Mengenal 7 Jenis Indeks Saham Yang Ada di Indonesia

Apakah kalian tertarik untuk terjun dalam dunia investasi saham pada pasar modal? Namun, masih asing dengan istilah indeks saham. Nah, berikut kami akan memaparkan pengertian indeks saham beserta jenis indeks saham khususnya yang ada di Indonesia. Simak baik-baik ya dan jangan sampai ada yang terlewat!

Jenis-jenis indeks saham sangat penting diketahui oleh para investor. Kira-kira taukah kamu apa tujuannya? Tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan serta pergerakan harga saham yang ada di bursa efek. Selain itu indeks saham juga dapat dijadikan acuan dalam hal investasi di pasar modal.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak infonya bersama-sama berdasarkan ulasan di bawah ini ya!

7 Jenis indeks saham

Sebelum kalian mengetahui jenis-jenis indeks saham yang ada di bursa efek, terlebih dahulu kalian harus mengetahui pengertian indeks saham itu sendiri.

Lantas, apa yang dimaksud dengan indeks saham? Jadi pengertian indeks saham adalah harga atau nilai dari saham-saham emiten yang sudah dikelompokkan berdasarkan klasifikasi tertentu.

Apa tujuan dari pengelompokkan tersebut? Tujuannya adalah agar para investor memiliki acuan ketika mereka hendak berinvestasi di pasar modal.

Di Bursa Efek Indonesia atau disingkat BEI saat ini terdapat 11 macam  indeks saham yang dapat kalian temui baik melalui media cetak ataupun elektronik. Penasaran mau tau apa saja jenis-jenis indeks saham tersebut? Mari kita simak uraian berikut ini!

  1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG merupakan indeks yang menggunakan semua emiten yang ada pada Bursa Efek Indonesia atau BEI dimana hal itu akan dijadikan komponen dalam perhitungan indeks harga saham.

Tak hanya itu saja, BEI juga mempunyai wewenang untuk memasukkan atau mengeluarkan beberapa perusahaan publik atau emiten yang telah tercatat. Hal itu berguna untuk dapat menunjukkan keadaan yang ada di pasar modal agar terjadi sewajarnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini juga sering disebut sebagai Jakarta Composite Indeks (JCI). JCI pertama kali dibentuk pada tanggal 1 April 1983 yang mana berfungsi sebagai indikator dengan adanya pergerakan ataupun perubahan harga saham yang terjadi pada BEI.

Namun, hal itu tidak selalu menjadi acuan terhadap semua harga saham yang ada di BEI baik saat mengalami kenaikan atau penurunan. Mengapa demikian? Karena jika IHSG mengalami kenaikan maka sebagian harga saham yang tercatat di bursa efek juga akan cenderung naik daripada harga saham di bursa efek mengalami penurunan.  Hal itu juga akan berlaku sebaliknya.

Selain itu IHSG juga memiliki 2 fungsi penting bagi para investor, apa saja itu? Berikut kita simak informasinya ya!

Fungsi utama IHSG bagi investor antara lain yaitu :

  • Sebagai repersentasi perkembangan harga saham

Dalam hal ini IHSG dimanfaatkan oleh para investor untuk memantau terjadinya pergerakan serta perkembangan harga saham di Indonesia yang terjadi pada bursa efek. Hal itu juga dikarenakan IHSG merupakan indikator penting bagi kinerja saham yang ada pada bursa efek.

So, untuk para investor yang ingin melihat trend yang ada pada bursa efek, kalian hanya tinggal mengamati pergerakan angka yang ada pada IHSG.

  • Sebagai acuan portofolio

Fungsi yang kedua ini dapat dijadikan acuan dalam portofolio saham. Maksudnya ialah saat IHSG mengalami pergerakan yang lebih tinggi daripada kenaikan harga saham portofolio pada saham yang dimiliki para investor, artinya kinerja dari portofolio saham tersebut sedang tidak baik. Hal itu juga akan berlaku sebaliknya.

  1. Indeks Kompas100

Yang dimaksud dengan indek kompas100 adalah indeks saham yang tersusun atas 100 saham dari perusahaan publik atau emiten yang telah tercatat di BEI. Hal itu sudah mewakili sekitar 70 sampai 80 persen dari total nilai kapasitas seluruh saham yang ada pada bursa efek.

Indeks saham ini juga dapat memberikan gambaran sekaligus kecenderungan terhadap arah pergerakan indeks saham pada BEI. Indeks saham kompas100 juga memberikan manfaat bagi para investor, yaitu untuk terus memberikan inovasi terhadap pengelolaan dana yang berbasis saham.

  1. Indeks LQ45

Jenis indeks yang satu ini merupakan alternatif selain IHSG. Selain berfungsi sebagai pelengkap IHSG, ternyata saham ini juga dapat digunakan sebagai sarana yang sifatnya objektif serta terpercaya oleh berbagai pihak seperti analisi keuangan, manager investasi serta pihak investor dalam hal mengawasi pergerakan harga saham yang terjadi pada BEI.

Komponen dalam indeks LQ45 memiliki kualifikasi sebagai berikut:

  • Perusahaan publik harus mempunyai kinerja serta prospek yang baik untuk ke depannya.
  • Perusahaan publik sudah melakukan listing di BEI minimal tiga bulan terakhir.
  • Perusahaan publik dalam indeks LQ45 merupakan salah satu saham yang dinilai likuit pada BEI.
  • Perusahaan publik harus mempunyai kapitalisasi pasar dalam 60 saham dalam waktu satu tahun.
  1. Indeks Bisnis 27

Indeks ini diluncurkan oleh BEI pada tahun 2009 yang bekreja sama dengan Bisnis Indonesia. Perlu kamu ketahui jika saham-saham yang masuk dalam indeks ini merupakan saham yang mempunyai likuiditas tinggi. Saham-saham tersebut juga merupakan saham pilihan berdasarkan acuan parameter kinerja fundamental serta teknikal.

Apa yang dimaksud dengan kriteria fundamental? Jadi dalam hal ini saham harus mempunyai laba usaha, laba bersih serta ROA atau Return On Asset, ROE atau Return On Equity serta DER yang baik.

Sedangkan kriteria teknikal yang dimaksud adalah pertimbangan dalam hal nilai, volum, frekuensi, jumlah hari transaksi dan kapitalisasi saham-saham.

  1. Indeks SRI-KEHATI

Adanya kerjasama dengan yayasan KEHATI maka BEI membentuk indeks saham SRI-KEHATI.  Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi tambahan terhadap para pihak investor. Dimana informasi tersebut berisi tentang perusahaan manakah yang nanti akan menguntungkan secara ekonomi, tetapi akan tetap peduli terhadap kondisi pelestarian lingkungan hidup.

Mekanismenya ada 3 tahap yaitu:

  • Seleksi aspek bisnis inti
  • Seleksi aspek finansial
  • Seleksi aspek fundamental
  1. Indeks sektoral

Pada indeks ini tersusun dari semua perusahaan publik yang telah tercatat di BEI serta dikategorikan dalam sembilan sektor. Adapun 9 sektor tersebut adalah sektor pertambangan, pertanian, aneka industri, industri dasar, infrastruktur, keuangan, barang konsumsi, perdagangan, dan sektor jasa.

Tak hanya itu saja, BEI juga menggabungkan perusahaan-perusahaan publik yang masuk dalam sektor industri dasar, aneka industri serta industri barang konsumsi menjadi indeks industri manufaktur.

  1. Jakarta Islamic Index (JII)

Bagi kalian yang tertarik berinvestasi saham dengan menggunakan prinsip syariah, maka wajib mempertimbangkan indeks saham yang satu ini. JII terdiri dari 30 saham yang bergerak dalam bidang industri saham yang telah sesuai dengan prinsip syariah Islam.

Dimana saham-saham dalam indeks ini merupakan saham yang sifatnya halal. Mengapa? Karena pada sistem operasional emitennya tak terdapat unsur riba di dalamnya. Selain itu saham – saham yang ada pada indeks ini juga tidak terbebani dengan bunga hutang yang berlebihan, karena mayoritas perolehan saham dari perusahaan publik tersebut tidak berasal dari hutang.

Penutup

Itu tadi pembahasan kita mengenai jenis indeks saham yang ada di Indonesia. Semoga setelah membaca artikel ini dapat menambah wawasan bagi kalian ya!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *