Memahami Analisis Rasio Lancar (Current Ratio)

Dalam dunia investasi dan trading, analisis fundamental, analisis rasio lancar (current ratio), merupakan salah satu analisis yang bisa digunakan untuk menentukan ukuran sehat atau tidaknya operasi dari suatu perusahaan. Pada kesempatan kali ini akan dibahas terkait dengan analisis rasio lancar lebih mendetail lagi. Bagi para investor, apakah sudah mengetahui kegunaan rasio lancar? Lalu kemudian mengapa pada analisis fundamental, saham rasio lancar sangat penting untuk dicermati? Pertanyaan-pertanyaan demikian merupakan pertanyaan mendasar yang harus diketahui dalam dunia investasi dan trading. Oleh karenanya, akan diulas lebih detail terkait dengan analisis rasio lancar.

Apa yang Dimaksud Analisis Fundamental, Analisis Rasio Lancar (Current Ratio)?

Seperti halnya namanya, analisis fundamental berarti analisis mendasar yang yang seharusnya diketahui dalam investasi saham. Di dalam analisis fundamental terdapat beberapa jenis salah satunya adalah rasio lancar yang merupakan perbandingan aset lancar dan kewajiban lancar. Umumnya, rasio lancar ini digunakan untuk mengetahui besar kemampuan dari perusahaan dalam melunasi kewajiban lancar dengan aset lancar yang dipunyai / besarnya jaminan aset lancar yang digunakan untuk memenuhi segala kewajiban lancar.

Berikut ini merupakan rumus current ratio (rasio lancar).

Rasio Lancar = Aset Lancar / Kewajiban Lancar

atau bisa juga

Current Ratio = Current Assets / Current Liabilities

Berikut ini adalah cara menghitung current ratio dan contoh soal current ratio yang bisa kamu pahami:

cara menghitung current ratio

Bagi para investor dan analis, rasio lancar menjadi sorotan yang cukup menarik. Hal ini terjadi karena kewajiban lancar merupakan utang jangka pendek yang wajib dibayar selama 1 tahun paling lama. Dalam kata lain, perusahaan wajib mempunyai aset lancar kapanpun demi menutup kewajiban lancar tersebut yang jatuh tempo sewaktu-waktu.

Apabila perusahaan sampai tidak mempunyai aset lancar yang cukup untuk melunasi utang-utang jangka pendek, maka perusahaan tersebut terancam collaps. Sementara itu, perusahaan yang tidak mempunyai hutang jangka pendek yang besar dan aset lancar cukup, sangat patut untuk diwaspadai.

Fungsi Rasio Lancar Atau Current Ratio

Analisis rasio lancar ini tentu sangatlah dibutuhkan. Bagi para pemula yang bercita-cita ingin menjadi investor, maka harus mengetahui sebenarya apa sih fungsi dari analisis rasio lancar itu sendiri? Berikut ini merupakan fungsi dari rasio lancar yang wajib diketahui oleh para investor.

Membantu Perusahaan Terkait Keuangan Jangka Pendek

Telah dijelaskan sebelumnya terkait dengan fungsi rasio lancar yang satu ini. Pada dasarnya, rasio lancar dapat membantu suatu perusahaan untuk mengukur kapabilitas dan kemampuan finansial jangka pendek dari perusahaan itu sendiri tetapi. Apabila nilainya semakin tinggi, maka perusahaan tersebut juga semakin stabil, yang artinya bahwa nilai dan kondisi perusahaan berbanding lurus. Begitu juga sebaliknya, jika nilainya semakin rendah, maka dalam masalah likuiditas akan semakin berisiko.

Mengetahui Apakah Aset Perusahaan Berpotensi Dilikuidasi Atau Tidak

Apabila nilai dari rasio lancar tidak melebihi 1, maka hal tersebut dapat menjelaskan bahwa suatu perusahaan yang mempunyai utang dalam jangka waktu 1 tahun ke depan melebihi nilai aset dari jangka pendeknya, aset dan uang tunai dari perusahaan berpotensi untuk dilikuidasi dalam jangka waktu tertentu.

Begitu pula sebaliknya, apabila ada perusahaan dengan nilai rasio lancar melebihi 1, maka perusahaan tersebut dapat menutupi kewajiban jangka pendek. Namun demikian, apabila nilai rasio lebih tinggi, maka dapat diartikan perusahaan itu tidak bisa mengelola aset dengan baik dan benar. Biasanya perusahaan dengan nilai rasio lebih dari sama dengan 3, akan dipandang sebagai perusahaan yang tidak dapat mengontrol aset dengan baik dan benar. Bukannya memiliki uang tunai yang banyak tetapi justru uang tunai tersebut disalurkan lagi ke investor dalam bentuk dividen. Atau bisa juga diinvestasikan pada perusahaan dengan wujud aset jangka panjang.

Untuk Siapa Saja Rasio Lancar Dimanfaatkan?

Perlu diketahui bahwa umumnya rasio lancar yang tepat di atas 1 kali karena dengan demikian maka menandakan perusahaan mempunyai aset lancar lebih besar dibandingkan kewajiban lancar. Apabila rasio lancar semakin besar, likuiditas perusahaan pun bisa dikatakan semakin baik.

Rasio lancar atau current ratio adalah salah satu rasio likuiditas yang digunakan para kreditur dan investor untuk mengukur seberapa likuid suatu perusahaan. Sebenarnya ada 3 rasio likuiditas, yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas. Rasio inilah yang kemudian akan menilai bagaimana bisnis dapat membayar utang jangka pendek. Dalam hal ini para investor dapat menggunakan nilai tersebut untuk menganalisis terkait stabil atau tidaknya berinvestasi di suatu perusahaan. Sedangkan para kreditur dapat menggunakannya untuk menilai suatu perusahaan apakah dapat melunasi lebih banyak utang yang diberikan.

Hubungan Antara Utang dan Rasio Lancar

Pada bagian awal sudah dijelaskan terkait dengan perhitungan rasio lancar, yaitu aset lancar dibagi kewajiban lancar (utang). Ternyata, perhitungan tersebut dapat menggambarkan hubungan berbanding terbalik antara rasio dan nilai utang pada perusahaan. Artinya, saat perusahaan ingin mendapatkan utang yang banyak dalam waktu yang singkat dengan demikian rasio akan berkurang.

Sementara itu, rasio akan naik ketika perusahaan melakukan pembayaran lebih banyak utang jangka pendek sehingga aset lancar bisa tetap sama. Misalnya utang sekarang yaitu gaji karyawan, utang dagang, kredit vendor, dan lain sebagainya.

Jika rasio modal kerja di suatu perusahaan kurang dari angka 1, maka perusahaan tersebut mungkin akan mendapati kesulitan saat membayar kewajiban. Hal tersebut tentunya bisa membuat pembayaran vendor maupun gaji dibayarkan terlambat, atau bisa juga menyebabkan pembayaran bunga yang meningkat.

Jika dibiarkan terus-menerus, beban utang pun akan semakin bertambah karena biaya yang terlambat. Tidak hanya itu, karena perusahaan juga berkemungkinan untuk terkena penalti. Hal ini bisa berdampak buruk terhadap hal-hal lainnya misalnya vendor bisa saja menolak untuk memberikan kredit di waktu mendatang dan memilih untuk meminta uang tunai. Dengan perhitungan rasio lancar maka ditemukan hubungan antara utang dengan rasio lancar tersebut.

Batasan Dalam Menggunakan Rasio Lancar

Rasio lancar ini Ini bisa memberikan nilai dalam hal tingkat likuiditas dari suatu perusahaan. Namun demikian, angka tersebut tidak dapat menilai kondisi perusahaan secara keseluruhan. Apabila ingin memperoleh penilaian menyeluruh tentang kondisi keuangan perusahaan, maka dapat melihatnya dari liabilitas dan aset yang dimiliki di waktu tersebut. Misalnya suatu perusahaan yang bernama PT XYZ memiliki nilai rasio lancar di bawah satu. Dengan demikian maka penilaian itu tidak menyimpulkan bahwa perusahaan tidak memberikan keuntungan atau mempunyai risiko.

Begitu pula di beberapa kasus, bisa jadi perusahaan memiliki nilai rasio lebih dari 1, tetapi masih dalam tahap berusaha untuk melunasi hutang jangka pendek tepat waktu. Apabila semua utang dagang yang wajib dibayar dalam kurun waktu 30 hari tidak dapat terkumpul selama 60 hari,  artinya perusahaan itu terlambat membayar utang 1 bulan. Dalam hal ini rasio lancar tidak melihat kapan perusahaan wajib membayar atau ketika aset non tunai perusahaan konversi ke dana tunai. Selain itu, batasan pada rasio lancar selanjutnya yaitu tidak baik digunakan untuk membandingkan perusahaan di berbagai industri.

Itulah penjelasan detail terkait analisis fundamental, analisis rasio lancar (current ratio) yang wajib diketahui. Mulai dari perhitungannya, fungsinya, digunakan untuk siapa saja, dan batasannya, harus dipelajari dengan benar.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *