Cara Menggunakan Indikator Accumulation Distribution (AD)

Di dunia saham, banyak analisis yang dilakukan untuk mencermati pergerakan saham pada bursa. Salah satu yang sering dipakai adalah accumulation Distribution (AD), sebagai tolok ukur sejauh mana saham investor berpotensi naik atau turun. Cara menggunakan indikator accumulation distribution (AD) juga perlu diketahui.

Kenapa begitu? Supaya Anda tidak salah dalam menyimpulkan sebuah grafik saham. Sebab banyak indikator lain yang mirip, tapi ternyata memberikan data yang salah. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Indikator Accumulation Distribution (AD)?

Secara teoritis accumulation distribution merupakan salah satu indikator untuk melakukan penghitungan uang yang keluar masuk pada saham tertentu. Cara hitungnya pakai volume kemudian dilakukan konfirmasi trend,  sehingga pemilik saham bisa mendapat peringatan ketika terjadi pelemahan harga sahamnya.

Ada juga yang menyebutnya sebagai salah satu variasi dari jenis on balance volume, dibuat oleh salah seorang analis trader bernama Marc Chaikin. Awalnya dipakai untuk memilih saham, namun berkembang dengan fungsinya yang lebih banyak. Jadi, kalau mau main saham maka Anda wajib tahu cara baca dan menggunakannya.

Selain indikator AD, banyak indikator lain yang dijadikan acuan dalam bursa saham. Masing-masing punya fungsi berbeda tapi tujuannya tetap sama, yaitu untuk memastikan langkah-langkah investor jangka pendek dan jangka panjang.

Jangka pendek, misalnya untuk memastikan apakah hari ini harus tarik saham akibat tren negatif yang terjadi. Sedangkan jangka panjang, lebih kepada penyusunan strategi apakah perlu mencari emiten baru atau bertahan pada emiten yang sudah dipilih saat ini, untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

3 Hal yang Dihitung Dari Indikator Accumulation Distribution (AD)

Tiga hal bisa dibaca dari indikator ini, masing-masing memiliki makna penting untuk pemain saham. Yaitu:

  • Customer Lifetime Value (CLV)

Yaitu indikator untuk mencari nilai pemilik saham dari sebuah emiten, dimana pada indikator akan dihitung nilai CLV terdekat. Kemudian disandingkan dengan harga saham pada periode penutupan.

Untuk saham dengan nilai melemah pada penutupan nilainya adalah -1, sedangkan saham nilai tertinggi akan diberi+1.

Untuk menghitung CLV dipakai rumus standar yaitu {(harga saham saat penutupan – harga saham terendah) – (harga saham tertinggi – harga saham periode penutupan) – harga saham tertinggi – harga saham terendah)}

  • Alur Uang

Alur ini akan memperlihatkan pergerakan uang di bursa saham pada sebuah periode. Ketika nilai yang didapat adalah positif maka akan ada uang masuk yang diterima pemilik saham, sedangkan jika hasilnya negatif maka uang keluarlah yang lebih banyak.

Cara menghitungnya adalah dengan = CLV x volume

Untuk melakukan penghitungan dibutuhkan data yang akurat dan realtime pada periode yang diinginkan, sehingga hasilnya benar-benar real dan bisa dijadikan bahan analisa sebelum bertindak. Sebab pergerakan di bursa saham sangat cepat, beda jika Anda melakukan investasi dalam bentuk properti atau lainnya.

Salah hitung saja akan fatal akibatnya untuk melanjutkan investasi saham, makanya tak sedikit yang melibatkan ahli untuk melakukan penghitungan-penghitungan terkait analisa alur uang, CLV dan pergerakan saham yang akurat.

  • Accumulation Distribution

Setelah dua nilai diatas diperoleh, maka barulah Anda bisa mendapatkan berapa indeks dari akumulasi distribusi caranya adalah melalui rumus = nilai AK terkini = nilai AK periode sebelumnya – Alur Uang periode terkini.

Cara Menggunakan Indikator Accumulation Distribution (AD)

Indikator ini bisa digunakan untuk beberapa analisa, bisa ditempatkan pada bagian bawah grafik harga atau tepat pada grafik harga sehingga pembacaannya jadi lebih maksimal.

  1. Konfirmasi Trend

Menggunakan indikator ini adalah untuk melihat konfirmasi trend, ketika terjadi trend naik atau turun, maka accumulation distribution akan mengikuti trend tersebut. Jadi bisa dilihat apakah pergerakan saham bisa menguntungkan atau malah merugikan pemain saham.

  1. Kondisi Divergence

Divergence merupakan salah satu indikasi terjadinya pelemahan pada pasar saham. Pada grafik divergence, yang terjadi adalah ketika harga saham bergerak menuju satu arah, baik itu naik atau turun grafik ini akan memiliki gerakan berlawanan.

Makanya ketika indikator ini dipakai, bisa lebih cepat memperlihatkan kecenderungan harga berbasis divergence. Sehingga pemilik saham bisa melakukan tindakan untuk menyelamatkan sahamnya ketika grafik berpotensi negatif.

Kolaborasi Accumulation Distribution Dengan Indikator Lain

Melakukan kolaborasi antara indikator ini dengan yang lain sangat mungkin dilakukan. Jika Anda ingin mendapatkan informasi dan analisis yang lebih akurat di pasar saham.

Misalnya, kolaborasi indikator momentum dengan AD, untuk melihat bagaimana peluang profit yang akan bisa diambil pada masa tertentu. Momentum bertugas untuk melihat konfirmasi kondisi saham dan kapan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham.

Sedangkan AD akan menjalankan tugas sesuai fungsi utamanya, sehingga didapatlah sebuah analisis teknikal yang cukup akurat bagi pemilik saham. Apakah pada periode tertentu yang dicek, mereka harus bertahan atau hold atau malah melakukan cut loss untuk menghindari rugi banyak.

Bisa juga dengan kolaborasi antara indikator lain, sebagai penguat hasil analisa sebelum melakukan tindakan. Walaupun tidak seratus persen tepat, tapi kolaborasi indikator ini bisa dijadikan salah satu acuan agar tidak salah bertindak.

Trik Pintar Pakai Accumulation Distribution

Bagi pemain saham baru, menggunakan indikator ini mungkin agak sulit tapi sebenarnya ada trik pintar untuk melakukannya. Mau tahu apa saja trik tersebut?

  • Pakai Mode Demo Aplikasi

Trik pertama yang bisa dilakukan adalah, melihat dan memahami demo aplikasi trading yang menggunakan indikator AD. Anda dapat melihat tren yang terjadi dari indikator tersebut, kemudian memahami cara membaca hasil grafik yang ada.

Melihat demo bisa dilakukan sesering mungkin, bila perlu dari beberapa aplikasi yang terpercaya. Biasanya aplikasi akan secara otomatis memperlihatkan grafik yang menggunakan indikator ini, sebab kebanyakan memang mengandalkan indikator ini sebagai salah satu poin penting dalam membaca pergerakan saham terkini.

  • Diskusi Dengan Pakar

Anda juga bisa berdiskusi intensif dengan pakar bursa saham, misalnya masuk dalam komunitas trading untuk mendapatkan informasi seputar penggunaan indikator tersebut.

Pada komunitas-komunitas skala besar, biasanya anggota komunitas tidak akan pelit memberikan informasi. Bahkan secara detail lengkap dengan analisis dan trik-trik yang Anda butuhkan, sehingga penggunaan indikator ini jadi lebih efektif dan efisien untuk saham yang Anda miliki.

  • Sering Main Saham Skala Kecil

Jika rasanya sudah mampu menganalisia sendiri hasil grafik yang terlihat dari indikator ini dan kolaborasinya dengan indikator lain, Anda bisa mulai bermain saham skala kecil melalui aplikasi.

Kemudian lihat pergerakannya secara realtime dan analisislah hasilnya, lalu lakukan kesimpulan dan ambil tindakan yang menurut Anda paling tepat.

Itulah penjelasan lengkap, seputar cara menggunakan indikator accumulation distribution (AD) di dunia saham. Semoga bermanfaat bagi Anda yang saat ini ingin berinvestasi saham, semakin paham tentang analisis menggunakan indikator maka akan semakin leluasa Anda melakukan investasi yang menguntungkan di bursa saham.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *