Pengertian Dividen Interim dalam Investasi Saham yang Wajib Kalian Ketahui

Apa itu dividen interim? Akhir – akhir ini, topik investasi saham sering menjadi perbincangan hangat di berbagai platform social media seperti Twitter, Instagram dan Tik-Tok. Banyak influencer hingga selebtweet atau selebgram sering mengunggah portofolio atau tips – tips mengenai investasi.

Tidak hanya melalui influencer, banyak iklan yang berseliweran di social media atau apk seperti Bareksa atau Bibit. Dengan adanya hal tersebut, banyak warga- net yang tergiur dan ingin mencoba terjun dalam dunia investasi di perusahaan atau bursa efek.

Manfaat yang didapat ketika melakukan investasi saham atau penanaman modal ini adalah dapat memberikan keuntungan yang maksimal dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang.

Investasi saham menjadi salah satu pilihan dalam perencanaan kehidupan. Dengan berinvestasi, kita dapat melakukan perencanaan keuangan baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Biasanya hasil jangka pendek dari investasi bisa digunakan untuk membeli gadget atau teknologi lainnya. Untuk jangka panjang bisa membeli rumah, kendaraan, properti, dan lain sebagainya.

Namun, sebelum berinvestasi banyak hal yang perlu dipelajari dan diketahui agar dijauhkan dari resiko kerugian. Tujuan utama kita berinvestasi adalah untuk mendapat keuntungan atau laba seperti dividen.

Pengertian Dividen Interim dalam Investasi Saham

Seperti yang telah ditekankan sebelumnya, tujuan melakukan investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan. Dividen merupakan pembayaran sebagian dari laba perusahaan atau bursa efek yang dibagikan terhadap pemegang saham.

Kebijakan dividen (dividend policy) merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang.

Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) menentukan jumlah laba dibagi dalam bentuk 2 yaitu dividen kas dan laba yang ditahan sebagai sumber pendanaan. Rasio ini menunjukan presentase laba perusahaan.

Dividen sendiri mempunyai 2 jenis menurut tahun buku. Ada dividen final dan dividen interim.

Dividen final merupakan dividen yang didapat dari hasil pertimbangan setelah adanya tutup buku dari perusahaan yang berdasar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dari tahun sebelumnya untuk dibayarkan ke tahun berikutnya.

Sedangkan pengertian dividen interim dalam investasi saham merupakan dividen yang dibayarkan oleh perusahaan atau bursa efek di antara dividen final satu dengan dividen final berikutnya. Tujuan dari pemberian dividen interim adalah agar dapat memacu sistem kerja dari saham perseroan di bursa.

Dividen interim sendiri dibagikan ketika perusahaan sebagai pemilik anggaran menyatakan bahwa anggaran akan dibagikan. Nah, dividen interem ini biasanya dibagikan oleh perusahaan yang ukurannya sudah matured, sehingga sebagian kentungan yang diperoleh selama tahun keberjalanan dapat dibagikan kepada pemilik saham.

Ada juga perusahaan yang tidak membagikan dividen interem, misalnya pada perusahaan Gudang Garam yang biasanya memberikan. Tahun 2021 ini tidak memberikan karena digunakan untuk membangun bandara di Kediri.

Jadi hal tersebut tergantung kebijakan dividen dari perusahaan ingin memberikan dividen (laba) atau tidak.

Kebijakan Dividen

Adanya dividen menjadi salah satu faktor penting untuk menarik minat bagi para investor atau pemegang saham, karena dividen sendiri merupakan hasil dari pendapatan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Kebijakan dividen bersangkutan dengan penentuan pembagian pendapatan (earning) kepada pemegang saham dan perusahaan sendiri dalam artian pendapatan tersebut ditahan.

3 Jenis Kebijakan Dividen

  1. Kebijakan Dividen Teratur

Kebijakan ini berdasarkan atas pembayaran dividen dengan jumlah rupiah yang tetap sama dalam tiap periode. Dalam menentukan kebijakan dividen teratur biasanya menggunakan target rasio pembayaran dividen.

  1. Kebijakan Dividen Rasio Pembayaran Konstan

Kebijakan ini didasarkan pada presentase tertentu dari tiap pendapatan. Hal yang biasa menjadi permasalahan dari kebijakan ini adalah apabila pendapatan perusahaan mengalami penurunan maka dividen juga ikut mengalami penurutan bahkan tidak ada. Hal ini nantinya bisa berdampak buruk bagi harga saham kedepannya.

  1. Kebijakan Dividen Rendah Teratur dan Ditambah Ekstra.

Kebijakan ini didasarkan pada pembayaran dividen rendah yang teratur, yang kemudian ditambah dengan dividen ekstra jika ada jaminan pendapatan dari perusahaan.

dividen teratur nilainya lebih rendah akan tetapi diberikan secara teratur setiap periode. Dividen tambahan dibayarkan ketika pembagian hasil dari periode baik. dividen tambahan tidak boleh diberikan secara teratur.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Menurut Riyanto, ada 4 faktor yang dapat mempengaruhi kebijakan dividen yang nantinya akan berdampak pada rasio pembayaran dividen suatu perusahaan.

Pertama yaitu tingkat pertumbuhan dari perusahaan. Perusahaan biasanya lebih senang untuk memilih menahan pendapatannya untuk dibayarkan kepada pemilik saham atau investor mengingat kebutuhan perusahaan yang harus dipenuhi. Apabila kebutuhan sudah terpenuhi dan perusahaan tersebut dapat dikatakan telah mapan maka perusahaan akan bersedia menetapkan pembayaran dividen yang tinggi.

Kedua yaitu posisi likuiditas perusahaan. Posisi ini menjadi faktor yang terpenting untuk menetapkan besarnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham atau investor. Semakin kuat posisi likuiditas suatu perusahaan maka semakin besar rasio dividen yang dibayarkan. Likuiditas ini ditentutakn oleh keputusan – keputusan pada bidang investasi dan bagaimana cara pemenuhan kebutuhan dana tersebut.

Ketiga yaitu membayar hutang. Biasanya perusahaan melakukan hutang untuk membiayai perluasan perusahaan dan telah merencanakan dengan cara apa mereka membayarnya. Jika perusahaan tersebut telah membuat perencanaan pembayaran hutang melalui laba ditahan, maka pembayaran dividen yang diberikan sedikit bahkan tidak ada.

Keempat yaitu kontrol terhadap perusahaan. Ada perusahaan yang membuat kebijakan dalam membiayai biaya perluasannya dengan 2 cara. Jika menggunakan cara hutang maka finansial perusahaan akan mengalami resiko yang besar. Kedua, jika menggunakan cara dimana menggunakan pendapatan dari saham, maka akan mekemahkan kontrol yang berakibat pada pengurangan dividen yang akan dibayarkan kepada pemilik saham atau investor.

Tips Memilih Saham dengan Tingkat Pembagian Dividen yang Tinggi

  • Carilah perusahaan yang mapan dalam artian perusahaan tersebut jarang melakukan ekspansi sehingga tidak banyak menggunakan laba pendapatan.
  • Perusahaan harus konsisten dalam membagikan dividen dalam jangka waktu tertentu.
  • Pilihlah perusahaan dengan memiliki keuntungan per lembar saham. Apabila keuntungan per lembar saham tersebut tinggi maka laba dan bonus yang diterima juga tinggi.
  • Lihat data EPS dalam perusahaan tersebut untuk mengetahui pertumbuhan pendapatan apakah meningkat secara signifikat atau tidak. Pastikan memilih perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikat.
  • Pilihlah saham yang stabil namun bergerak secara konsisten. Pergerakan yang tidak terlalu besar ini akan memberikan keuntungan yang pasti secara berkala.

Pengertian dividen interim dalam investasi saham memang harus diketahui dan dipelajari oleh investor pemula yang baru terjun dalam dunia investasi. Dalam artikel ini telah dijelaskan berbagai aspek mulai dari kebijakan dividen, jenis kebijakan dividen, faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi dividen hingga tips memilih perusahaan dengan tingkat pembagian dividen yang tinggi. Semoga para investor muda dapat paham dan semangat dalam menjalankan investasi.

1 thought on “Pengertian Dividen Interim dalam Investasi Saham yang Wajib Kalian Ketahui”

  1. dati tips memilih saham dengan deviden tinggi bagaimana cara nya bisa tau, jika perusahaan tersebut jarang melakukan ekspansi dan konsisten dalam membagi laba deviden min? bisa dijelaskan ?

    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *