Mengenal Kegunaan dan Cara Menghitung Dividend Yield

Bagi setiap investor mengetahui pengertian, kegunaan dan cara menghitung Dividend Yield dinilai sangat penting. Karena dalam investasi saham seorang investor harus jeli dalam menganalisis rasio keuangan, termasuk dalam menghitung Dividend Yield tersebut.

Karena dalam investasi saham pembagian laba kepada pemegang saham yang berdasarkan total saham secara keseluruhan disebut dengan Dividen. Sehingga bukan hanya capital gain yang dapat diperoleh oleh setiap investor, melainkan dividen itu sendiri.

Maka, dalam setiap pembagian laba antara pemegang saham di Bursa Efek dibutuhkan ketelitian dan ketepatan. Sehingga menganalisis tingkat keuntungan dalam investasi yang hendak dibagikan tersebut, Dividend Yield digunakan untuk mencapai hasil analisis secara akurat.

Pengertian, Kegunaan dan Cara Menghitung Dividend Yield

Dividend Yield dapat diartikan ke dalam bahasa Indonesia sebagai rasio hasil dividen. Salah satu rasio keuangan ini memiliki kegunaan untuk membandingkan total dividen tunai, yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham berdasarkan total saham yang dimiliki.

Dalam perhitungannya Dividend Yield mengusung pola dengan menggunakan persentase. Sehingga sudah lumrah jika persentase ini menjadi daya tarik tersendiri dari investasi kepada saham dari suatu perusahaan.

Kegunaan Dividend Yield Secara Umum

Secara umum Dividend Yield digunakan oleh seorang investor untuk memperlihatkan kondisi investasinya. Dalam hal ini Dividend Yield terbilang memiliki peran penting. Karena setiap investor kerapkali memilih menggunakan perhitungan Dividend Yield sebelum membuat ketetapan investasinya.

Selain itu Dividend Yield kerapkali dianggap sebagai Return of Investment atau ROI bagi pendapatan investor, yang tidak tertarik oleh capital gain dari suatu saham. Sehingga perhitungan Dividend Yield ini dinilai penting bagi setiap investor, khususnya investor yang lebih mementingkan investasi jangka panjang dengan Return yang teratur setiap tahunnya.

Di sini seorang investor akan termasuk ke dalam salah satu pihak yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menghitung rasio Dividend Yield terhadap suatu perusahaan. Dengan harapan dapat menjadi pertimbangan terhadap suatu perusahaan dalam memberikan keuntungan yang nyata terhadap investornya.

Rumus dan Cara Menghitung Dividend Yield

Bagi setiap investor yang berkecimpung dalam investasi saham, menguasai cara menghitung Dividend Yield ini sangat direkomendasikan. Karena Dividend Yield adalah satu dari sekian banyak rasio yang memiliki peran penting dalam perhitungan suatu saham.

Adapun rumus dalam perhitungan Dividend Yield sebagai berikut:

  • Dividend Yield sama dengan; Dividen per lembar dari saham tahunan yang dibandingkan dengan nilai pasar per lembar suatu saham, dan dikalikan 100%.
  • (Dividend Yield = Dividen per lembar dari saham tahunan / nilai pasar per lembar saham x 100).

Dalam hal ini apabila harga per lembar suatu saham dapat dicek secara langsung di Bursa Efek, Anda pun harus menghitung sendiri untuk mengetahui nilai dividen per lembar saham perusahaan yang Anda incar. Umumnya dividen per lembar saham diumumkan oleh suatu perusahaan saat membagikan dividennya.

Contoh Perhitungan Dividend Yield

Setelah mengetahui rumus Dividend Yield di atas, terdapat contoh perhitungannya yang dapat Anda simak agar lebih memahami mekanisme dari Dividend Yield. Berikut contoh perhitungannya:

  1. Contoh penghitungan dividend yield 1

Sebagai contoh terdapat suatu Perusahaan B yang per tanggal 08 November 2020, harga per lembar sahamnya diketahui dijual di Bursa Efek dengan nilai Rp. 16.000. Di samping itu dividen per lembar saham tahunan yang dibagikan oleh Perusahaan B pada tahun 2020 tersebut sebesar Rp. 400.

Di sini Anda dapat langsung menghitungnya secara mudah menggunakan rumus di atas. Sehingga diketahui sebagai berikut:

  • Dividen per lembar saham tahunan = Rp. 400
  • Harga per lembar saham = Rp. 16.000
  • (400 / 16.000 x 100) maka, Dividend Yield hasilnya = 2,5%

Dengan menggunakan rumus dan cara menghitung Dividend Yield tersebut, Perusahaan B mendapatkan persentase sebanyak 2,5%. Selain itu, perlu diketahui pula bahwasanya Dividend Yield tersebut dapat berubah-ubah seiring pergerakan nilai saham di Bursa Efek.

  1. Contoh penghitungan dividend yield 2

Untuk contoh kedua, dikatakan terdapat Perusahaan A yang disinyalir adalah perusahaan besar.

Perusahaan A ini per tanggal 09 November 2020, memiliki harga per lembar sahamnya dengan nilai Rp. 20.000 dijual di Bursa Efek. Dividen per lembar saham tahunannya sudah dibagikan oleh Perusahaan A pada tahun 2020, dengan nilai Rp. 1.000.

Perhitungannya pun sama sebagai berikut:

  • Dividen per lembar saham tahunan = Rp. 1.000
  • Harga per lembar saham = Rp. 20.000
  • (1.000 / 20.000 x 100) dengan begini, Dividend Yield Perusahaan A = 5%

Dua contoh perhitungan Dividend Yield tersebut dibuat secara ringkas agar Anda dapat lebih mudah memahaminya. Fakta di lapangan mungkin lebih rumit perhitungannya. Tapi jika telah paham rumusnya, sedikitnya ini dapat terbantu dalam menghitung Dividend Yield secara tepat.

Analisis dan Penilaian dalam Dividend Yield

Lebih lanjut mengenai Dividend Yield ini, secara umum setiap investor menggunakan perhitungan Dividend Yield untuk dapat menghitung kas yang mereka miliki. Kas tersebut biasanya diperoleh mereka selama berinvestasi saham di Bursa Efek.

Dengan begini setiap investor dapat mengetahui perkiraan keuntungan dari hasil analisis perhitungan Dividend Yield tersebut. Nah, apabila semakin besar dividen maupun Dividend Yield, artinya suatu perusahaan telah membayar dividen yang setara kepada setiap investornya.

Alhasil setiap investor yang terlibat berpotensi mendapatkan kompensasi tinggi dalam setiap investasinya. Sebaliknya, apabila berinvestasi dengan perusahaan dengan Dividend Yield rendah maka hasilnya pun sama. Karena nyatanya setiap investor mengharapkan keuntungan, wajar saja jika semua investor menginginkan hasil dari pembayaran Dividend Yield yang tinggi.

Sehingga Dividend Yield ini merupakan suatu perhitungan yang dapat Anda perhatikan lebih. Karena Dividend Yield akan berfokus untuk dapat memperhitungkan persentase dari setiap tingkat keuntungan atau return yang nanti akan Anda terima.

Tujuan dari Perhitungan Dividend Yield

Setiap perhitungan dalam investasi saham memang erat kaitannya dengan keuntungan hingga kerugian. Sehingga setiap perhitungan yang dilakukan secara umum memiliki tujuannya masing-masing, tak terkecuali dengan perhitungan Dividend Yield.

Maka secara garis besar, berikut tujuan dari perhitungan Dividend Yield:

  • Di tujukan untuk memperlihatkan investasi yang secara keseluruhan menghasilkan arus kas. Di sini arus kas dapat berupa dividen maupun kenaikan nilai suatu aset dikarenakan apresiasi saham.
  • Di tujukan untuk memperlihatkan seberapa banyak penghasilan dalam investasi. Seperti penghasilan dari setiap Rupiah yang umumnya telah diinvestasikan ke dalam saham dari suatu perusahaan.

Secara umum suatu perhitungan dalam investasi saham pastilah memiliki tujuan yang positif untuk keberlangsungan investasi itu sendiri. Maka, berbagai analisis pun dilakukan oleh setiap investor yang berkegiatan di dunia investasi saham.

Seperti kebanyakan rasio analisis keuangan lainnya, Dividend Yield tak kalah penting untuk dipelajari. Dengan mengetahui kegunaan dan cara menghitung Dividend Yield tadi, diharapkan dapat menambah wawasan Anda, terlebih untuk menghadapi perhitungan saham di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *