dihasilkan dari kebun atau sawah milik kalian.

Beberapa Usaha di Manado yang Memiliki Potensi Ekspor

  1. Tanaman hias

Akibat adanya kebijakan baru terhadap para pegawai, membuat banyak orang yang melakukan pekerjaannya dari rumah atau istilahnya Work From Home (WFH). Sehingga, masyarakat mulai mencari kegiatan baru yang sempat tersingkirkan akibat kesibukan keseharian di luar rumah, salah satunya yaitu mengoleksi tanaman hias. Merawat pekarangan di rumah menjadi hobi segar untuk menghilangkan kepenatan akibat berdiam diri di rumah dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, harga tanaman hias di pasaran baik sebelum mengalami masa pandemi ataupun ketika pandemi berlangsung memang beragam. Harga yang ditawarkan, tergantung dari ukuran tanaman, jenis, sampai dengan warna unik yang dimiliki oleh tanaman tersebut sebagai daya pikat dirinya. Apalagi dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia dengan keberagaman flora dan fauna yang ada kemungkinan besar banyak sekali tanaman hias baru yang belum terdaftar jenisnya sehingga banyak dicari oleh masyarakat dari luar negara Indonesia.

  1. Batok kelapa

Pohon kelapa banyak sekali ditanam di pinggiran pantai. Hal tersebut sangat cocok dengan kondisi daratan di Kota Manado yang pada dasarnya dikelilingi oleh pantai. Batok kelapa sendiri berpotensi dalam ketersediaan arang yang seringkali digunakan untuk membakar makanan seperti salah satunya adalah daging.

Keberadaan batok kelapa, sebenarnya termasuk kedalam kategori limbah rumah tangga. Namun, karena berasal dari tanaman, maka dapat dengan mudah didaur ulang dengan memanfaatkannya secara maksimal. Terlebih, pasokan di Kota Manado akan batok kelapa tersebut dapat terus meningkat seiring dengan fungsi dari batok kelapa yang bukan merupakan bahan makanan pokok masyarakat.

  1. Rotan

Karena sektor pertanian semakin memperlihatkan kemajuannya, maka segala upaya dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Manado supaya para petani dapat merasakan peningkatan taraf hidup dirinya terutama dari segi perekonomian. Adapun bahan baku rotan sendiri, ternyata memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan di berbagai negara melalui sistem ekspor.  Hal tersebut, dikarenakan bahan rotan mampu untuk dikembangkan lebih lanjut di dalam industri kerajinan maupun industri yang bergerak di bidang furniture.

Meskipun bisnis rotan yang diharapkan dapat menggapai pasar internasional belum terealisasikan, rencana demi rencana telah disusun dengan matang agar kedepannya hal ini mampu terwujud dalam kurun waktu dekat. Nyatanya, banyak masyarakat yang lebih memilih memanfaatkan rotan dibandingkan dengan kayu. Alasan seperti ini juga yang menjadi dasar kekuatan potensi dari keberhasilan sektor perdagangan rotan menuju kancah internasional.

  1. Ikan tuna

Selain hasil pertanian yang sangat kuat potensinya dalam menembus pasar ekspor ke berbagai negara, ada juga dari jalur laut yang memungkinkan hasil tangkapannya mampu dipasarkan ke luar negara Indonesia. Salah satu kekayaan laut yang berlimpah dimiliki oleh pantai Kota Manado yaitu ikan tuna. Terbukti, sudah banyak di luaran yang berusaha mengolah ikan tuna menjadi bermacam-macam makanan olahan termasuk sediaan kaleng guna menjaga kesegaran ikan dalam jangka waktu yang lama.

  1. Rumput laut

Bahan baku seperti rumput laut, banyak digemari oleh segala usia, karena manfaat didalamnya baik untuk kesehatan tubuh serta dapat dengan mudah diolah dan dipadukan bersama makanan lainnya. Makanan olahan yang dari rumput laut, dikenal oleh masyarakat luas berasal dari negara Jepang atau negara Korea Selatan. Padahal, di Indonesia sendiri salah satunya di Kota Manado, jumlah produksi rumput lautnya cukup berlimpah.

Keterbatasan sosialisasi akan manfaat rumput laut, membuat penduduknya mulai enggan berbisnis di bidang tersebut, sehingga menjadikan harga jualnya kian melonjak di Manado pada tahun 2015. Akan tetapi, sejak tahun 2020, Manado telah bangkit kembali bahkan telah mengekspor sebanyak 53,5 ton rumput laut ke negara Vietnam. Hal tersebut tentu menjadi salah satu langkah positif supaya di tahun-tahun berikutnya Manado mampu mengirim hasil lautnya hingga ke berbagai negara di seluruh dunia.

Sekian pembahasan mengenai peluang usaha dan potensi ekspor Sulawesi Utara-Manado pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan jangan pernah letih untuk selalu berinovasi dalam bidang apapun. See ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *