Cara Menghitung Kinerja Portofolio Saham

Pada artikel ini akan dibahas mengenai cara menghitung kinerja portofolio saham. Lalu bagi yang ingin mengetahui apa itu portofolio saham serta apa saja tipe-tipenya, mari kita bahas lebih lanjut.

Cara Menghitung Kinerja Portofolio Saham

Untuk mengetahui nilai kinerja portofolio adalah harus menghitung total antara cash dan market value saham. Banyak sekali pelaku pasar, baik trader maupun investor yang tidak menghitung market value, apalagi saat dalam posisi saham sedang merugi. Biasanya yang dihitung adalah harga modalnya saja.

Untuk cash sendiri terdiri dari tiga unsur, yaitu:

  • Cash tidak terpakai.
  • Realized profit (keuntungan yang terjadi atas penjualan sebuah surat berharga yang dijual atau dipindahtangankan dengan harga yang lebih tinggi atau rendah dibandingkan dengan harga beli).
  • Realized loss (kerugian yang terjadi atas penjualan seatu surat berharga yang dijual atau dipindahtangankan dengan harga yang lebih tinggi atau rendah dibandingkan dengan harga beli).

Untuk market value itu ada tiga unsur, yaitu:

  • Stock buy value (saham yang cenderung diperdagangkan dengan harga lebih rendah terhadap fundamentalnya)
  • Unrealized profit (perkiraan dari laba atas surat berharga yang dimiliki yang sesungguhnya belum terjadi/dapat disebut sebagai keuntungan di atas kertas)
  • Unrealized loss (perkiraan dari rugi atas surat berharga yang dimiliki yang sesungguhnya belum terjadi/dapat disebut sebagai kerugian di atas kertas)

Jadi, jumlahkan semua nilai cash lalu ditambah dengan stock market value, maka akan mendapatkan portofolio value.

Sebenarnya, menghitung kinerja portofolio saham dapat dibilang sederhana apabila hanya satu kali menyetor dana, yakni ketika membuka rekening di sekuritas, sehingga penambahan nilai portofolio yang terjadi seluruhnya berasal dari capital gain, dividen dan bunga (cash yang tidak atau belum dibelanjakan saham, akan mendapatkan bunga sekitar 2% per tahun dan dipotong pajak, serta dibayar setiap bulannya).

Misalnya, modal awal sebesar Rp 100.000.000, lalu pada akhir tahun nilai saham yang dipegang, ditambah dengan cash, menjadi Rp 120.000.000. Maka, kinerja investaso adalah +20,0%.

Menurut pakar saham, Teguh Hidayat, menyarankan agar jangan hanya setor satu kali saja ke sekuritas, namun jika bisa setor secara rutin. Katakanlah satu bulan sekali, agar modal yang mungkin awalnya kecil semakin lama akan semakin besar.

Contohnya, dibuka rekening dengan nilai modal awal sebesar Rp 12.000.000, kemudian setelah rutin menyetor Rp 1.000.000 setiap bulan, maka setiap tahunnya akan menghasilkan kinerja profit rata-rata 20%. Maka dalam 10 tahun, akan menghasilkan Rp 385.000.000. Jika dapat menghasilkan kinerja investasi yang lebih besar, misalnya 25% per tahun, atau setorannya lebih besar misalnya RP 2.000.000 per bulan. Maka hasilnya juga pasti lebih besar lagi.

Mengukur Sebuah Kinerja Portofolio

Terdapat tiga set perangkat dalam mengukur kinerja untuk membantu dalam mengevaluasi portofolio. Ada rasio Treynor, Sharpe dan Jensen mengombinasikan risiko dan kinerja menjadi satu nilai yang tunggal, tetapi masing-masing mempunyai perbedaan. Berikut penjelasannya.

  1. Metode pengukuran Treynor

Orang yang pertama menyediakan pengukur komposit kinerja portofolio serta memperhitungkan risiko ialah Jack L. Treynor. Tujuan Treynor adalah menemukan ukuran kinerja yang bisa diaplikasikan kepada semua investor dan tidak mempedulikan preferensi risiko personal.

Treynor memperkenalkan konsep dari garis pasar sekuritas, yang mendefinisikan hubungan antara hasil portofolio dengan tingkat hasil pasar, dimana kemiringan garis mengukur volatilitas relatif antara portofolio dengan pasar yang diwakili dengan beta.

Pengukuran ini juga dikenal sebagai imbalan kepada rasio volatilitas, bisa didefinisikan sebagai:

  1. Metode pengukuran Sharpe

Pengukuran ini hampir sama dengan pengukuran Traynor, kecuali bahwa pengukuran risiko merupakan standar deviasi portofolio, bukan dengan mempertimbangkan risiko sistematik yang ditampilkan oleh beta.

Pengukuran yang diperkenalkan oleh Bill Sharpe ini, terkait dengan pekerjaannya dalam model penetapan harga aset modal (capital asset pricing model atau CAPM). Lalu diperjelas dengan menggunakan risiko total untuk membandingkan portofolio terhadap garis pasar modal.

Rasio Sharpe ini didefinisikan sebagai berikut:

  1. Metode pengukuran Jensen

Pengukuran Jensen didasarkan pada CAPM dan dibuat oleh Michael C. Jensen. Pengukuran ini memperhitungkan kelebihan hasil atau excel return yang akan diperoleh dari suatu portofolio melebihi hasil yang diharapkan. Pengukuran ini disebut juga dengan pengukuran alpha.

Formulanya bisa dijabarkan sebagai berikut:

Yang mana: Acuan Hasil (CAPM) = Tingkat Hasil bebas risiko + Beta (Hasil dari pasar – Tingkat Hasil Bebas Risiko)

Apa Itu Portofolio Saham

Portofolio merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika berinvestasi saham. Umumnya, portofolio saham diartikan sebagai kumpulan saham yang dimiliki oleh para investor. Tetapi lebih daripada itu, portofolio saham memiliki fungsi yang penting bagi seorang investor.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai portofolio saham, pahami dulu apa itu portofolio investasi. Berdasarkan data dari Investopedia, portofolio merupakan kumpulan finansial, seperti saham, reksadana, obligasi, komoditas dan lain sebagainya.

Sementara itu menurut Capital, portofolio adalah sebuah kumpulan aset dari investasi atau finansial yang dipegang oleh suatu individu, perusahaan dan investasi, atau lembaga keuangan. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa portofolio saham merupakan kumpulan saham yang dimiliki oleh seorang investor.

Sebuah portofolio saham akan menunjukkan profil risiko dari para investor tersebut. Untuk melihat apakah seorang investor memiliki profil risiko yang tinggi ataupun rendah, bisa dilihat dari portofolionya.

Walaupun portofolio saham sendiri adalah kumpulan aset saham, seorang investor dapat saja mempunyai lebih dari satu portofolio. Portofolio tersebut dapat dipisahkan untuk bermacam-macam keperluan. Contohnya, ada portofolio saham yang digunakan untuk investasi jangka panjang dan ada juga portofolio saham yang lain untuk investasi jangka pendek. Itu semua tergantung tujuan investasi dari investor tersebut.

Tipe-tipe Portofolio Saham

Menurut Corporate Finance Institue, ada tiga portofolio saham yang umumnya dimiliki oleh seorang investor, yaitu:

  1. Growth Portofolio

Growth portofolio adalah portofolio yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan portofolio itu sendiri. Portofolio yang fokusnya adalah untuk pertumbuhan aset investasi biasanya menerapkan prinsip high risk, high return. 

Prinsip tersebut biasanya akan digunakan oleh seorang investor yang berani mengambil risiko tinggi dalam meraih keuntungan yang lebih tinggi pula. Umumnya, tipe portoflio ini berfokus pada industri-industri yang saat itu sedang berkembang. Selain itu, growth portofolio juga dapat berisi saham-saham lapis kedua.

  1. Income Portofolio

Selanjutnya ada income portofolio. Dilihat dari asal katanya, income portofolio merupakan portofolio yang lebih berfokus pada pengamanan pendapatan reguler yang didapat dari investasi daripada capital gain. Pendapatan reguler yang dimaksud dapat berupa dividen yang umumnya dibagikan oleh perusahaan pada periode waktu tertentu.

Namun tidak semua perusahaan secara rutin membagikan dividen. Sementara itu, capital gain merupakan keuntungan yang bisa didapat dari transaksi menjual saham dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya

  1. Value Portofolio

Tipe portofolio yang terakhir adalah value portofolioValue portofolio umumnya dimiliki oleh seorang investor yang membeli saham dengan harga yang lebih murah daripada saham lainnya di industri yang sama. Saham-saham seperti ini biasanya disebut sebagai undervalued stock karena harganya juga yang sedang murah.

Biasanya, investor akan menahan saham tersebut dalam kurun waktu yang cukup lama hingga menemukan value yang lebih tinggi daripada saat mereka membelinya. Meskipun begitu, biasanya value portofolio mempunyai risiko yang lebih tinggi karena harga saham-saham tersebut relatif lebih fluktuatif bila dibandingkan dengan tipe portofolio lainnya.

Demikianlah artikel mengenai cara menghitung kinerja portofolio saham beserta macam-macam portofolionya. Semoga apa yang dijelaskan dalam artikel ini dalam bermanfaat bagi yang membacanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *