Contoh dan Daftar Perusahaan Go Private Indonesia

Perusahaan go private merupakan perusahaan yang tidak memperjualbelikan sahamnya untuk publik, di bawah ini terdapat contoh dan daftar perusahaan go private yaitu:

Contoh dan Daftar Perusahaan Go Private Indonesia

Go private merupakan suatu aksi yang dilakukan perusahaan dan merupakan kebalikan dari go public. Artinya adalah perusahaan publik atau terbuka akan berubah menjadi perusahaan tertutup atau privat, bukan namanya saja yang berubah tetapi sistem yang berlaku pun juga berubah.

Perusahaan go public merupakan perusahaan yang menjual sebagian sahamnya kepada publik sedangkan go private merupakan perusahaan yang membeli kembali sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan sedang dipegang oleh publik.

Definisi dalam Kamus Hitam Hukum mengatakan bahwa go private merupakan sebuah proses berubahnya status suatu perusahaan publik atau terbuka menjadi perusahaan yang tertutup atau private. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengakhiri status perusahaan publik bersama komisi pertukaran sekuritas serta pengaturan supaya total besarnya saham yang selama ini dipegang oleh publik diakuisisi oleh pemegang saham kelompok kecil atau tunggal.

Korporasi atau badan hukum akan menjadikan statusnya berubah menjadi perusahaan tertutup dengan cara melakukan pembelian kembali saham yang telah dijual ke publik. Secara otomatis daftar saham perusahaan tersebut akan didelisting atau dihapus dari Bursa Efek Indonesia.

Berikut ini adalah daftar perusahaan go private di Indonesia, antara lain:

No Nama Emiten Kode
1. PT Alfa Retailindo Tbk ALFA
2. PT Amstelco Indonesia Tbk INCF
3. PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk ANTA
4. PT Aqua Golden Mississippi Tbk AQUA
5. PT Asia Natural Resources Tbk ASIA
6. PT Bank Mitraniaga Tbk NAGA
7. PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk BBNP
8. PT Bara Jaya Internasional Tbk ATPK
9. PT Berau Coral Energy Tbk BRAU
10. PT Bukaka Teknik Utama Tbk BUKK
11. PT Cipaganti Citra Graha Tbk CPGT
12. PT Ciputra Property Tbk CTRP
13. PT Ciputra Surya Tbk CTRS
14. PT Courts Indonesia Tbk MACO
15. PT Dayaindo Resources International Tbk KARK
16. PT Dwi Aneka Jaya Kemasanindo Tbk DAJK
17. PT Dynaplast Tbk DYNA
18. PT Grahamas Citrawisata Tbk GMCW
19. PT Indo Setu Bara Resources Tbk CPDW
20. PT Indosiar Karya Media Tbk IDKM
21. PT Infoasia Teknologi Global Tbk IATG
22. PT Inovisi Infracom Tbk INVS
23. PT Jasa Angkasa Semesta Tbk JASS
24. PT Jaya Pari Steel Tbk JPRS
25. PT Katarina Utama Tbk RINA
26. PT Lamicitra Nusantara Tbk LAMI
27. PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk MBAI
28. PT New Century Development Tbk PTRA
29. PT Panasia Filamen Inti Tbk PAFI
30. PT Panca Wirasakti Tbk PWSI
31. PT Permata Prima Sakti Tbk TKGA
32. PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk PROD
33. PT Sekawan Intipratama Tbk SIAP
34. PT Singer Indonesia Tbk SING
35. PT Sorini Agro Corporindo Tbk SOBI
36. PT Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk SAIP
37. PT Surya Inti Permata Tbk SIIP
38. PT Surya Intrindo Makmur Tbk SIMM
39. PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk SQBB
40. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk TRUB
41. PT Tunas Alfin Tbk TALF

 

Alasan Go Private

Adapun beberapa alasan mengapa suatu perusahaan memilih untuk go private, antara lain:

Penghapusan paksa

Alasan pertama adalah penghapusan paksa atau force delisting. Hal ini dilakukan karena perusahaan sudah tidak lagi memenuhi persyaratan dari pencatatan saham Bursa Efek misalnya seperti karena dilikuidasi atau memperoleh penalti berkepanjangan tanpa adanya niat untuk memperbaiki.

Memfokuskan strategi

Alasan kedua adalah untuk memfokuskan strategi perusahaan. Dengan metode go private suatu perusahaan bisa fokus pada sasaran dan tujuan jangka panjang. Perusahaan publik biasanya harus memenuhi atau melampaui ekspektasi dalam jangka pendek analisis dan investor saham.

Kegagalan untuk memenuhi ekspektasi tersebut menyebabkan penurunan besar terhadap harga saham. Pada akhirnya, perusahaan mau tidak mau harus lebih fokus terhadap kinerja jangka pendek untuk tujuan jangka panjang.

Harga saham terlalu rendah

Alasan selanjutnya adalah harga saham yang terlalu rendah. Suatu perusahaan biasanya akan menjadi swasta saat harga pasar saham nya secara substansional ada di bawah nilai buku mereka. Di waktu yang sama, pengakuisisi perusahaan swasta mungkin saja melihat perusahaan mempunyai sumber daya strategis bagi mereka. Maka dari itu, harga saham yang yang terlalu rendah memberikan mereka kesempatan untuk mengakuisisi perusahaan dengan harga yang murah.

Tidak mendapatkan manfaat

Alasan terakhir adalah tidak mendapatkan manfaat. Mendaftarkan saham di Bursa Efek tidak memberikan manfaat bagi perusahaan dan memang pada awalnya mereka bisa mengumpulkan dana saat penawaran perdana.

Namun saat harga saham jatuh kapitalisasi pasar juga akan jatuh titik investor pun kurang meminati saham dengan kapitalisasi kecil. Hal tersebut membuat perdagangan saham perusahaan tidaklah likuid.

Pada akhirnya saat perusahaan memerlukan modal mereka tidak bisa menggunakan dana secara optimal melalui right issues dikarenakan harga yang terlalu rendah.

Metode Go Private

Ada juga beberapa cara atau metode untuk menjalankan perusahaan go private, antara lain:

Dibeli oleh pengakuisisi swasta

Pengakuisi akan mengambil alih saham perusahaan target. Untuk bisa mendanai akuisisi mereka mungkin saja mengandalkan utang demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar seperti mempunyai aset lokasi strategis yang bisa disinergikan dengan aset perusahaan mereka.

Setelah itu, pengakuisisi akan merestrukturisasi perusahaan target dan merubahnya menjadi lebih kompetitif dengan dukungan serta bantuan dari mereka. Jika proses berjalan dengan mulus maka perusahaan target bisa menghasilkan arus kas yang bisa digunakan untuk membayar utang.

Biasanya pengakuisisi berasal dari perusahaan ekuitas swasta yang mana saat mengakuisisi mereka akan menggadaikan aset perusahaan target sebagai jaminan untuk memperoleh utang.

Pembelian oleh manajemen perusahaan

Cara kedua adalah dengan pembelian oleh manajemen. Dalam kasus ini manajemen perusahaan target akan membeli saham dari publik dan kemudian menjadikannya sebagai perusahaan kepemilikan pribadi.

Mirip seperti dengan pembelian ekuitas swasta yang mana manajemen biasanya akan mengandalkan utang untuk mendanai proses akuisisi.

Sisi positif dari cara ini adalah pengakuisisi berasal dari internal perusahaan dan mereka adalah orang-orang yang sudah akrab dengan bisnis perusahaan target. Mereka pun pasti sudah memahami tentang prospek, kinerja, dan bagaimana cara untuk merestrukturisasi perusahaan agar bisa menjadi lebih kompetitif dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Penawaran tender

Cara terakhir adalah penawaran tender, yang mana perusahaan akan membuat penawaran publik untuk kembali membeli sebagian besar atau bahkan seluruh saham perusahaan. Guna mendanai pengakuisisi dan pembelian, perusahaan mungkin saja menggunakan campuran uang saham dan uang tunai.

Sekian informasi mengenai contoh dan daftar perusahaan go private. Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua khususnya dalam menambah wawasan. Mohon maaf jika ada salah kata atau informasi dan terima kasih sudah baca artikel ini dari awal sampai selesai!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *