Pahami Pentingnya Diversifikasi Investasi Saham

Apabila Anda sedang bertanya-tanya apakah teknik diversifikasi paling ampuh dalam investasi saham, maka sekarang Anda berada di tempat yang tepat. Ingat, diversifikasi memang merupakan sebuah istilah yang sudah tak lagi asing terdengar di telinga para investor, tetapi hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa cara untuk melakukannya tidaklah mudah. Maka dari itu, simak ulasan berikut ini untuk penjelasan lebih lengkapnya!

Sebelum Tahu Teknik Diversifikasi Investasi Saham Paling Ampuh, Pahami Dulu Hal Berikut

Sebelum bicara panjang lebar soal teknik dari diversifikasi itu sendiri, maka Anda harus tahu lebih tahu apa diversifikasi itu sendiri. Bicara soal diversifikasi, maka konsep yang paling dekat yaitu menciptakan sebuah portofolio yang mencakup beragam investasi sebagai upaya mengurangi risiko yang terjadi.

Contoh sederhananya yaitu investasi yang diterbitkan oleh suatu perusahaan hanyalah saham. Apabila saham dari perusahaan itu mengalami pelemahan yang serius, maka portofolio Anda akan berlanjut melorot. Inilah mengapa diversifikasi sangat penting.

Sebab, diversifikasi akan membantu Anda mencegah hal tersebut supaya tidak terjadi dengan memisahkan investasi pada dua saham perusahaan yang mengalami perbedaan, seperti Anda melakukan pengurangan pada potensi risiko di portofolio perusahaan.

Ada juga cara lain yang bisa digunakan dalam mengurangi risiko dalam portofolio yaitu dengan melibatkan surat utang dan dana cash. Dana cash diketahui sebagai sebuah cadangan jangka pendek yang sebagian besar investornya mengembangkan strategi alokasi aset portofolio yang didasarkan pada prioritas penggunaan (investasi) di sebuah saham atau surat utang. Sebab, cash bisa dipakai dalam setiap situasi darurat.

Sementara itu untuk surat berharga, pasar uang baru bisa dicairkan dalam waktu cepat, apabila terjadi sebuah kasus yang punya peluang berinvestasi menguat atau ketika kebutuhan cash sedang mengalami lonjakan, sehingga Anda perlu melepaskan portofolio investasi secepatnya agar bisa melakukan pembayaran. Hal yang harus Anda ingat yaitu alokasi aset dan diversifikasi merupakan sebuah konsep yang erat kaitannya.

Perlu diingat, bahwa sebuah diversifikasi portofolio dibentuk lewat proses alokasi aset. Pada saat membentuk portofolio yang terdiri dari saham dan obligasi, maka seorang investor agresif akan sangat bersandar pada bauran 80% saham dan 20% pada obligasi. Sedangkan, investor yang konservatif akan lebih mungkin dalam memilih bauran 20% saham dan 80% obligasi.

Tidak peduli apakah Anda termasuk kategori yang mana, namun yang pasti penggunaan alokasi aset akan sangat berpengaruh untuk mengurangi risiko lewat komposisi saham dan obligasi  akan menggunakan penjelasan rinci soal portofolio yang terdiversifikasi. Dengan menggunakan cara ini, maka Anda bisa melihat kalau portofolio reksa dana yang terdiri atas campuran saham dan obligasi merupakan sebuah portofolio yang berimbang.

Teknik Diversifikasi Portofolio Mengurangi Risiko Investasi

Suatu perusahaan mengeluarkan sebuah saham. Ketika saham tersebut nilainya terus mengalami penurunan alias melemah, maka itu akan berimbas pada investasi Anda, yang juga akan ikut menurun dan nilai investasinya tidak akan mengalami perkembangan.

Apabila Anda memisahkan investasi seperti dengan cara membeli dua saham dari dua perusahaan yang berbeda, maka itu artinya Anda mengurangi risiko terjadi kerugian dana pada nilai portofolio atau investasi akan jauh lebih aman.

Berdasarkan situasi tersebut, diversifikasi bisa dikatakan sebagai sebuah strategi dalam menempatkan dana investasi ke dalam instrumen yang berbeda, dimana instrumen mencakup likuiditas, risiko dan potensi return-nya. Contohnya begini potensi return investasi pada saham pastinya akan sangat berbeda dengan obligasi.

Umumnya, nilai return dari sebuah saham harusnya jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan obligasi yang dimilikinya. Tetapi, tidak bisa dipungkiri jika risiko berinvestasi dalam saham juga akan jauh lebih besar dibandingkan dari sebuah obligasi.

Mengapa hal tersebut terjadi? Sederhana, karena fluktuasi dari harga saham umumnya jauh lebih besar, sehingga risiko yang ditimbulkan pun akan jauh lebih besar. Sementara itu, bicara soal likuiditas yang dimaksudkan yaitu kemudahan dalam menjual dan membeli sebuah instrumen untuk melakukan penjualan dan pembelian suatu instrumen yang digunakan untuk berinvestasi.

Contoh yang paling dekat dengan hal ini yaitu properti. Apabila Anda membuat sebuah iklan mengenai properti atau rumah, maka belum tentu rumah itu akan langsung terjual. Hal ini berbeda dengan saham, yang ketika diperdagangkan pada saat itu, hari itu juga, bisa mendapatkan keuntungan pada hari itu juga. Itulah seorang investor sangat perlu melakukan strategi diversifikasi yang disesuaikan dengan karakter instrumen yang berbeda-beda.

Apabila Anda bertanya mengapa hal itu sangat dibutuhkan? Sebab, setiap orang selalu menginginkan nilai investasi yang bertambah sepanjang waktu. Padahal hal ini tidak bisa terjadi terus-menerus. Contohnya saja ketika Anda memilih jenis investasi saham atau reksadana, maka investasi bisa mengalami penurunan yang disebabkan adanya krisis subprime mortgage yang sangat sering terjadi di Amerika Serikat.

Berbeda, pada saat Anda menginvestasikan dana yang dimiliki dalam bentuk emas atau reksadana di pasar uang, dimana jumlah kerugian yang diterima bisa jadi tidak sebesar ketika dibandingkan dengan meletakkan keseluruhannya di pasar uang.

Adanya diversifikasi bisa diibaratkan seperti ketika Anda ingin memasak sesuatu, maka bahan yang digunakan untuk memasak pastinya sudah diukur lebih dulu pada suatu takaran tertentu, sehingga bisa menghasilkan masakan yang lezat.

Tetapi pada faktanya, tidak seluruh bahan makanan bisa dimasukkan, karena bisa saja merusak cita rasanya. Hal ini sama seperti diversifikasi, dimana apabila Anda terlalu banyak memecah dana investasi pada instrumen yang berbeda, hasilnya belum tentu akan baik dan memuaskan.

Langkah Melakukan Teknik Diversifikasi Portofolio Investasi

Apabila Anda ingin melakukan diversifikasi dengan cara yang baik, sebaiknya menghindari investasi-investasi pada instrumen dengan karakter yang sama. Misalnya, pada reksadana saham, dimana Anda mengalokasikan portofolio menuju ke saham blue chip sehingga harapan returnnya tidak memiliki perbedaan signifikan dengan yang lainnya.

Tetapi hal yang perlu digarisbawahi bahwa setiap fund manager pastinya punya resep yang berbeda, dan hal ini akan memungkinkan Anda dalam meletakkan investasi lebih dari satu jenis reksadana saham. Tetapi, hal yang perlu diingat juga, sebaiknya menghindari membeli terlalu banyak reksadana sejenis.

Biasanya dalam sebuah diversifikasi portofolio, semakin singkat jangka waktunya, maka akan semakin cepat Anda mendapatkan return dari hasil pendaan. Langkah awal yang harus dilakukan yaitu menyalurkan dana kepada masing-masing peminjam yang jangka waktunya sudah ditetapkan masing-masing sebelumnya.

Itulah tadi informasi sekilas perihal teknik diversifikasi paling ampuh dalam investasi saham, dimana kali ini dibahas mengenai teknik diversifikasi portofolio investasi. Semoga seluruh informasi di atas mengenai diversifikasi dan strateginya bisa membantu Anda dalam memilih mana jenis investasi dana terbaik yang bisa dipilih untuk masa depan. Apapun yang dipillih, jangan lupa untuk menetapkan tujuan. Ingat, tujuan akan berdampak penting, tanpa tujuan yang jelas, mungkin arah dari investasi yng dilakukan isa jadi tidak akan jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *