4 Jenis Instrumen Pasar Modal Yang Penting Diketahui

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar mengenai instrumen pasar modal bukan? Terlebih bagi Anda yang tertarik dalam investasi, mengetahui berbagai instrumen atau produk pasar modal merupakan pilihan penting.

Nah, pasar modal atau capital market tersebut tak jauh berbeda dengan pasar umumnya. Di dalamnya akan Anda temui penjual dan pembeli. Namun yang membedakannya, penjual di pasar modal merupakan pencari dana. Sedangkan pembeli di pasar modal merupakan investor.

Dengan kata lain, pasar modal merupakan sebuah sistem keuangan yang telah terorganisasi secara baik. Selain itu, perekonomian sebuah negara dapat dilihat dari perkembangan pasar modalnya. Semakin ramai transaksinya, maka semakin tinggi peluang-peluang berharga di dalamnya.

4 Jenis Instrumen Pasar Modal Yang Paling Umum

Untuk instrumen dalam pasar modal sendiri secara garis besar adalah semua surat-surat berharga yang diperniagakan di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Pada umumnya instrumen atau produk dari pasar modal tersebut memiliki jangka waktu panjang dan terdiri dari beberapa jenis.

Di bawah ini adalah beberapa instrumen dalam pasar modal yang penting diketahui:

  1. Saham

Instrumen dalam pasar modal yang pertama yaitu Saham. Instrumen yang satu ini sudah tak asing lagi diperjualbelikan di pasar modal (bursa efek). Sehingga secara garis besar saham merupakan sertifikat bukti kepemilikan atau tanda penyertaan modal yang diusung oleh suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas (PT).

Dengan begitu pemegang saham memiliki hak atas penghasilan dan aktiva dari perusahaan atau PT tadi. Pada umumnya, saham terbagi menjadi dua jenis saham. Di antaranya saham biasa dan juga saham preferen atau saham istimewa.

Saham biasa merupakan bentuk saham yang paling populer dan banyak digunakan oleh para emiten untuk mengumpulkan dana dari para investor. Sedangkan untuk saham preferen atau saham istimewa, ialah bentuk saham yang memiliki hak utama yang mencakup pembagian keuntungan dan hak-hak lainnya.

Nilai Saham yang Penting Diketahui

Dalam instrumen saham, terdapat tiga jenis nilai saham yang penting untuk diketahui sebagai berikut:

  • Nilai nominal, merupakan suatu nilai yang terdaftar pada saham itu sendiri.
  • Nilai efektif, merupakan suatu nilai yang terdaftar pada kurs resmi jika saham tersebut diperdagangkan di suatu bursa efek.
  • Nilai intrinsik, merupakan suatu nilai saham saat akan diperdagangkan.
  1. Obligasi

Produk atau instrumen dalam pasar modal yang berikutnya adalah Obligasi. Instrumen yang satu ini, merupakan bentuk surat pengakuan utang dari suatu perusahaan. Obligasi tersebut nantinya akan dibayar saat waktu jatuh tempo, sesuai nilai dari nominalnya.

Dalam hal ini penghasilan yang akan didapatkan dari obligasi tersebut berupa bentuk tingkat bunga. Karena tingkat bunga yang akan dihasilkan tersebut dibayarkan oleh perusahaan yang menerbitkan obligasi tadi saat jatuh tempo tiba.

Selain itu, umumnya suatu obligasi memiliki pergerakan yang berlainan dengan berubahnya suku bunga. Apabila suku bunga sedang menurun, nilai dari obligasi tersebut akan diperkirakan meningkat.

Sebab sebagian investor lainnya lebih cenderung berinvestasi melalui instrumen obligasi. Namun sebaliknya, apabila suku bunga sedang meningkat dapat dipastikan nilai dari obligasi tersebut akan menurun. Sehingga para investor lebih memilih untuk memasukkan uangnya ke bank.

Berikut beberapa aspek penting dalam Obligasi:

  • Obligasi atas unjuk atau bearer bonds, yang berarti pemegang dari obligasi tersebut dianggap sebagai pemilik dari hak obligasi tersebut.
  • Obligasi atas nama atau registered bonds, yang berarti pemilik hak obligasi mencakup sejumlah nilai uang di dalamnya. Sehingga pemegang atau pemilik hak tadi namanya telah sesuai dengan nama yang tertera pada obligasi tersebut.
  1. Derivative (Surat Berharga Turunan)

Instrumen dalam pasar modal selanjutnya adalah Derivative, yang disebut sebagai instrumen turunan. Kenapa disebut turunan? sebab instrumen yang satu ini terdiri dari beberapa efek yang diturunkan dari instrumen lainnya yang disebut dengan underlying.

Instrumen turunan tersebut terdiri dari beberapa jenis seperti; option, warrant dan right. Berikut beberapa hal yang membedakan ketiganya:

  • Option (Opsi)

Instrumen turunan yang disebut dengan Opsi ini merupakan sebuah surat pernyataan. Surat tersebut diterbitkan oleh seseorang ataupun suatu lembaga yang bukan emiten. Di terbitkannya surat tersebut bertujuan untuk memberikan hak pada pemegangnya.

Sehingga dalam hal ini pemegang dapat menggunakannya untuk membeli saham atau call option, dan untuk menjual saham atau put option. Berdasarkan dari harga yang sudah diterapkan sebelumnya.

  • Warrant

Sedangkan Warrant merupakan instrumen turunan yang berbentuk surat berharga. Surat berharga tersebut diterbitkan oleh suatu perusahaan, dengan tujuan memberi hak penuh kepada pemegangnya.

Pemegang surat berharga di sini dapat melakukan kegiatan seperti membeli saham perusahaan tadi, dengan adanya persyaratan yang sudah ditentukan terlebih dahulu. Umumnya persyaratan yang ditentukan mencakup harga, jumlah, hingga masa berlaku dari warrant itu sendiri.

  • Right

Right merupakan surat yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan, dengan memberikan hak penuh pada pemegang atau pemilik saham biasa. Sehingga pemilik saham atau pemegang surat dapat membeli lagi tambahan saham pada pengeluaran saham yang baru. Hal inipun dikenal pula sebagai prosedur “Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” atau HMETD.

  1. Reksa Dana

Reksa Dana merupakan instrumen dalam pasar modal yang berperan sebagai wadah yang dapat dipergunakan untuk mengumpulkan suatu dana. Dana yang dikumpulkan dari pemodal atau investor tersebut, nantinya akan diinvestasikan dalam bentuk Portofolio Efek oleh seorang Manajer Investasi.

Berdasarkan dari jenis investasinya, reksa dana sendiri dapat dibagi menjadi empat jenis. Simak selengkapnya di bawah ini:

  • Reksa Dana Saham

Dalam reksa dana saham, dapat disimpulkan bahwa menginvestasikan dana di sini ialah pada bentuk saham-saham dari para emiten. Jenis reksa dana saham dapat berpotensi memiliki risiko yang cukup besar. Dengan tingkat return atau pengembalian yang besar pula. Sehingga dapat disebut sebagai high risks high returns.

  • Reksa Dana Pasar Uang

Jenis reksa dana pasar uang atau Money market Funds ini, adalah jenis reksa dana yang tahap menginvestasikan dananya tertuju pada pasar uang. Tidak seperti reksa dana saham tadi, jenis reksa dana ini justru dapat memberikan pengembalian dan juga tingkat risiko yang rendah.

  • Reksa Dana Obligasi

Untuk reksa dana jenis obligasi ini, memiliki tingkat pengembalian dan juga risiko yang terbilang menengah. Namun, dapat disebut pula sebagai reksa dana dengan pendapatan yang tetap atau Fixed Income Funds.

  • Reksa Dana Campuran

Sedangkan reksa dana campuran atau Discretionary Funds merupakan reksa dana yang menempatkan dananya ke dalam beberapa opsi seperti pasar uang, obligasi dan juga saham. Sehingga disebut sebagai reksa dana campuran.

Memilih Instrumen dalam Pasar Modal Paling Tepat 

Jika Anda tertarik memiliki salah satu instrumen pasar modal di atas, bergabunglah terlebih dahulu dengan suatu perusahaan sekuritas atau broker. Dengan begitu, broker yang tepat dapat membantu Anda melayani berbagai transaksi di pasar modal secara tepat dan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *