Cara Menghitung Prospek Saham Dalam Value Investing

Topik tentang cara menghitung ‘prospek saham’ dalam value investing kini sedang ramai diperbincangkan banyak orang dari berbagai kalangan. Setiap harinya, mesin pencarian google bahkan selalu ramai dikunjungi oleh para investor yang ingin mengetahui prospek saham paling terbaru. Meski pun demikian, tentu saja menghitung prospek saham tidak selalu harus mengandalkan google.

Sama halnya seperti bisnis-bisnis lain pada umumnya, saham juga memiliki prospek yang berarti suatu peluang atau kemungkinan yang akan terjadi. Dalam prospek saham sendiri, prospek diartikan sebagai suatu peluang akan kenaikan harga saham yang tentunya berpengaruh pada value investing dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam value investing, menghitung prospek saham dilakukan dengan menghitung suatu peluang tentang bagaimana kinerja suatu perusahaan dalam waktu yang akan datang. Jika saham pada perusahaan tersebut sejak awal value nya murah dan fundamentalnya bagus, maka saat kinerja perusahaan bagus tentu saham akan terus naik dengan sendirinya.

Tips Menghitung ‘Prospek Saham’ Dalam Value Investing

Meski informasi tentang prospek suatu saham dalam value investing seringkali dapat ditemukan dengan mudah di internet, namun terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan agar investasi dapat tepat sasaran dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Tips menghitung prospek suatu saham dalam value investing:

  1. Dapatkan Saham Undervalue

Prinsip seorang investor dalam strategi value investing sebenarnya sangatlah sederhana. Perumpamaannya Anda hanya perlu menemukan suatu barang berharga yang ditawarkan dengan harga yang murah, diskon, ataupun dibawah rata-rata harga wajarnya. Sama halnya dengan saham, maka Anda harus mendapatkan saham undervalue.

Hal yang perlu diingat saat mencari saham undervalue, Anda harus cermat dan melakukan penyeledikan terlebih dahulu. Sama seperti berjualan, pastikan barang yang dibeli murah dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Saat Anda berhasil mendapatkan saham undervalue maka menghitung prospek saham akan menjadi lebih mudah.

Anda bisa membuat perbandingan dengan emiten yang sejenis atau rata-rata industrinya. Selanjutnya Anda juga harus lebih cermat dalam mempelajari kondisi fundamental emiten seperti pertumbuhan EPS, kondisi hutang, dan lain sebagainya. Pada intinya cobalah untuk temukan dan dapatkan saham undervalue dengan cermat dan tepat. Dengan demikian prospek saham dengan peluang yang menguntungkan pasti akan Anda dapatkan.

Adapun cara untuk mendapatkan saham undervalue, yaitu dengan cara berikut ini:

  • Price-to-earning ratio (PER), cara menghitungnya yaitu harga pasar saham dibagi dengan laba per saham. Prinsipnya saham dianggap murah kalau PER nya juga tergolong murah
  • Price-to-book-value (PBV), yaitu rasio harga saham pada saat ini terhadap nilai per lembar saham. PBV yang rendah biasanya dianggap sebagai ukuran harga saham yang murah atau saham undervalue.
  • Return On Equity (ROE), diperoleh dari membagi laba bersih dengan total ekuitas. Dalam value investing biasanya para investor akan mengincar saham dengan ROE tinggi. ROE digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dari suatu perusahaan.
  1. Cari Emiten dengan Reputasi yang Baik

Mencari emiten dengan reputasi baik sebenarnya sudah menjadi rahasia umum saat mencari prospek saham dalam value investing. Dalam hal ini, cermatilah beberapa hal seperti daftar saham yang sudah teruji kredibilitasnya, yang sudah beroperasi dalam jangka waktu cukup lama dan yang sudah menerapkan pola pengelolaan perusahaan dengan cukup baik.

Mencari emiten dengan reputasi baik juga dapat dilihat dari histori fundamental keuangannya. Jika Anda ingin mencari emiten yang baik dengan lebih teliti, maka disarankan bisa mengunjungi situs Bursa Efek Indonesia. Anda bisa melakukan screening dan membandingkan banyak emiten dengan lebih detail.

  1. Pertimbangkan Faktor Kualitatif

Menghitung prospek suatu saham dalam value investing mengharuskan Anda untuk melihat faktor-faktor kualitatif seperti kekuatan merk dagang, kekuatan brand, citra perusahaan, posisi perusahaan di dunia industri, dan tingkat likuiditas saham tersebut. Pada prinsipnya Anda tidak boleh sampai terbawa arus pasar, para investor yang sudah ahli biasanya akan menghindari sektor industri atau emiten yang tengah menjadi pusat  primadona, hal tersebut karena valuasi sahamnya akan sangat tinggi.

Dengan mempertimbangkan faktor kualitatif, suatu prospek saham akan sangat mudah terlihat terutama jika Anda berhasil mendapatkan saham yang faktor kualitatifnya benar-benar sudah sesuai dengan kriteria value investing yang baik. Kriteria tersebut biasanya memiliki kondisi fundamental perusahaan relatif bagus dalam jangka waktu yang panjang.

  1. Investasi Sesuai dengan Keuangan

Value investing disebut juga sebagai suatu strategi yang mengharuskan Anda untuk melakukan pengamatan dengan cermat terhadap suatu saham. Jika sudah melakukan berbagai pengamatan dan mempertimbangkan segala faktor dalam menghitung prospek saham, selanjutnya yang harus Anda lakukan yaitu memutuskan investasi sesuai dengan keuangan yang dimiliki.

Setiap prospek saham yang menjanjikan tentu saja diharapkan dapat memberi keuntungan yang berlipat, namun hal yang perlu diingat saat menghitung prospek suatu saham dalam value investing Anda tidak perlu memaksakan kehendak. Jika memang keuangan yang dimiliki belum mencukupi untuk membeli saham yang prospektif, maka pertimbangkanlah kembali dan hitung prospek saham lainnya sesuai dengan budget yang dimiliki.

Kriteria Prospek Saham yang Baik dalam Value Investing

Menghitung prospek suatu saham dalam value investing tidaklah cukup bagi seorang investor, hal ini juga berlaku bagi seorang pemula dalam dunia investasi. Agar saham yang dipilih dapat tepat sasaran, maka ketahuilah juga kriteria suatu saham yang baik dalam value investing.

Beberapa kriteria prospek saham yang baik dalam value investing:

  1. Kinerja Perusahaan Harus Bagus

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, mengetahui prospek suatu saham yang baik dalam value investing sudah dapat terlihat jelas dari kondisi perusahaan. Meski saham yang dibeli merupakan saham undervalue, namun saat kinerja perusahaan bagus otomatis kedepannya harga saham akan ikut naik.

  1. Saham Dijual dengan Harga Dibawah Nilai Intrinsik

Kunci value investing yaitu harus mendapatkan saham dengan harga jual di bawah nilai intrinsik atau di bawah harga wajar. Saham yang dibeli dengan harga murah, nantinya diharapkan akan mengalami kenaikan secara terus menerus di masa yang akan datang. Namun dengan catatan, pastikan saham tersebut merupakan perusahan yang sehat dan memiliki kinerja cukup baik sehingga dapat Anda nilai sebagai saham yang sangat prospektif.

  1. Saham Memiliki Posisi yang Berbeda dengan Persepsi Pasar

Dalam berinvestasi Anda harus cermat dan teliti dalam menghitung prospek saham. Dalam value investing, pilihlah saham yang berada pada posisi berbeda dengan persepsi pasar. Bisa dibilang saham tersebut sangat jauh dari kata primadona dan banyak orang yang merasa pesimis terhadapnya.  Namun dalam situasi tersebut, saham yang memiliki posisi berbeda dengan persepsi pasar justru dapat Anda jadikan prospek saham yang menjanjikan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menghitung  ‘prospek saham’ dalam value investing ternyata memang sangat mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu lebih cermat untuk menganalisa dan mengambil kesempatan terhadap prospek saham yang ada. Teruslah belajar, menganalisa dan menghitung setiap prospek saham yang ada dengan cermat, maka Anda pun bisa menjadi seorang investor yang hebat di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *