Dampak Terpilihnya Presiden US (Joe Biden) Bagi Pasar Saham Dunia

Dampak terpilihnya Presiden US (Joe Biden) bagi pasar saham dunia mengalami beberapa trend positif. Setelah Joe Biden resmi dinyatakan terpilih dalam pemilihan umum di Amerika Serikat, banyak investor yang mulai berpikir untuk dapat menanamkan modalnya. Seperti yang diketahui bersama bahwa pasar saham dunia sangat dipengaruhi oleh situasi politik.

Saham adalah suatu dokumen berharga yang berisikan informasi tentang kepemilikan perusahaan. Setelah Anda membeli sejumlah saham, maka hal tersebut secara langsung akan dapat memiliki hak atas aset dan pendapatan yang diperoleh suatu perusahaan. Tentunya hak tersebut porsinya disesuaikan dengan persentase jumlah kepemilikan saham.

Sebagai salah satu tipe investasi, tentunya saham memiliki beberapa keuntungan dan juga resiko yang harus ditanggung. Semakin besar keuntungan yang diperoleh tentunya juga semakin besar resiko atau kerugian yang harus ditanggung. Maka dari itu apabila ingin berinvestasi di pasar saham haruslah mengerti tentang seluk beluk saham.

Dampak Dipilihnya Presiden US (Joe Biden) Bagi Pasar Saham Dunia

Kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat membawa dampak positif bagi perkembangan pasar dunia. Kedepannya presiden ini diharapkan mampu menyusun kebijakan yang positif untuk membuat iklim ekonomi dan investasi yang sehat.

Perlu diketahui bahwa kebijakan presiden sebelumnya yaitu Donald Trump banyak mengambil keputusan-keputusan yang kontroversial berdampak pada ekonomi dunia. Alhasil, banyak investor yang belum berani menanamkan modalnya karena pergolakan situasi politik dan keamanan yang tidak menentu. Contohnya saja perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Perang dagang dimulai pada tahun 2018 karena Trump melihat defisit neraca perdagangan negaranya terhadap China.  Maka dari itu ia memutuskan untuk menaikkan bea masuk impor panel surya dan mesin cuci. Ia juga menerapkan bea masuk untuk tarif baja dan aluminium.

China juga membalas dengan menaikkan tarif produk daging babi dan aluminium. Selain itu mereka juga memberlakukan kenaikan tarif 15% dari semua produk Amerika Serikat contohnya seperti apel dan kacang almond. Meskipun beberapa kali perusahaan besar AS protes terhadap kebijakan Trump, akan tetapi Trump tetap tidak bergeming dan malah menambah keputusan kontroversialnya.

Puncaknya adalah ketika Amerika Serikat melarang China untuk membeli komponen telekomunikasi dari AS selama 7 tahun. Beberapa kali akhirnya pihak China dan Amerika Serikat mengadakan pertemuan membahas isu perdagangan akan tetapi tidak didapatkan titik temu antara keduanya. Hingga pandemi Covid-19 muncul perang dagang tersebut juga belum berhenti.

Akhirnya pada bulan Desember 2020 Joe Biden dinyatakan memenangkan pemilihan umum presiden di Amerika Serikat sehingga memberikan dampak kepada ekonomi global dan Indonesia khususnya. Dalam jangka waktu pendek dan menengah, tentunya terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat membawa dampak positif. Hampir semua pasar saham menguat. Akan tetapi untuk jangka panjang belum dapat diketahui karena masih melihat kebijakan-kebijakan yang akan diambil.

Sehari setelah Biden dilantik menjadi presiden di tanggal 20 Januari 2021, indeks saham Dow Jones mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah yaitu naik sekitar 1.90%. Ia mengeluarkan kebijakan pertama tax cuts and jobs act (TCJA) dari 21% menjadi 28%. Adanya kenaikan pajak ini tentunya akan membuat investor mencari negara lain dengan pajak yang lebih murah untuk dapat berinvestasi. Ini sangat menguntungkan unutk beberapa negara termasuk Indonesia.

Yang kedua adalah Biden mengeluarkan kebijakan tentang stimulus ekonomi sebesar US$1,19 triliun. Stimulus ini cukup besar sehingga peredaran dollar Amerika Serikat di perdagangan dunia semakin besar. Dampaknya adalah melemahnya dollar Amerika Serikat. Akan tetapi pelemahan dollar akan membawa dampak positif bagi mata uang lainnya yang memiliki kemungkinan menguat.

Selain itu harga saham emas juga akan cenderung menguat dampak dari melemahnya dollar Amerika Serikat.  Pelemahan tersebut tentunya akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi global.

Ketiga, Joe Biden fokus pada sektor energi. Misalnya saja mobil listrik yang dipercaya dapat mengurangi konsumsi energi fosil di masa depan. Para produsen mobil listrik menyambut baik terpilihnya Biden sebagai presiden. Bahan bakar utama dari baterai mobil listrik adalah nikel. Hampir 29% produksi nikel dunia dihasilkan oleh Indonesia sehingga saham-saham perusahaan nikel di Indonesia memiliki trend positif dengan adanya kebijakan ini.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Selain daripada faktor politik dan ekonomi yang sangat mempengaruhi pasar saham, ada beberapa faktor lainnya yang mesti diperhatikan bagi Anda. Beberapa faktor lain seperti:

  1. Kondisi perusahaan

Penting untuk menjaga performa sebuah perusahaan tetap stabil atau meningkat sehingga dapat mempertahankan atau menaikkan harga saham. Laporan keuangan yang transparan, jumlah pengeluaran seimbang dengan pendapatan, mendapatkan profit yang stabil menjadi sebuah indikator untuk dapat dikatakan perusahaan memiliki kondisi prima.

Selain itu juga apabila sebuah perusahaan mampu untuk merger atau akuisisi perusahaan lain, artinya perusahaan tersebut cukup kuat sehingga dapat menaikkan harga saham. Investor akan berpikir bahwa perusahaan tersebut layak untuk menerima kucuran dana investasi lebih lagi sehingga bisnisnya dapat berkembang.

  1. Trend Investor Dalam Membeli Saham

Dalam pasar saham ada yang disebut dengan trend yaitu kebiasaan investor dalam jual beli saham. Bullish artinya saham sedang menguat sehingga banyak permintaan dan banyak investor yang membeli. Harganya juga semakin tinggi. Sedangkan bearish artinya saham sedang mengalami penurunan dan banyak investor yang menjual sahamnya. Harganya akan semakin rendah.

Trend ini sangat mempengaruhi harga saham, terlebih lagi memiliki efek yang cukup signifikan dan sangat besar dalam pasar saham. Seorang investor akan beramai-ramai membeli ataupun menjual sahamnya jika melihat trend yang terjadi. Maka dari itu penting unutk mengetahui trend pasar agar tidak mengalami kerugian saat membeli saham.

  1. Fluktuasi Rupiah terhadap Mata Uang Asing

Ketidakstabilan rupiah terhadap mata uang asing seperti dollar Amerika Serikat akan sangat mempengaruhi harga saham. Terlebih lagi perusahaan yang memiliki utang dalam bentuk mata uang asing. Hal ini juga berdampak pada ekspor impor. Apabila ekspor menurun, artinya produksi barang tersebut juga menurun sehingga investor tidak akan membeli saham perusahaan tersebut.

Sedangkan bila impor tinggi maka investor akan melihat perusahaan tersebut menjadi lemah. Kondisi ini juga mengakibatkan sedikitnya investor yang ingin berinvestasi di bidang tersebut dan membuat harga saham juga menurun.

  1. Manipulasi Harga Saham

Keadaan ini bukan tidak mungkin untuk dilakukan terutama bagi investor kelas kakap yang memiliki kuasa. Mereka dapat memanfaatkan media untuk menyebarkan berita manipulasi tentang suatu perusahaan baik positif ataupun negatif tergantung tujuannya.

Apabila menyebarkan berita negatif, maka harga saham akan cenderung turun sehingga investor lainnya ramai-ramai melepas saham yang mereka punya. Terlebih lagi harganya bisa menjadi sangat murah. Hal ini sangat dilarang keras dalam dunia bisnis. Akan tetapi masih ada orang yang memanfaatkan cara curang unutk dapat meraih keuntungan.

Maka dari itu dampak terpilihnya Presiden US (Joe Biden) bagi pasar saham dunia dapat membawa perubahan positif mau negatif kedepannya tergantung kebijakan yang akan diambil. Meski saat ini perubahannya masih mengarah kepada trend positif utamanya memperbaiki kekacauan ekonomi dunia di masa lalu.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *