Mengenal Fungsi Bank Kustodian dalam Investasi Saham

Fungsi Bank Kustodian dalam investasi saham sangat penting demi keberlangsungan investasi untuk jangka panjang. Berbagai fungsi kustodian akan dijabarkan dalam artikel ini. Bagi investor terutama pemula, harus mengetahui pentingnya kustodian dalam investasi saham. Agar lebih paham, simak pemaparan berikut ini.

Pengertian Kustodian

Kustodian adalah lembaga yang menyediakan jasa pengamanan terhadap aset, baik milik perseorangan maupun perusahaan. Aset ini bisa berupa perhiasan atau barang berharga lainnya, serta semua jenis sekuritas seperti saham atau obligasi. Maka dari itu, kustodian ini berperan penting dalam pelaksanaan investasi terutama investasi saham reksa dana.

Lembaga yang memiliki wewenang sebagai kustodian adalah bank umum yang mengatur pasar modal dan jasa keuangan. Dalam hal ini berarti bank yang menyediakan jasa penitipan efek dan jasa lainnya. Bank kustodian harus mendapatkan izin dari Bank Indonesia serta memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam investasi reksa dana, bank kustodian ikut berperan penting dalam kelancaran proses investasi. Manajer investasi hanya berhak melakukan pengelolaan dana yang berupa kas dan instrumen investasi. Oleh karena itu, manajer investasi akan bekerja sama dengan bank kustodian untuk mengelola aset para investor.

Semua aset yang diinvestasikan para investor harus ditempatkan terlebih dahulu di bank kustodian. Aset ini akan disimpan sebelum dimanfaatkan manajer investasi untuk diputarkan di pasar uang. Hal ini dilakukan agar aset investasi lebih aman. Sehingga dapat terhindar dari adanya penggelapan dana investor yang mungkin dilakukan oleh salah satu pihak.

Perlu diketahui, bank kustodian menarik sejumlah biaya sebagai imbalan atas jasa penitipan efek yang diberikannya. Besarnya biaya yang dikenakan tidak boleh melebihi 0,25 persen per tahun dari dana yang dititipkan.

Fungsi Bank Kustodian dalam Investasi Saham

Kustodian pada dasarnya berfungsi sebagai tempat penitipan aset baik berupa uang, barang atau surat berharga lainnya. Kustodian ini menjamin keamanan bagi para investor agar saham mereka tidak disalahgunakan oleh manajer investasi. Selain tempat untuk menyimpan dana, kustodian memiliki fungsi sebagai berikut.

Melaksanakan Fungsi Administrasi

Fungsi kustodian yang pertama yaitu melaksanakan berbagai fungsi administrasi. Kustodian bertanggung jawab melakukan proses administrasi dan pencatatan dari setiap instrumen yang disimpannya.

Fungsi administrasi yang dilaksanakan kustodian yaitu:

  • Melaksanakan fungsi administrasi yang berkaitan dengan pengelolaan manajer investasi, seperti melakukan proses pencatatan jual beli saham, obligasi, pasar uang, pencairan deposito, dan sebagainya.
  • Melaksanakan fungsi administras yang berkaitan dengan investor, seperti melakukan pengiriman surat konfirmasi atas transaksi jual beli pengalihan (switching) dan perhitungan unit, serta pengiriman laporan bulanan.

Mengawasi Manajer Investasi

Selain fungsi administrasi, kustodian juga memiliki fungsi pengawasan. Kustodian mempunyai wewenang untuk mengawasi manajer investasi ketika melakukan pengelolaan dana investasi. Pengawasan manajer investasi ini penting dilakukan agar tidak mengeluarkan kebijakan yang bisa merugikan pihak investor.

Kebijakan yang merugikan pihak investor berarti telah menyalahi aturan. Kustodian bertanggung jawab untuk memperingatkan manajer investasi jika menyalahi aturan dalam pengelolaan dana investasi. Jika manajer investasi tidak menghiraukan peringatan ini, maka kustodian berhak melaporkannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Demi keadilan antara pihak investor dan manajer investasi, penunjukkan bank kustodian harus dipilih yang netral. Kustodian tidak boleh memiliki hubungan tertentu dengan salah satu pihak, baik investor maupun manajer investasi. Hal ini dilakukan agar keamanan atas aset investasi dapat terjaga.

Kewajiban Bank Kustodian

Bank Kustodian mempunyai kewajiban yang berkaitan dengan fungsi bank sebagai tempat penitipan efek beragun aset. Kewajiban-kewajiban yang dimiliki bank kustodian diantaranya yaitu:

  • Sebagai penitipan kolektif dan menyimpan ssemua dokumen berharga yang berhubungan dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  • Menyimpanan aset keuangan berupa dana dalam portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  • Menerima dan menyerahkan aset keuangan yang terkait dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  • Membayar seluruh transaksi berdasarkan perintah Manajer Investasi yang berhubungan dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  • Melakukan pembukuan mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  • Melakukan pembuatan dan penyimpanan daftar pemegang Efek Beragun Aset serta melakukan pencatatan perpindahan kepemilikan Efek Beragun Aset atau memilih Biro Administrasi Efek untuk melaksanakan jasa tersebut atas izin dari Manajer Investasi.
  • Melakukan pemisahan aset keuangan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset dari aset keuangan Bank Kustodian maupun kekayaan nasabah lain dari Bank Kustodian.
  • Memberikan laporan tertulis yang ditujukan kepada Bapepam seandainya Manajer Investasi diketahui melakukan kegiatan yang dianggap merugikan pemegang Efek Beragun Aset paling lambat pada akhir hari kerja berikutnya.
  • Melaksanakan tugas lain yang berhubungan dengan porotofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset berdasarkan ketentuan yang ada dalam Kontrak Investasi Kolektif.

Adapun kewajiban lain yang dimiliki bank kustodian antara lain:

  • Mengasuransikan rekeing efek untuk menghadapi risiko yang mungkin akan ditanggung pemegang rekening terkait perusahaan yang bersangkutan mengalami pailit.
  • Wajib memberikan pernyataan di setiap akhir tahun yang menjelaskan bahwa perusahaan yang bersangkutan sudah memiliki polis asuransi seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
  • Bertanggung jawab mengenai keabsahan Efek yang diberikan kepada pihak lain, baik secara fisik maupun pemindahbukuan.
  • Wajib melaksanakan pengadministrasian, penyimpanan, dan pemeliharaan terhadap pembukuan, catatan, data, dan keterangan tertulis yang berkaitan dengan efek yang dititipkan.
  • Wajib memberikan laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (JK) jika ingin membuka cabang jasa kustodian sebelum kantor cabang tersebut melakukan kegiatan usaha.
  • Membuat kontrak bersama Manajer Investasi berupa kontrak investasi kolektif untuk pengelolaan reksa dana secara terbuka.
  • Tidak boleh memiliki hubungan atau berafiliasi dengan Manajer Investasi yang melakukan pengelolaan terhadap reksa dana.
  • Melaksanakan penitipan ke Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian terhadap efek dalam rekening efek atas nama bak kustodian.
  • Wajib melaporkan kegiatan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Wajib melaksanakan penyimpanan terhadap seluruh kekayaan reksa dana.

Daftar Bank Kustodian

Berikut ini adalah daftar bank kustodian di Indonesia yang sudah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • PT Bank Maybank Indonesia, Tbk.
  • Standard Chartered Bank
  • PT Bank CIMB Niaga, Tbk.
  • Citibank
  • PT Bank Permata, Tbk.
  • PT Bank Central Asia, Tbk.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
  • PT Bank Artha Graha Internasional, Tbk.
  • PT Bank UOB Indonesia, Tbk.
  • Deutsche Bank AG Cabang Jakarta
  • PT Bank Tabungan Pensiunan Negara, Tbk.
  • PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
  • PT Bank Mega, Tbk.
  • PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.
  • PT Bank Panin, Tbk.
  • PT Bank Bukopin, Tbk.
  • PT Bank DBS Indonesia
  • PT Bank Sinarmas, Tbk.
  • PT BPD Jawa Barat Dan Banten, Tbk.
  • PT Bank HSBC Indonesia
  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk.
  • PT Bank Syariah Mandiri
  • PT KEB Hana Indonesia

Penutup

Demikian penjelasan tentang fungsi kustodian dalam investasi saham. Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan bagi pembaca yang barangkali ingin terjun ke dunia investasi saham.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *