Apa Saja Ciri-Ciri Harga Saham yang Akan Naik?

Naiknya harga saham merupakan salah satu mimpi indah bagi para trader karena mereka akan memperoleh keuntungan dan di bawah ini terdapat beberapa ciri harga saham akan naik. Kira-kira apa saja? Yuk cari tahu dengan membaca artikel ini sampai habis!

Ciri-Ciri Harga Saham yang Akan Naik

Banyak dari Anda sudah familiar atau bahkan ikut terjun ke dunia saham. Untuk mengingat kembali, saham merupakan surat berharga yang isinya adalah bukti kepemilikan seseorang yang terhadap sebuah perusahaan. Itu artinya pemegang saham bisa dikatakan sebagai salah satu pemilik perusahaan.

Meskipun demikian pemegang saham tidak berhak melakukan beberapa hal terhadap perusahaan. Mereka mempunyai hak tersendiri yaitu memperoleh bagian dari keuntungan perusahaan, mempunyai hak preventif jika perusahaan menerbitkan saham baru, memperoleh bagian aset dari perusahaan jika bangkrut, berhak memperoleh dan memeriksa laporan kinerja perusahaan dan lain sebagainya.

Sementara, jika perusahaan mengalami bangkrut atau kehilangan uang dan harga saham perusahaan akan turun maka pemegang saham akan mengalami kerugian atau nilai-nilai portofolionya menurun. Maka dari itu sebelum membeli saham perlu dilakukan riset secara mendalam terlebih dahulu. Pilih saham mana yang berkualitas dan berpotensi menghasilkan keuntungan.

Saham diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia atau BEI dan untuk membelinya minimal harus 1 lot atau 100 lembar saham yang harganya mulai dari Rp 50 sampai Rp 45.000. Ternyata harga saham bisa saja naik dan turun. Permintaan dan ketersediaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Lalu bagaimana cara mengetahui harga saham yang akan naik? Berikut ini adalah penjelasannya:

Bullish Engulfing

Bullish Engulfing merupakan pola pembalikan dua candle yang mana candle kedua akan menelan tubuh asli dari candle pertama tanpa memedulikan panjangnya bayangan ekor. Pola ini muncul saat tren turun dan menjadi kombinasi dari satu candle gelap kemudian diikuti oleh candle berongga yang ukurannya lebih besar.

Pada hari kedua setelah pola ini harga akan dibuka lebih rendah daripada sebelumnya, tetapi tekanan pembelian akan mendorong harga ke tingkat yang lebih tinggi lagi dari harga sebelumnya. Disarankan untuk masuk ke posisi panjang saat harga saham bergerak lebih tinggi dari pada tinggi candle yang menelan candle kedua atau dengan kata lain saat pembalikan tren turun terkonfirmasi.

Pola Bullish Engulfing bisa diidentifikasi saat candle kecil menunjukkan tren bearish kemudian diikuti hari berikutnya dengan candle putih besar yang menunjukkan tren bullish. Tubuhnya akan tumpang-tindih atau menelan tubuh lilin di hari sebelumnya.

Bullish Harami

Bullish Harami adalah pola pembalikan yang terdapat di bagian bawah tren turun. Pola ini terdiri dari tubuh besar atau candle bearish kemudian diikuti oleh tubuh kecil atau candle bullish tertutup yang ada di dalam tubuh candle sebelumnya. Jika sketsanya digambarkan dari pola maka bentuknya mirip seperti ibu hamil. Ini bukanlah sebuah kebetulan karena kata Harami dalam bahasa Jepang berarti wanita hamil. Candle hitam adalah ibu dan candle kecil adalah bayi.

Hal ini merupakan tanda akan adanya momentum yang berubah. Candle bullish yang bentuknya kecil akan membuat celah ke  atas guna membuka antara pertengahan candle sebelumnya. Lawan dari Bullish Harami adalah Bearish Harami yang ada di tren atas.

Pola Bullish Harami merupakan sebuah tanda kesenjangan dalam kekuatan pasar. Hal ini ditandai dengan adanya tren turun dan tekanan turun serta adanya penjualan besar yang ditandai oleh tubuh berwarna hitam yang mendukung adanya penurunan lebih jauh. Namun, harga pada hari berikutnya akan dibuka lebih tinggi atau saat penutupan hari sebelumnya dan para pedagang penjualan kosong akan mendapatkan peringatan.

Hal ini mengakibatkan adanya penutupan banyak posisi jual kosong sehingga harga akan naik lebih jauh. Maka dari itu terbentuklah sebuah tubuh kecil berwarna putih yang dapat memberikan sinyal adanya pembalikan tren mengingat kembali tubuh aktual kecil pada hari kedua memperlihatkan bahwa kekuatan turun telah tiada

Bullish Harami Cross

Bullish Harami Cross merupakan suatu pola pembalikan naik yang lebih signifikan daripada Bullish Harami. Sketsa pola ini terlihat seperti orang hamil sama dengan Bullish Harami yang dalam bahasa Jepang artinya hamil. Bayi dari kehamilah ini adalah Doji. Doji sendiri merupakan suatu pola candlestick yang bisa terbentuk karena adanya harga “buka” dan harga “tutup”nya hampir sama atau bahkan sama, sehingga seperti tidak mempunyai tubuh.

Pada dasarnya pola akan ditandai dengan tubuh berwarna hitam dan kemudian diikuti Doji yang semuanya berada di kisaran tubuh atau candle hitam sebelumnya.

Untuk kriteria pola Bullish Harami Cross adalah pasar ditandai dengan adanya dominasi tren yang menurun, tubuh atau candle pertama bisa dilihat di hari pertama, dan Doji pada hari kedua seluruh tubuhnya akan ditelan dari hari pertama.

Piercing Line

Piercing Line merupakan sebuah pola pembalikan dasar bersama dua candle yang mana satu candle hitamnya akan muncul di hari pertama saat tren turun sedang berjalan dan di hari kedua dibuka pada dasar baru dengan celah turun yang kemudian jalan menuju tubuh hitam sebelumnya akan ditutup lebih dari setengahnya sehingga menghasilkan candle berwarna putih yang kuat.

Pola ini mirip seperti pola Bullish Engulfing yang merupakan pembalikan dari tren turun menjadi tren naik. Untuk kriteria pola Piercing Line adalah pasar akan didominasi tren menurun, candle hitam akan terlihat pada hari pertama, candle putih ada pada hari kedua dengan satu celah turun, jalan menuju tubuh pada hari pertama akan ditutup lebih dari separuh, serta pada hari kedua tidak berhasil ditutup di atas tubuh hitam hari pertama.

Homing Pigeon

Homing Pigeon merupakan sebuah pola yang berbentuk mirip seperti Bullish Harami dan untuk mengidentifikasinya pun juga sama dengan Bullish Harami, yaitu pola ketidakpastian arah pasar. Untuk kriteria pola ini adalah pasar didominasi oleh tren turun, satu candle hitam akan terlihat saat hari pertama, dan saat hari kedua tubuh hitam tersebut secara keseluruhan akan ditelan oleh tubuh pada hari pertama. Jadi terdapat dua candle hitam yang mana tubuh hitam di hari pertama akan menelan tubuh hitam yang mengikutinya.

Tubuh pertama harus berupa candle hitam normal atau hitam panjang, baik itu untuk puncak maupun dasar tubuh dari kedua candle yang kemungkinan ada di tingkat sama. Namun bagaimana dan apapun keadaannya tubuh hitam pada hari kedua haruslah berukuran lebih kecil dari pada hari pertama.

Pola ini menjadi sinyal kesenjangan. Dalam pasar dengan tanda tren turun seorang trader melihat penjualan besar yang diperlihatkan oleh tubuh hitam pada hari pertama. Walaupun demikian tubuh yang ukurannya lebih kecil di hari kedua menyatakan suatu pembalikan tren.

Itu dia informasi tentang apa saja ciri-ciri harga saham yang akan naik. Semoga artikel ini bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk Anda yang baru belajar saham. Terima kasih dan sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *