Inilah Daftar Saham Yang Diuntungkan Revolusi Industri 4.0

Pada pembahasan kali ini, akan dijelaskan mengenai daftar saham yang diuntungkan revolusi industri 4.0. Namun sebelum itu, mari kita mengenal terlebih dahulu apa itu revolusi industri 4.0.

Menurut Kanselir Jerman, Angel Merkel (2014), revolusi industri merupakan sebuah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi pada industri dengan digabungnya teknologi digital dan internet dengan industri konvensional.

Lalu menurut Schlechtendahl, dkk (2015), pengertian dari revolusi industri menekankan kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu lingkungan industri di mana seluruh entitasnya akan selalu terhubung dan dapat berbagi informasi satu dengan yang lain.

Sehingga revolusi industri 4.0 merupakan era industri di mana seluruh dari entitas yang ada di dalamnya bisa saling berkomunikasi secara real time serta kapan saja dengan berlandaskan pemanfaatan teknologi internet dan CPS, agar tercapainya kreasi nilai baru.

Daftar Saham Yang Diuntungkan Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 atau dapat disingkat menjadi I4, merupakan industri saat ini di mana segala sesuatunya telah berhubungan dengan teknologi digital, komputer, internet, artificial intellegence (AI) sampai cyber-physical system.

Bahasa mudahnya, I4 merupakan aplikasi-aplikasi yang terdapat di smartphone yang kita miliki saat ini, yang memiliki fitur serta fungsinya masing-masing. Pakar saham, Teguh Hidayat mengatakan, para pengusaha dan pelaku industri tradisional saat ini mau tidak mau harus dapat beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 ini. Karena, mereka yang tidak dapat beradaptasi kelak akan mengalami kemunduran.

Teguh Hidayat bercerita bahwa beliau mempunyai seorang teman yang mempunyai toko grosir elektronik di Mangga Dua, Jakarta. Lalu semenjak 5 tahun yang lalu merasa kalau tokonya semakin sepi pengunjung. Namun kini, tokonya sudah ramai kembali, bahkan bisa dibilang lebih ramai saat ini. Karena pelanggannya tidak hanya dari Jakarta, melainkan dari berbagai kota di Indonesia.

Dari hal tersebut dapat dilihat, bahwa kehadiran I4 di satu sisi dapat menaikkan omzet para pemilik industri dan usaha, namun di sisi lain justru mematikan usaha mereka yang tidak dapat beradaptasi. Dan bukan hanya usaha kecil dan menengah atau UKM, kondisi ini juga mempengaruhi perusahaan Tbk besar sekalipun.

Jika lebih diperhatikan, kinerja dan perolehan laba bersih Astra International Tbk (ASII) cenderung stagnan semenjak beberapa tahun terakhir. Namun berbeda dengan yang dialami oleh Telkom Tbk (TLKM), dimana labanya semakin naik tiap tahunnya. Hasilnya, kenaikan saham TLKM dalam 5 tahun terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ASII, demikian pula dividennya.

Teguh Hidayat awalnya berpikir, ASII dapat ketinggalan karena memang usaha terbesarnya ada pada komoditas batubara dan sawit/CPO, yang dimana sektor tersebut sangat fluktuatif. Namun di lain sisi, TLKM dapat terus melesat karena perusahaan tersebut sejak awal adalah perusahaan information and communication technology (ICT) yang spesialis menuju kota internet dan produk-produk yang sejenis, seiring dengan terus berkembangnya revolusi industri 4.0.

Lalu apa yang membuat kinerja dari big four banking di Indonesia yaitu Bank BCA, BRI, BNI dan Mandiri semakin naik dalam beberapa tahun belakangan? Faktor utamanya ialah kondisi makroekonomi Indonesia sejauh ini dapat dibilang aman. Kinerja sektor perbankan sebuah negara merupakan cerminan dari kinerja makroekonomi negara tersebut.

Teguh Hidayat juga berkata bahwa faktor lainnya juga sangat penting, karena para bank tersebut telah sukses beradaptasi dengan perkembangan revolusi industri 4.0, dimana saat ini kita sudah terbiasa dengan i-banking, m-banking, e-money dan lainnya, yang membuat kita untuk tidak lagi pergi ke kantor bank atau bahkan mesin ATM saat melakukan transaksi perbankan.

Tetapi beliau juga bilang, bukan berarti perusahaan teknologi atau perusahaan yang dapat beradaptasi dengan teknologi yang listing di bursa, saham mereka semua layak diinvestasi. Investor juga tetap harus menganalisa track record kinerja perusahaan, kualitas manajemennya dan lain sebagainya.

Teguh Hidayat juga menambahkan, jika menemukan dua saham yang fundamentalnya sama-sama bagus, prospeknya cerah dan valuasinya juga murah, maka cobalah cek kembali, manakah emiten yang lebih aktif di media sosial untuk jualan atau mempromosikan produk-produk mereka.

Peluang Investasi Pada Era Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 sampai saat ini masih saja menjadi topik pembicaraan yang hangat. Karena salah satu prinsip revolusi ini adalah digunakannya teknologi secara maksimal. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk berbagai macam aktivitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga pendapatan global.

Banyak faktor yang mendorong terjadinya revolusi industri 4.0 ini. Mulai dari peningkatan kekuatan komputasi, munculnya kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence), sampai adanya interaksi baru yang terjadi antara manusia dan mesin. Pada era ini juga mendorong digitalisasi pada ekonomi yang akhirnya melahirkan peluang baru bagi yang ingin berinvestasi.

  1. Investasi saat sebelum dan sesudah revolusi industri 4.0

Umumnya, investasi sebelum revolusi industri 4.0 hanya berputar pada jenis investasi yang modalnya besar. Contohnya, investasi properti, emas, saham serta tanah. Beberapa investasi tersebut menitikberatkan pada sebuah produk yang dihasilkan.

Maka dari itu, hanya golongan masyarakat tertentu yang dapat berinvestasi, sehingga investasi dianggap sebagai sebuah kemewahan tersendiri. Tetapi, jaman sudah berubah dan jenis-jenis investasi yang lebih terjangkau semakin tumbuh.

Reksa dana merupakan salah satu jenis investasi yang populer di kalangan anak muda setelah munculnya revolusi industri 4.0. Reksa dana adalah suatu bentuk investasi ringan yang tidak membutuhkan pengelolaan dengan modal yang besar. Seseorang dapat berinvestasi pada reksa dana meski hanya bermodal Rp 100.000 saja, karena uang tersebut akan dikumpulkan bersamaan dengan uang orang lain yang juga akan berinvestasi.

Selain itu reksa dana mempunyai resiko rendah yang membedakannya dengan investasi yang lainnya. Reksa dana dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang baru ingin terjun ke dunia investasi.

  1. Semakin banyaknya pilihan produk dari investasi

Digitalisasi dunia keuangan yang terjadi akibat revoolusi industri 4.0 membuat ruang-ruang dan produk investasi yang dapat terjangkau dan praktis. Di antaranya adalah berkembangnya industri keuangan FinTech dan Cloud Hosting.

FinTech atau Financial Technology mampu menawarkan kemudahan untuk pengelolaan keuangan dengan menyediakan ruang teknologi bagi yang ingin berinvestasi. Di Indonesia sendiri FinTech berkembang cukup pesar dan telah banyak berkolaborasi dengan industri keuangan lain dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Selain pengelolaan keuangan, FinTech juga menawarkan kemudahan dalam urusan pembayaran transaksi jual dan beli. Pada era serba teknologi sekarang ini, peluang usaha cloud hosting juga tidak ketinggalan. Cloud merupakan penyimpanan data yang dapat diakses dengan mudah serta ringan, contohnya Google Drive dan Dropbox.

  1. Diperlukannya literasi keuangan yang memadai

Berinvestasi saat era revolusi ini memang cukup mudah dan dapat dilakukan tanpa modal yang besar. Namun pemahaman yang minim tentang investasi para digital bisa saja merugikan. Cobalah untuk lebih sering membaca informasi yang membahas mengenai topik keuangan. Tidak hanya melalui buku, namun dapat juga melalui akses internet yang kita miliki, dengan membuka situs-situs terpercaya yang menyediakan berbagai informasi mengenai keuangan.

Demikian pembahasan mengenai daftar saham yang diuntungkan revolusi industri 4.0. Dapat disimpulkan bahwa di era revolusi industri 4.0 ini membuka peluang yang sangat menjanjikan bagi para investor dan calon investor. Dengan pemahaman yang baik, peluang ini dapat dimanfaatkan agar menghasilkan apa yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *