Mau Trading? Berikut Cara Trading Saham Yang Aman

Cara trading saham yang aman, sangat dibutuhkan terutama bagi para investor muda yang terbilang masih sangat polos di dunia bisnis penanaman saham itu sendiri. Adapun keuntungan yang bisa dirasakan dari mengetahui cara trading aman tersebut yakni, Anda dapat meminimalisir kerugian yang kemungkinan akan dialami di masa mendatang. Tapi, pemilik akun kini sudah tidak perlu terlalu khawatir, karena banyak sekali aplikasi trading yang juga menyertakan bantuan kepada para pemegang saham supaya tidak terperosok ke dalam kesalahan fatal ketika ingin melakukan transaksi.

Informasi Seputar Cara Trading Saham yang Aman

Berinvestasi, pada umumnya banyak dilakukan oleh masyarakat luas untuk memenuhi kebutuhan mereka di masa depan. Kekayaan yang diperoleh melalui jalur investasi ini, tergolong ke dalam tabungan jangka panjang. Pasalnya, apa yang telah diinvestasikan dapat terus berlanjut sampai pemilik saham mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Salah satu sistem yang digunakan dalam menjalani aktivitas penjualan saham serta pembelian sebuah saham dikenal dengan istilah trading, sedangkan pelaku kegiatannya disebut sebagai trader. Lalu, cara kerja dari trading sendiri mengandalkan jam operasional kerja, yakni mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 16.00 WIB. Kemudian, setelah selesai pergerakan grafik saham diperlihatkan, maka trader dapat memperhatikan hasilnya dalam waktu 10 menit setelah sesi penutupan berlangsung.

Selama jam kerja tersebut, pihak trader tidak dapat melakukan penawaran atau pembelian, karena grafik hanya menunjukkan kegiatan transaksi yang telah berhasil dilakukan. Oleh sebab itu, analisa sebaiknya dilaksanakan ketika perisapan pembukaan yang umumnya terjadi selama kurang lebih 15 menit dan saat memasuki penutupan. Pergerakan transaksi yang sangat cepat dari hasil penanaman modal saham investor, dapat dijadikan sebagai acuan supaya ketika hendak bertransaksi kembali Anda mengetahui saham mana yang sekiranya aman dan tidak terlalu menunjukkan nilai jual yang rendah.

Langkah-langkah yang Harus Diperhatikan untuk Trading Saham yang Aman

  1. Memilih perusahaan yang menawarkan sekuritas bermodal minim

Banyak sekali bank-bank di Indonesia yang menyediakan jasa sekuritas di dalamnya. Ada yang baru saja memberikan pelayanan tersebut, ada juga yang memang sudah sejak awal berdirinya bank tertentu mereka memasukkan fasilitas sekuritas untuk kenyamanan para nasabahnya. Akan tetapi, kebanyakan bank dari pihak swastalah yang sudah tergolong aktif dalam hal menangani permasalahan bisnis berbasis investasi saham.

Ada dua macam buku rekening yang wajib dimiliki oleh investor yaitu rekening saham dan rekening dana nasabah. Oleh sebab itulah perlu peranan bank agar proses pembukaan buku dapat berlangsung sesuai dengan ketetapan dari OJK atau otoritas jasa keuangan. Uang yang nantinya hendak disetorkan oleh bank kepada perusahaan yang diinvestasikan oleh nasabahnya, ditarik dari buku rekening dana kemudian dipindahkan ke buku rekening saham untuk selanjutnya diberikan ke perusahaan terkait.

Sedangkan keuntungan yang masuk dari hasil transaksi saham, akan dibukukan di dalam rekening saham yang bisa dicairkan kembali oleh pemiliknya. Namun, hal yang perlu diingat oleh pemula, yakni adanya biaya yang dibebankan oleh bank sekuritas setiap kali nasabah melakukan transaksi saham. Mulai dari 0,15% sampai dengan 0,29% tergantung dari pihak bank yang bersangkutan.

Nasabah yang menjadi investor dengan modal minim, sebaiknya mencari bank yang menawarkan biaya pembayaran sekuritas dalam persentase rendah. Hal ini berguna agar hasil penjualan maupun pembelian yang dilakukan, profitnya akan lebih besar mengalir ke rekening Anda. Namun, bukan berarti bank dengan biaya yang tinggi dalam sekuritasnya tidak pas dipilih, ada barang ada harga, semakin tinggi biayanya kemungkinan besar pelayanan yang diberikan juga semakin baik.

  1. Memperhatikan laju transaksi saham di pasaran

Sebelum memutuskan dalam pembelian saham, ada baiknya mempelajari terlebih dahulu laju pertumbuhan nilai jual dari saham yang diincar. Banyak sekali faktor yang memicu pergerakan saham menjadi turun ataupun meningkat tajam. Misalnya, adanya pengaruh dari suku bunga, inflasi harga, ketetapan dari pemerintah dalam negeri, serta isu yang merebak ke masyrakat akan masalah perusahaan tertentu.

Ada juga pengaruh yang umumnya terjadi karena beberapa aspek dari pihak luar negara. Salah satu aspek yang tidak asing yakni perbedaan kurs atau nilai tukar rupiah dengan dollar atau juga mata uang yang berasal dari negara lainnya.  Selanjutnya, ketentuan yang diberikan oleh bank sentral dunia yang berpusat di Amerika Serikat, serta masalah indeks dari harga sebuah saham tingkat lokal yang berpengaruh kepada investor tingkat Asia.

  1. Tanamkan modal awal dalam jumlah yang kecil

Supaya trading Anda aman, lebih baik cari jalur yang tidak terlalu beresiko yakni memilih menanamkan modal awal dalam jumlah yang tidak besar. Modal saham yang sedikit tersebut, dapat menjadi pelajaran bagi diri agar mampu melakukan prediksi yang akurat. Selain itu, dengan modal minim tersebut, kerugian yang dirasakanpun akan semakin kecil.

Ada aplikasi trading yang memperbolehkan investornya menanam modal terendah mulai dari Rp 100.000,- saja sampai dengan angka tinggi lainnya. Setelah Anda merasa sudah terbiasa dan mampu memutuskan saham tersebut akan terus mengalami peningkatan atau penurunan penjualan, baru saat itulah jumlah penanaman modal dapat ditingkatkan dari sebelumnya sedikit demi sedikit. Semakin besar modal yang ditanamkan, maka semakin tinggi juga resiko kerugian yang akan dialami.

  1. Pembelian saham dari daftar BEI

BEI merupakan kepanjangan dari Bursa Efek Indonesia yang memberitahukan kepada investor-investor perusahaan yang terdaftar dengan menggolongkannya ke dalam beberapa indeks. Golongan indeks yang dikenal cukup aman yaitu, IDX30 serta LQ45. Sebagian besar perusahaan dalam golongan tersebut, mempunyai sejarah bisnis yang bagus serta kekuatan keuangan yang baik.

Setiap perusahaan yang telah bergabung dengan lembaga BEI, semuanya telah berhasil lolos dari seleksi peniliaian. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan problematika yang terjadi selama trading berlangsung, mampu berdampak besar terhadap nilai jual saham di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, pemula sebaiknya memilih menanamkan modalnya ke golongan saham yang termasuk ke dalam indeks yang telah disebutkan sebelumnya.

  1. Segera pilih saham yang sedang diskon

Seperti halnya barang kebutuhan sehari-hari yang terkadang mengalami penurunan harga jual di pasaran. Saham yang nilai penawarannya rendah sebaiknya segera dibeli tanpa perlu berfikir dua kali lagi sebelum direbut oleh investor lain. Walaupun belum pasti saham dengan harga rendah akan membawa keuntungan dalam jumlah besar, setidaknya Anda tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk memilikinya.

Anggap saja Anda sedang mencari peruntungan dari memiliki saham yang dijual di pasar dengan harga rendah. Bisa jadi setelah perusahaan tersebut semakin meningkat popularitasnya, nilai sahamnya akan kembali meningkat bahkan jauh lebih tinggi lagi dari apa yang telah diperkirakan. Cara ini lebih aman untuk investor pemula, serta sangat membantu dalam hal mengoleksi kepemilikan beberapa saham lainnya meskipun modal yang dimiliki terbatas.

Sekian pembahasan cara trading saham yang aman di kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan jangan pernah takut mengalami kegagalan. See ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *