Cara Trading Seperti Warren Buffet untuk Pemula

Di pasar saham, siapa yang tak mengenal sosok Warren Buffet. Ia adalah investor tersukses  yang ada hingga saat ini. Strategi cemerlangnya dalam analisis fundamental maupun teknikal banyak diterapkan para investor. Cara trading seperti Warren Buffet pun, bisa Anda gunakan baik sebagai pemula maupun profesional.

Lebih dekat dengan Warren Buffet, Ia adalah seorang investor, pengusaha sekaligus pilantropis asal Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Di usianya yang memasuki kepala 9, Warren Buffet adalah salah satu tokoh investasi paling dikenal di dunia.

Selain itu,  Ia juga menjabat sebagai komisaris utama dan pemegang saham terbesar dari Berkshire Hathaway yang sekaligus berhasil memasukkannya sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia. Metode invetasi Buffet sendiri banyak berkaitan tentang value investing, sementara gaya hidupnya cenderung frugal meski dengan kekayaan yang melimpah.

Buffet sendiri merupakan seorang philanthropist yang sangat berdedikasi hingga sudah menyumpah akan menyumbangkan 90% kekayaannya bagi orang-orang membutuhkan philanthropic, yang mayoritas melalui Gates Foundation. Sikap sosialis ini pula yang membuatnya disegani tak hanya pada kalangan investor semata.

Dalam riwayat hidupnya, Buffet pernah didiagnosis menderita kanker prostat namun berhasil sembuh pada tahun yang sama yakni 2012. Ia banyak berkontribusi aktif di bidang politik seperti memberikan dukungannya kepada Hillary Clinton ketika mencalonkan diri sebagai presiden Partai Demokrat, pada tahun 2016 lalu.

Cara Trading Seperti Warren Buffet

Menggeluti dunia investasi selama 7 dekade membuat Warren Buffet memberi banyak inspirasi bagi para investor. Untuk itu, artikel ini merangkum 10 strategi investasi Warren Buffet yang bisa diterapkan bagi para pemula.

Investasi Tanpa Spekulasi

Pada prosesnya, Warren Buffet tak pernah berinvestasi pada sebuah bisnis yang tak Ia kuasai. Membeli saham Coca-Cola misalnya, Buffet menghabiskan uang hingga $1 miliar dollar hingga memegang kepemilikan sebesar 10%, melalui perusahaan investasinya Berkshire Hathaway Inc.

Mulai pada 1988, Coca-Cola berhasil tumbuh besar hingga kini dan memberi keuntungan 11% setiap tahunnya. Buffet bahkan menyebutkan, jika Ia akan memegang saham kesayangannya ini selamanya. Penyataan kontroversial Buffet lainnya, juga menyebutkan jika Ia mengkonsumsi 2.7000 kalori per hari maka seperempatnya adalah Coca-Cola.

Beli di Saat yang Tepat

Pada waktu yang berbeda, Warren Buffet pernah menyarankan untuk membeli saham saat banyak orang menjual, dan juallah saat banyak orang sedang membeli. Langkah ini merujuk saat Dow Jones Industrial Average Index mampu menembus batas terendah pada 1971 di level 580.

Kala itu, Buffet langsung memborong banyak saham bagus yang sedang diskon banyak. Strategi ini bisa dilakukan di Indonesia saat IHSG terkoreksi, dan jika tak ingin menunggu krisis besar di Indonesia.

Biasakan Membaca

Warren Buffet adalah orang yang senang menghabiskan waktunya di kantor untuk membaca. Dalam kantor yang Ia tempati hanya terdapat TV, beberapa lembar koran juga laporan keuangan perusahaan yang dipelajari. Tak ada komputer, bahkan smartphone sebagaimana orang-orang.

Ia bahkan menghabiskan waktunya selama 4-6 jam hanya untuk membaca. Ini adalah kebiasaan yang bisa dilakukan oleh siapapun, terutama bagi para investor. Pemahaman yang luas, akan membantu Anda memenangkan strategi di pasar saham.

Tak Perlu Ilmuwan Roket

Dalam kutipan yang berbeda, Warren Buffet pernah menyebutkan jika semua orang pada dasarnya bisa melakukan investasi ke dalam bentuk apapun, selama Ia mau belajar sekaligus banyak membaca. Aspek terpenting dalam investasi pada dasarnya adalah ilmu, yang membantu investor menyusun strategi sekaligus antisipasi kerugian yang mungkin timbul.

Prioritaskan Valuasi

Jika Anda hendak membeli sebuah barang, Anda tentu perlu memperhitungkan berapa nilai yang didapat senilai uang yang dikeluarkan untuk membelinya. Pertimbangan ini merupakan langkah dalam menakar timbal balik saat Anda melakukan transaksi.

Prinsip inilah yang dibawa Warren Buffet saat Ia memutuskan untuk membeli saham. Tak cuma itu, Ia menjadikannya kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari atau hendak membeli sesuatu bahkan dalam nominal kecil sekalipun.

Saat ini, Warren Buffet masuk dalam jajaran orang terkaya dunia, dimana pada Februari 2018 Ia berada pada urutan ketiga dunia setelah Jeff Bezos (Amazon) juga Bill Gates (Microsoft). Kendati demikian, Ia adalah pribadi yang sederhana, terlihat saat Ia menyantap steak favoritnya di Gorat’s, sekitar Omaha, Nebraska yang jauh dari kesan mewah.

Sabar Itu Kaya

Tak hanya dituntut untuk banyak membaca, seorang investor juga dituntut untuk lebih sabar demi meraup cuan yang optimal. Sabar dalam menunggu nilai sahammu berkembang adalah langkah yang perlu dilakukan. Jangan mudah terpengaruh dengan orang-orang di sekitar, terutama, mereka yang sekadar ikut-ikutan.

Dalam kutipan khusus Buffet, Ia menyebutkan untuk bersabar saja dan biarkan orang yang tidak sabaran lainnya mengirim uang ke rekening yang mereka inginkan. Butuh proses yang tak sebentar ketika Anda memutuskan terjun ke dunia investasi, ilmu,  juga analis mendalam akan membuahkan hasil.

Tidur Lebih Baik

Bekerja keras bukan berarti Anda harus mengabaikan istirahat, tidur yang cukup juga akan membantu Anda lebih kaya dari yang seharusnya. Jangan terlalu menyibukkan diri dengan memantau pergerakan saham terus menerus.

Buffet sendiri pernah menyebutkan, dan memberi surat kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway di tahun 1996 dengan mengatakan jika mereka bisa menghabiskan uang lebih banyak saat tidur ketimbang aktif atau terjaga.

Jangan Terburu-Buru

Salah satu kunci sukses adalah dengan bersabar, ini adalah proses yang tak mudah dilakukan orang banyak namun bisa memberikan dampak positif. Selain itu, lebih baik untuk tidak terpengaruh menjual saham yang telah memberikan capital gain yang cukup atau lumayan.

Hal ini karena menurutnya, saham-saham yang bagus sudah seharusnya disimpan untuk selamanya dan tidak untuk dilepaskan. Sebut saja saham Coca-Cola sebagai saham favoritnya. Jika bagi Anda yang memang membutuhkan uang dalam kondisi mendesak sekalipun, jangan pernah menjual saham yang baik.

Anda bisa memprioritaskan untuk memperoleh dari sumber pendapatan berbeda. Jika menjualnya, Anda mungkin akan mendapat uang dalam waktu dekat. Namun, Anda justru kehilangan aset potensial jangka panjang yang bahkan bisa turun kepada anak cucu Anda.

Waktu Merupakan Teman Investor

Menurut Warren Buffet, apapun yang terjadi di masa mendatang, indeks bursa akan terus mengalami perbaikan setiap tahunnya. Sama halnya ketika Indonesia ditimpa musibah bom Bali pada tahun 2002 lalu, yang mana IHSG berada di level 650. Namun setelah 15 tahun berselang, IHSG 2017 tutup dengan level 6.355.

Angka ini menunjukkan adanya kenaikan hingga lebih dari 900%, dan terus mengalami peningkatan. Kondisi ini senada dengan ungkapan Buffet, jika perang sekalipun, resesi atau krisis ekonomi, jalur pertumbuhan index tetap akan membaik apapun kondisinya.

Itulah cara trading seperti Warren Buffet yang bisa diterapkan bagi pemula. Tak hanya itu, investor profesional pun bisa menerapkan hal serupa untuk optimalisasi investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *