Cara Menghitung Dividend Payout Ratio

Cara Menghitung Dividend Payout Ratio – Sebelum melakukan investasi, biasanya investor akan mencari tahu apakah perusahaan tersebut layak untuk dipilih atau tidak dan salah satu caranya adalah mengetahui kegunaan dan cara menghitung Dividend Payout Ratio.

Anda masih asing dengan Dividend Payout Ratio? Tak kenal maka tak sayang lho! Jadi jika ingin berkenalan lengkap dengan kegunaan serta rumus perhitungannya silahkan baca artikel ini sampai selesai, yuk!

Kegunaan dan Cara Menghitung Dividend Payout Ratio

Dividen Payout Ratio (DPR) atau Rasio Pembayaran Dividen adalah sebuah rasio dari total jumlah dividen yang telah dibayarkan kepada pemegang saham terukur ke laba bersih perusahaan. Jadi Dividen Payout Ratio juga bisa dikatakan sebagai persentase dari suatu pendapatan yang telah dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Total yang tidak dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham, digunakan untuk melunasi utang atau berinvestasi kembali misalnya seperti ekspansi bisnis dan hal itu disebut sebagai payout ratio atau rasio pembayaran.

Dividen Payout Ratio memberikan gambaran mengenai banyaknya uang yang diberikan atau dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham dan banyaknya uang tersisa yang digunakan untuk diinvestasikan kembali, melunasi utang , atau memperbanyak laba ditahan (cadangan kas).

Adapun pihak-pihak tertentu yang memakai dan faktor yang mempengaruhi  Dividen Payout Ratio yaitu:

Pihak yang Memakai Dividen Payout Ratio

pada umumnya, terdapat dua pihak yang berkepentingan untun menghitung rasio Dividen Payout Ratio, yaitu pihak manajemen dan pihak investor. Pihak investor yang perlu menghitung rasio ini adalah investor yang ingin menerima dividen dan senang dengan rasio dividen tinggi.

Jika Dividen Payout Ratio turun maka akan mengakibatkan pemegang saham  cukup bersedih khususnya mereka yang hanya bergantung pada pendapatan tetap seperti pensiunan. Kemungkinan ini menjadikan pemegang saham bisa saja berpikir untuk menjual saham perusahaan yang mengurangi dividennya.

Sementara menurut pihak manajemen, suatu perusahaan yang masih dalam tahap bertumbuh akan menahan labanya atau memperbanyak cadangan khas guna mendukung pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang. Maka dari itu, dividen yang diberikan kepada pemegang saham jumlahnya sangatlah sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

Namun, berinvestasi kembali dengan menggunakan laba tersebut ke dalam perusahaan maka harga perusahaan dalam bursa saham bisa saja semakin meningkat.

Faktor yang Mempengaruhi Dividen Payout Ratio

Biasanya, dividen akan dibagikan saat perushaan berhasil memperoleh laba bersih. Jika perusahaan mengalami kerugian dalam tahun buku berjalan maka kemungkinan besar perusahaan tidak akan memberikan atau membagikan dividen meskipun masih ada kemungkinan untuk membagiaknnya dari laba ditahan tahun sebelumnya.

Biasanya juga, perusahaan akan mengadaan suatu Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS sebelum memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan. Pada setiap keputusan merupakan suatu persetujuan dari mayoritas atau sebagian besar pemegang saham.

Jika mayoritas pemegang saham tidak setuju untuk memberikan dividen dan lebih memilih untuk melakukan ekspansi bisnis maka manajemen juga tidak akan membagikan dividen walaupun perusahaan mendapatkan keuntungan besar.

Terdapat dua hal utama yang menentukan besar atau kecilnya dividen yaitu kondisi likuiditas dan rencana ekspansi perusahaan. Kondisi likuiditas perusahaan seperti mempunyai banyak cadangan kas atau tidak. Jika perusahaan sedang likuid, maka pihak manajemen pun tidak akan ragu untuk memberikan dividen dalam jumlah cukup besar.

Sementara rencana ekspansi perusahaan juga bisa berpengaruh pada besar atau kecilnya dividen. Apabila perusahaan mempunyai rencana ekspansi bisnis yang membutuhkan pendanaan besar maka manajemen biasanya akan lebih mementingkan belanja modal dibandingkan memberikan dividen, sehingga jumlah dividen dikurangi.

Kegunaan dan Manfaat Dividen Payout Ratio

Terdapat kegunaan atau tujuan dari menghitung Dividen Payout Ratioyaitu untuk bisa mengetahui berapa besar dividen yang dibagikan perusahaan dari pendapatan atau laba bersih yang didapatkan suatu perusahaan dan untuk mengetahui bahwa perusahaan akan membagikan dividen dengan besaran sekian persen dari total laba yang diperolehnya.

Sementara manfaat dari menghitung Dividen Payout Ratio bagi perusahaan adalah bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan perusahaan dalam menentukan jumlah laba ditahan atau sumber pendanaan guna mendukung operasional dan ekspansi bisnis.

Manfaat Dividen Payout Ratio bagi pemegang saham adalah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi, apakah menambah dana atau tidak searah dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari suatu investasi saham.

Rumus Dividend Payout Ratio

Ada beberapa rumus dividend payout ratio yang bisa digunakan, dan Adapun beberapa cara untuk menghitung Dividend Payout Ratio atau DPR, antara lain:

Cara 1: Bagi Jumlah Dividen Dengan Laba Bersih

Cara atau rumus yang pertama adalah dengan membagi jumlah total dividen dengan laba bersih perusahaan.

Dividend Payout Ratio = Dividend : Net Profit atau Laba Bersih

Cara 2: Hitung Per Saham

Cara atau rumus kedua adalah dengan menghitung rumus berdasarkan per lembar saham. Jika dividen per saham dan labanya sudah diketahui maka Dividend Payout Ratio bisa dihitung dengan dividen yang telah dibayarkan kemudian dibagi dengan laba bersih atau pendapatan.

Dividend Payout Ratio = Dividend Per Share : Earning Per Share

Cara 3: Hitung Retention Ratio

Cara atau rumus selanjutnya adalah dengan menghitung Retention Ratio terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa Retention Ratio merupakan sebuah rasio yang menyatakan persentase saldo laba yang ditahan daripada laba bersih perusahaan.

Retention Ratio = Saldo Laba Ditahan: Net Profit atau Laba Bersih

Dividend Payout Ratio = 1(100%) -Retention Ratio

Dari rumus yang ketiga ini bisa diketahui bahwa Retention Retio atau Rasio Retensi dijumlahkan dengan Dividend Payout Ratio maka hasilnya akan 1 atau 100 % dari net profit atau laba bersih. Total yang tidak diberikan oleh perusahaan sebagai dividen maka akan diinvestasikan kembali dalam bentuk ekspansi usaha.

Contoh Cara Menghitung Dividend Payout Ratio

Pembagian dividen saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada tahun 2018 adalah sebagai berikut:

Laba bersih = Rp 2.007.000.000.000

Dividen = Rp 346.005.000.000

Jumlah lembar saham = 8.969.951.372 lembar

Cara 1

Dividend Payout Ratio = Dividend : Net Profit

Rp 346.005.000.000 : 2.007.000.000.000 = 17,23%

Cara 2

  • Dividen : Lembar Saham = Dividend Per Share

Rp 346.005.000.000 : 8.969.951.372 = 38,27

  • Net Profit : Lembar Saham = Earning Per Share

Rp 2.007.000.000.000 : 8.969.951.372 = 223,74

Dividend Payout Ratio = Dividend Per Share : Earning Per Share

38,27 : 223,74 = 17,10%

Cara 3

  • Net Profit – Dividen = Saldo Laba Ditahan

Rp 2.007.000.000.000 – Rp 346.005.000.000 = Rp 1.660.995.000.000

  • Retention : Net Profit = Retention Ratio

Rp 1.660.995.000.000 : Rp 2.007.000.000.000 = 82,76%

100% – Retention Ratio = Dividend Payout Ratio

100% – 82,76% = 17,24%

Sekian informasi mengenai apa saja kegunaan dan cara menghitung dividend payout ratio yang bisa kami sampaikan untuk Anda. Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih dan selamat mencoba!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *