Bagaimana Cara Menghitung Saham Preferen?

Cara menghitung saham preferen dengan jenis saham biasa tentu berbeda. Kedua saham ini memang pada dasarnya berbeda, baik dari cara menghitungnya, kategori jenisnya, dan lain sebagainya. Lalu apa itu saham preferen? Saham preferen, preferred stock, atau preferred shares merupakan sekelas modal saham yang melakukan pembayaran deviden di tingkat tertentu dan memiliki keistimewaan dari saham biasa, baik dari sisi likuidasi aset maupun pembayaran dividen. Pemegang saham ini mendapatkan dividen dan aset apabila perusahaan dilikuidasi. Saham ini lebih tua dibandingkan saham biasa, tetapi lebih muda jika dilihat dari sisi utang, klaim atas aset.

Dalam hal ini, saham preferen tidak membawa hak voting. Secara umum, fitur pada saham ini ini merupakan konversi ke saham biasa serta fitur callability, yaitu kemampuan ditebus sebelum jatuh tempo.

Pahami Cara Menghitung Saham Preferen!

Apabila saham preferen tidak mempunyai tanggal jatuh tempo yang telah dinyatakan, Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung keseluruhan biaya komponen pada saham preferen adalah sebagai berikut.

Biaya Saham Pilihan = dividen pada harga / harga yang disukai / 1 – flotasi yang disukai , yaitu harga yang diinginkan merupakan nilai pasar sekarang, sementara biaya flotasi yaitu biaya penjaminan penerbitan saham preferen dalam persentase.

Umumnya, biaya pada saham preferen lebih tinggi dibandingkan biaya utang. Hal ini terjadi karena hutang lebih dipandang sebagai komponen dalam biaya modal yang paling beresiko. Apabila perusahaan menggunakan jenis saham preferen untuk sumber pembiayaan maka perlu meliputi biaya saham preferen dan biaya rata-rata tertimbang formula modal.

Jenis saham yang paling disukai, kemudian dipegang perusahaan lain bukan dipegang oleh individu. Apabila perusahaan menggunakan saham preferen, maka diizinkan menyisihkan 70% dividen yang disukai dari perpajakan. Oleh karena itu, cara ini dapat meningkatkan pengembalian pasca pajak.

Mengenal Lebih Jauh Saham Preferen

Dalam pengertian lainnya, saham preferen bisa diartikan sebagai surat berharga yang ditawarkan oleh perusahaan dengan cara menunjukkan nilai nominal yang bisa mengembangkan pendapatan tetap dalam bentuk dividen yang diterima setiap 3 bulan. Pemegang saham ini terlebih dahulu akan mendapatkan dividen dan mempunyai hak suara dibandingkan pemegang saham biasa. Misalnya yaitu hak suara pada pemilihan direksi.

Saham preferen juga dapat diartikan sebagai saham yang mempunyai karakteristik gabungan antara saham biasa dan obligasi. Dalam hal ini, saham preferen bisa menghasilkan pemasukan tetap, seperti halnya bunga obligasi, namun juga tidak bisa mendatangkan hasil, yang telah dikendaki investor.

Klasifikasi Saham Preferen

Berdasarkan karakteristiknya dari bentuk hukum, saham preferen diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai ekuitas dan sebagai liabilitas keuangan. Sebagai ekuitas, misalnya saham preferen abadi tidak bisa ditembus. Sementara sebagai liabilitas keuangan, misalnya saham preferen yang pelunasan wajib dengan jumlah tetap di waktu yang akan datang.

Sementara itu, berdasarkan sifatnya, saham preferen bersifat kumulatif dan non kumulatif. Saham preferen bersifat kumulatif memiliki syarat jika suatu perusahaan mengalami kegagalan dalam membayar dividen, dividen tersebut diakumulasikan serta perusahaan wajib menebus di waktu mendatang supaya bisa melakukan pembayaran dividen saham biasa. Sementara saham preferen non kumulatif tidak mempunyai fitur tersebut, dan apabila ada, perusahaan tidak wajib membayar di waktu mendatang.

Jenis-Jenis Saham Preferen

Adapun beberapa jenis saham preferen secara umum antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Convertible Preferred Stock

Jenis saham preferen ini mempunyai fitur konversi ke saham biasa. Dikarenakan mempunyai opsi konversi pemegang saham per kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari penghargaan harga saham biasa. Namun demikian, sesudah mengkonversinya ke saham biasa, pemegang saham tidak boleh mengkonversi lagi ke saham preferen. Hal ini telah menjadi ketentuan dan kebijakan yang berlaku.

  1. Participating Preferred Stock

Perlu diketahui bahwa partisipating preferred share merupakan jenis saham preferen yang mana pemegang saham mendapatkan dividen sebelum dibayarkan ke pemegang saham biasa. Secara umum, saham ini lebih disukai dibandingkan saham biasa apabila terjadi luquidasi. Selain itu, pemegang saham juga mendapatkan dividen tambahan, yang bayarkan apabila jumlah dividen yang diterima melebihi jumlah saham yang telah ditentukan.

Jenis saham preferen ini dikeluarkan oleh perusahaan baru yang butuh pemasukan uang tunai. Selain itu, jenis saham ini pun bisa dikeluarkan sebagai reaksi tanggap atas tawaran dari pengambilalihan yang bermusuhan, yakni bagian dari strategi.

  1. Cumulative Preffered Stock

Saham preferen kumulatif umumnya membayar dividen secara reguler, yang dilakukan setiap 3 bulan sekali. Saat perusahaan tidak melakukan pembayaran, maka jumlah dividen terutang akan terus menumpuk dan wajib dibayar sebelum melakukan penerbitan dividen terhadap pemegang saham preferen. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua saham preferen mempunyai fitur yang satu ini karena beberapa diantaranya tidak kumulatif.

  1. Callable Prefered Stock

Jam jenis ini juga sering dikenal dengan istilah redeemable preferred stock, yakni jenis saham preferen yang memberikan kemungkinan bagi perusahaan menariknya di tanggal tertentu, dengan harga penebusan tertentu di waktu yang akan datang. Harga penebusan bisa jadi lebih tinggi atau sama dengan harga asli. Perusahaan melakukan pembayaran dividen seperti ekuitas lainnya, namun juga bisa dibeli oleh penerbit, yang merupakan karakteristik efek utang.

Jenis saham ini mempunyai fitur call, sehingga lebih menguntungkan untuk emiten. Selain itu, pemegang saham ini juga tidak mempunyai opsi untuk menolak call, sehingga redemption adalah kebijakan perusahaan penerbit.

  1. Adjustable-Rate Preferred Stock

Untuk jenis saham preferen ini yaitu membayarkan dividen yang bervariasi karena dihubungkan dengan tolak ukur yang telah ditentukan. Contohnya yield surat perbendaharaan negara. Penentuan tingkat penyesuaian ini dinyatakan pada prospek dan berkemungkinan mempunyai tingkat minimum dan maksimum. Fitur penyesuaian tersebut menjadikannya lebih stabil dibandingkan jenis saham preferen yang lain.

Keuntungan Perhitungan Saham Preferen

Banyak para investor memilih saham preferen karena mereka akan membayar dividen yang lebih tinggi dan tentunya lebih teratur dibandingkan saham biasa. Lebih dari itu, timbal balik hasil dividen dari saham preferen juga umumnya lebih tinggi dibandingkan himbauan hasil obligasi. Hal ini dikarenakan biaya utang bisa dikurangi dari pajak, sementara biaya saham preferen tidak bisa dikurangi pajak.

Itulah sekilas informasi terkait dengan cara menghitung saham preferen dan beberapa hal terkait dengan saham preferen. Seperti yang telah diketahui bahwa saham adalah modal awal yang dibutuhkan ketika ingin memasuki dunia investasi saham. Dalam hal ini, saham dapat diartikan sebagai sesuatu yang berharga yang bisa membuktikan secara resmi bahwa investor saham merupakan bagian dari kepemilikan perusahaan. Jika seseorang membeli saham dari suatu perusahaan, maka ia telah mempunyai hak kepemilikan dari perusahaan tersebut. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan, maka orang yang berinvestasi juga akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen. Dalam hal ini, saham preferen menjadi salah satu dari kategori utama saham selain saham biasa.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *