Berapa Lama Sebaiknya Kita Hold Saham?

Berbicara mengenai istilah “Hold Saham”, lantas berapa lama sebaiknya kita Hold Saham?. Karena bagi sebagian besar trader, kondisi hold saham ini terbilang cukup krusial. Sehingga dalam menentukan keputusan “hold” suatu saham tidak bisa sembarangan.

Di samping itu bagi setiap trader yang telah lama berkecimpung di dunia trading saham, tentu sudah lumrah dengan istilah hold saham ini. Sedangkan bagi trader pemula, dibutuhkan mempelajarinya terlebih dahulu, agar bisa menjalankan proses trading saham dengan tepat.

Mengenal Istilah Hold Saham dan Berapa Lama Sebaiknya Kita Hold Saham?

Perlu diketahui bahwa “hold” ini dari bahasa Inggris, yang bisa diartikan sebagai “menahan” ataupun “memegang”. Secara garis besar hold saham yaitu menahan ataupun tidak menjual saham yang telah dibeli atau sebelumnya telah dimiliki karena berbagai faktor.

Secara umum apabila seorang trader membeli suatu saham kemudian memutuskan hold atau menyimpannya, maka take profit sudah pasti adalah tujuannya. Meski begitu, setiap trader yang memutuskan hold saham tidak bisa selamanya melakukan strategi hold saham.

Ada kalanya suatu saham yang di-hold dalam jangka waktu pendek, justru setelah adanya take profit harganya bisa terus naik. Namun sebaliknya, apabila suatu saham terlalu lama di-hold harga sahamnya justru bisa saja cepat turun tanpa bisa diprediksi.

Sehingga dalam strategi hold saham ini, dibutuhkan waktu hold yang ideal agar prosesnya tepat. Nah, dalam menentukan berapa lama waktu yang ideal untuk dilakukan hold saham, time frame dan juga target take profit bisa menjadi patokannya.

Time Frame dan Target Take Profit

Setelah kita membeli suatu saham, tentunya kita harus memiliki target. Misalnya, target saham nantinya akan dijual di harga berapa. Sehingga dengan adanya target ini, artinya kitapun sudah memiliki arah yang jelas dalam trading saham.

Di samping itu untuk bisa menentukan target take profit, kita bisa melakukannya dengan cara analisis support-resisten. Analisis ini umumnya terbentuk dan juga dekat dengan chart suatu saham. Kita sebagai trader, membutuhkan pengetahuan mengenai berbagai analisa teknikal.

Berapa lama proses hold ini bisa kita awali dengan membeli suatu saham di Bursa Efek, dengan harga 900 misalnya. Saham ini kita targetkan untuk dijual kembali di harga 970 saja. Dengan begitu, tunggu sampai saham yang kita miliki naik di harga 970 sesuai target.

Inilah proses hold saham yang kita lakukan, yang mana saham masih berada di bawah 970 maka hold saja dan jangan dijual dulu. Namun hal ini bisa dikecualikan jika menurut analisa pribadi, kita berpendapat kondisi pasar sudah mulai bearish.

Dengan kata lain jika kita sebagai trader ingin menjual saham lebih cepat, maka hal tersebut tidak akan menjadi masalah. Itu artinya kita sendiri yang memutuskan berapa lama waktu yang ideal untuk hold saham tadi. Meski nantinya tidak sesuai target yang diharapkan.

Namun tetap saja, target take profit ini berkaitan erat dengan time frame trading. Maka semakin tinggi target profit kita, bisa semakin panjang pula kondisi time frame trading. Namun jika semakin dekat target profit dan harga beli, time frame tadi bisa saja semakin singkat.

Poin-poin Penting dalam Menentukan Waktu Hold Saham

Selain faktor penting di atas, dalam menentukan berapa lama waktu idealnya dalam hold saham ini tak akan lepas dari berbagai poin penting di dalamnya. Sehingga terdapat poin-poin penting yang bisa seorang trader lakukan untuk menentukan jangka waktu hold saham yang ideal secara tepat.

Simak poin-poin penting di bawah ini:

  • Menentukan Tujuan Trading

Poin yang pertama yaitu tujuan dari trading yang kita lakukan. Karena dalam menentukan berapa lama waktu yang ideal dalam hold saham ini, berkaitan erat dengan tujuan dari trading itu sendiri. Sehingga para trader wajib menentukan tujuannya secara jelas. Mulai dari target profit hingga time frame trading, erat kaitannya dalam trading yang nantinya dilakukan.

  • Menentukan Target Profit

Jangan salah, seperti yang telah dibahas di atas menentukan target profit sangatlah penting. Karena kita bisa menunggu harga saham kita menyentuh target profit yang sebelumnya telah ditentukan.

Kita tak perlu terlalu kaku dalam menentukan sampai kapan sebaiknya kita harus hold saham. Bahkan apabila target profit kita tercapai dalam waktu seminggu, maka tak perlu ragu lagi untuk langsung menjual saham tersebut.

Bahkan jika target profit tercapai hanya dalam waktu dua hari sekalipun, ini bisa langsung direalisasikan. Dengan kata lain, kita tak harus berharap saham bisa naik. Saat target sudah tercapai, langsung saja take profit.

  • Menentukan Harga Jual yang Sesuai

Nah, poin ini bisa dipertimbangkan apabila kita mengharapkan time frame trading dengan jangka waktu lebih cepat. Contohnya dalam waktu  harian bahkan beberapa hari saja. Menentukan target profit atau resisten tidak terlalu jauh daripada harga jual kita. Agar target bisa lebih mudah disentuh dalam jangka waktu yang pendek.

  • Memprediksi Waktu Hold Saham

Terlebih jika kita telah memiliki rencana untuk trading kembali, baiknya hold saham dilakukan pada waktu di atas 6 bulan. Jangan dulu menjual saham hanya karena harganya naik beberapa poin saja.

Kitapun bisa mengubah batas profit  ataupun cut loss sesuai kebutuhan. Bahkan, kitapun bisa menjual saham tersebut lebih cepat atau bahkan lebih lama. Hal ini tentu menurut dari pertimbangan sendiri yang berdasarkan analisa kita secara pribadi.

Contoh Hold Saham dalam Trading Saham

Sebagai contoh, sebut saja Trader H membeli suatu saham dengan harga Rp2.000-an per lembarnya. Tak lama setelah itu, harga saham tersebut turun menjadi Rp1.500-an per lembarnya. Sehingga para analis menyarankan saham tersebut untuk di-hold.

Hold yang berarti menahan untuk tidak menjual saham ini dilakukan dengan alasan penurunan sahamnya hanya sementara waktu. Sehingga, harga saham tersebut berpeluang akan naik lagi apabila sentimen positif muncul di kemudian hari.

Meski hold saham ini secara umum disarankan oleh analis atau orang lainnya, hal ini tentu tak wajib kita ikuti. Sebab semua resiko dari trading saham tersebut kembali pada masing-masing trader saham itu sendiri.

Pada intinya, memutuskan hold ataupun melepas saham yang sudah dimiliki harus berdasarkan berbagai analisa yang akurat. Sehingga jika menilik pembahasan singkat di atas, waktu ideal bagi kita untuk hold saham memang tidak bisa berpatokan pada sehari dua hari, seminggu, ataupun sebulan saja.

Menentukan Sendiri Waktu Paling Ideal Saat Hold Saham

Maka, berapa lama sebaiknya kita Hold Saham? Jawabannya, waktu paling ideal hold saham tak lepas dari faktor-faktor penting seperti tujuan dalam trading saham dan juga planning ke depannya. Tetapi secara umum berapa lama sebaiknya hold saham ini dilakukan, sebagian besar trader memilih saat harga saham dan kinerja perusahaan telah sesuai value yang diharapkan.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *