Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita Suatu Negara

Sebelum membahas cara menghitung pendapatan per kapita suatu negara, kalian sudah tahu belum apa itu arti pendapatan per kapita?

Pendapatan per kapita didefinisikan sebagai pendapatan rata-rata suatu negara yang terhitung dalam jangka waktu tertentu, biasanya dihitung pertahunnya. Merupakan pendapatan rata-rata masyarakat di suatu wilayah atau negara dibagi jumlah penduduknya.

Negara bisa dikatakan maju dan sejahtera apabila ekonomi masyarakatnya tercukupi. Menghitung pendapatan per kapita juga bisa digunakan untuk para pengusaha atau pebisnis yang ingin membuat usaha produksi atau membuka cabang di suatu wilayah. Apakah cukup memungkinkan dan akan berjalan baik serta menguntungkan atau tidak.

Mengetahui Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita Suatu Negara

Menghitung pendapatan per kapita, membutuhkan data-data seperti banyaknya jumlah penduduk dan juga pendapatan masyarakatnya. Pemerintah biasanya akan menggunakan usia kerja penduduk sebagai jalan aman. Karena jika menggunakan data seluruh masyarakat, tidak semua masyarakat mendapatkan penghasilan, misalnya seperti anak-anak, dan juga orang tua.

Meskipun begitu, pendapatan per kapita suatu negara atau wilayah akan mencakup semua masyarakat baik bayi yang baru lahir, anak-anak, remaja, bahkan orang tua yang semuanya tidak memiliki penghasilan. Namun, pendapatan per kapita akan condong pada perhitungan masyarakat dengan usia produktif untuk bekerja, sehingga apabila suatu wilayah atau negara memiliki masyarakat dengan usia produktif yang rendah maka pendapatan per kapita wilayah itu akan miring.

Lalu, bagaimana cara mengetahui pendapatan per kapita suatu negara?

Caranya yaitu dengan memasukkan pendapatan nasional masyarakat lalu dibagi dengan jumlah penduduk di negara tersebut.

Sebelumnya, pendapatan nasional dihitung berdasarkan metode-metode perhitungan tertentu seperti pendekatan produksi dan pendekatan pendapatan. Pendekatan produksi yaitu metode perhitungan pada suatu lapangan kerja, dengan kata kunci “produksi” yang berarti masyarakat yang memproduksi atau mengolah sesuatu, seperti membuat usaha atau pengolahan alam, contohnya pertanian, pertambangan, perikanan dan lain-lain. Sedangkan metode perhitungan pendekatan pendapatan, yaitu melakukan pendataan pada masyarakat yang bekerja dan menghasilkan gaji, seperti para tenaga kerja.

Lanjut, jadi setelah diketahui pendapatan nasional suatu negara, lalu dibagi dengan jumlah penduduk di negara tersebut. Dan hasilnya adalah pendapatan per kapita negara tersebut.

Rumus

Kategori Kesenjangan Ekonomi dalam Pendapatan Per Kapita

Untuk mendapatkan kesimpulan suatu negara dalam keadaan ekonomi yang baik atau tidak, ada empat kategori yang dapat menyimpulkan

  1. Low Income (Negara Berpendapatan Rendah)

Negara dengan kategori Low Income ini memiliki jumlah pendapatan per kapita sebesar  USD 1.035. Jadi jika suatu negara mendapati jumlah per kapita dari pembagian dari pendapatan nasional dan jumlah penduduk memiliki hasil kurang dari 1035 USD maka negara itu dikategorikan sebagai negara berpendapatan rendah.

Biasanya, hal ini terjadi apabila penduduknya memiliki jumlah yang sangat tinggi sedangkan para pekerja dan pengusahanya rendah. Jadi sangat berbanding terbalik dan mengakibatkan negara itu memiliki keadaan ekonomi yang kurang baik.

  1. Low Middle Income (Negara dengan Pendapatan Menengah Rendah)

Negara dengan kategori Low Middle Income memiliki jumlah pendapatan per kapita antara USD 1.036 sampai USD 4.035. Lebih tinggi dari kategori Low Income. Jadi apabila hasil pembagian antara pendapatan nasional dan jumlah penduduk negaranya antara USD 1.036-4.035 maka negara tersebut dalam kategori Low Middle Income.

Negara dengan kategori per kapita ini, biasanya memiliki penduduk yang masih lebih tinggi dibanding dengan masyarakat yang bekerja. Jadi apabila suatu negara jumlah penduduknya banyak, sedangkan pekerjanya sedikit atau bahkan cukup banyak biasanya masih belum dapat diseimbangi karena masih terlalu berat di jumlah penduduknya.

  1. Upper Middle Income (Negara dengan Pendapatan Menengah Tinggi)

Kategori ini, yaitu Upper Middle Income lebih tinggi per kapitanya dari yang sebelum-sebelumnya yaitu antara USD 4.036 sampai USD 12.535. negara yang memiliki pendapatan per kapita di tengah-tengah angka itu memasuki kategori negara yang pendapatannya menengah tinggi.

  1. High Income (Negara dengan Pendapatan Tinggi)

Negara dengan Pendapatan Tinggi memiliki jumlah per kapita lebih dari 12.536. Biasanya peringkat ini diduduki oleh negara-negara maju dengan penduduknya yang sedikit. Banyak masyarakat yang bekerja, dan juga banyak pengusaha, sedangkan jumlah penduduknya sedikit, jadi memiliki hasil yang tinggi.

Apa yang Mempengaruhi Kategori Pendapatan Per Kapita Negara Rendah?

Ada beberapa hal yang menyebabkan negara memiliki pendapatan per kapita rendah, di antaranya:

  1. Masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Padahal pendidikan merupakan suatu hal yang penting yang membukakan pikiran manusia pada luasnya ilmu yang ada di dunia. Karena hal itu, pendidikan yang rendah sangat berpengaruh pada pendapatan per kapita negara.
  2. Keterampilan yang rendah. Masih dalam cakupan pendidikan, yang mana pendidikan juga sangat dapat mengembangkan keterampilan masyarakat. Jika keterampilan tidak dimiliki, tidak bisa mengkreasikan dan hanya mampu bekerja ikut dengan orang maka negara akan memiliki kekurangan dalam pendapatan nasionalnya. Apabila keterampilan tinggi, akan ada banyak pengusaha, dan pendapatan nasional akan naik.
  3. Sumber daya alam yang terbatas. Suatu negara dengan wilayah yang tidak memiliki banyak sumber daya alam untuk dimanfaatkan akan sangat kekurangan. Pasalnya banyak negara yang mendapatkan penghasilan dengan mengolah sumber daya alamnya. Hal itu pula patut disyukuri sebagai anugerah alam. Manusianya juga harus memiliki keterampilan agar mampu mengolahnya agar menjadi penghasilan yang menguntungkan.
  4. Sikap masyarakat yang tidak disiplin. Disiplin merupakan kunci dari kesuksesan. Apabila negara memiliki masyarakat yang mengutamakan disiplin maka segala sesuatunya akan berjalan dengan baik. Disiplin dalam waktu terutama, yang menjadikan masyarakat lebih produktif.

Manfaat Mengetahui Pendapatan Per Kapita Suatu Negara

Lalu, untuk apa suatu negara melakukan perhitungan per kapita? Pastinya hal ini banyak berpengaruh dan bukan suatu hal yang dilakukan tanpa sebab.

  1. Mengetahui tingkat kesejahteraan rakyat

Pendapatan per kapita dapat menjadi kesimpulan apakah kehidupan masyarakat di negara itu sejahtera, dengan keadaan ekonomi yang cukup atau justru kurang.

  1. Mengetahui tingkat ekonomi negara

Biasanya kalian sudah banyak mendengar negara maju atau negara berkembang. Contohnya negara Singapura. Singapura adalah negara yang memiliki wilayah kecil, hanya sebatas satu pulau kecil di dekat ujung pulau Sumatera. Namun siapa sangka tingkat ekonomi negaranya lebih baik daripada Indonesia yang wilayahnya lebih besar dan lebih luas, serta penduduknya yang lebih banyak? Negara maju dan berkembang ini tentunya dipertimbangkan dari segi ekonomi negaranya.

  1. Menjadi pembanding dengan negara lain

Menjadi pembanding dalam hal ini memiliki artian sebagai evaluasi. Negara akan berkaca dengan melihat pendapatan per kapita negara lain yang lebih tinggi. Negara yang memiliki pendapatan per kapita lebih rendah akan terpacu untuk memperbaiki ekonomi negaranya.

Jadi, pendapatan per kapita negara memiliki manfaat yang dapat menjadikan tolak ukur dengan negara lain. Negara akan menjadikan hal itu sebagai pemacu untuk mensejahterakan masyarakatnya dan menjadikan negara maju. Sudah cukup jelas dengan pembahasan cara menghitung pendapatan per kapita suatu negara? Semoga bermanfaat.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *