Cara Menghitung Dividen Saham, Dividend Per Share (DPS)

Cara menghitung dividen saham, dividend per share (DPS), sangat penting bagi para investor guna mengenal lebih dalam lagi terkait jenis investasi seperti apa yang bagus untuk mengawali karir Anda di dunia saham. Biasanya, informasi seputar dividen akan disebarluaskan oleh suatu perusahaan. Terkadang, ditemukan juga kasus yang unik dimana perusahaan hanya baru memberitahukan nominal dari laba bersih saja yang dikenal dengan dividend payout ratio atau disingkat menjadi DPR.

Cara Menghitung Dividen Saham, Dividen Per Share yang Tepat!

Bagi seorang investor, dividen saham merupakan sebuah nilai suatu saham dengan perolehan keuntungan yang disesuaikan dengan peningkatan laba yang diperoleh oleh perusahaan. Pembagian tersebut, berlaku setelah adanya kesepatakan yang telah disetujui melalui diskusi atau rapat umum pemegang saham. Nantinya, setiap kali perusahaan memperoleh keuntungan, maka secara otomatis para investor juga akan mendapatkan bagiannya sesuai dengan jumlah persentase saham yang mereka miliki.

Proses pencairan dari nilai dividen sebuah saham, dilakukan dalam jangka periode tertentu. Umumnya pembagian diberikan setelah memasuki kurun waktu selama 1 tahun. Tapi, ada juga perusahaan yang membagikannya sebanyak dua kali dalam jangka waktu 1 tahun tersebut. Perusahaan akan menentukan tanggal pemberitahuan dimana didalamnya berisi informasi terkait banyaknya kas yang akan dibagikan kepada setiap individu, tanggal catatan, hingga tanggal dibayarkannya dividen oleh pihak yang bertugas dalam penawaran umum atau dikenal dengan istilah emiten.

Berikutnya, setelah dipastikannya tanggal pemberitahuan ada tanggal yang dikenal dengan cum-dividend. Tanggal cum-dividend ini, berisikan berbagai kegiatan proses transaksi saham investor sebagai acuan hak agar dirinya termasuk ke dalam jajaran penerima nilai dividen perusahaan. Selanjutnya ada tanggal ex-dividend, dimana isinya berkaitan dengan tanggal penetapan berhentinya perhitungan dividen dari perusahaan.

Oleh karena itu, sebagai investor wajib mengetahui kapan tanggal ex-dividend berlaku. Pasalnya, transaksi saham Anda di perusahaan nantinya akan diakumulasikan di pembagian berikutnya ketika proses jual-beli dilakukan saat memasuki tanggal ex-dividend. Tentu saja jika ingin mendapatkan keuntungan di tahun yang sama, apalagi jika laba yang diperoleh perusahaan ternyata angkanya meningkat tajam, investor akan berusaha keras menghindari tanggal tersebut.

Ada data-data yang dijadikan sebagai tolak ukur pembagian dari nilai dividen sebuah perusahaan kepada para investornya. Data yang pertama adalah earning per share atau istilahnya laba bersih yang terhitung paada setiap sahamnya. Data kedua diambil dari nilai dividend payout ratio atau disingkat menjadi DPR.

Data yang ketiga, yakni banyaknya saham yang berputar di pasar saham yang diajukan oleh perusahaan. Namun, bukan perusahaan yang termasuk investasi saham go public. Kalau jenis perusahaan go public, biasanya nilai dividennya sangat kecil karena banyak masyarakat yang turut berpartisipasi menawarkan memberikan modal agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar.

Penjelasan EPS atau data awal earning per share ini, menginformasikan adanya proses pembagian keuntungan perusahaan dalam bentuk laba bersih yang nantinya diberikan berdasarkan total saham yang beredar luas di pasaran. Selanjutnya, ada data DPR yang menjelaskan rasio model pembayaran dari persentase dividen perusahaan melalui proses likuiditas yang nantinya diterima oleh investor dalam model uang secara tunai. Pembayaran yang dilakukan menggunakan uang tunai ini, bermanfaat untuk menghindari adanya penipuan atau kecurangan yang umumnya dikerjakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Rumus perhitungan dari deviden tersebut yaitu jumlah keseluruhan laba bersih milik perusahaan dikalikan dengan dividend payout ratio atau sering disingkat menjadi DPR. Rasio tersebut biasanya diperoleh berdasarkan kebijakan dari hasil diskusi yang dilaksanakan melalui rapat umum pemegang saham. Kemudian akan dikalikan kembali dengan jumlah saham seorang investor dalam bentuk mata uang rupiah.

Tahapan Mempelajari Perhitungan Dividen Saham

  1. Mengenal apa itu dividen

Sebenarnya banyak sekali jenis dividen yang perlu dipahami bagi seorang investor. Umumnya, dikenal ada 5 macam, diantaranya yaitu dividen saham, dividen tunai, dividen skrip, dividen barang dan liquidating dividend. Dividen tunai merupakan nilai keuntungan yang dibayarkan secara tunai dalam bentuk uang lembaran.

Dividen skrip sendiri, model keuntungan yang cukup dijauhi oleh para investor karena bentuk yang dibayarkannya berupa sebuah janji hutang atau istilahnya dikenal dengan skrip hingga waktu yang telah disepakati untuk pembayarannya. Dividen barang dberikan kepada investor dalam satu jenis yang serupa tidak berlainan, serta termasuk kedalam kegiatan diluar keuangan dalam pembukuan kas. Terakhir ada liquidating dividend yang kerap kali dihindari oleh perusahaan karena beresiko mengurangi modal yang dimiliki, pembayaran diberikan sesuai dengan keseluruhan laba yang dimiliki oleh pihak perusahaan tanpa terkecuali.

  1. Melakukan proses transaksi saham

Anda yang ingin merasakan keuntungan memperoleh nilai dividen, tentunya perlu mempertimbangkan jumlah kegiatan jual-beli saham yang ada di perusahaan sebelum memasuki tanggal penutupan. Semakin banyak aktivitasnya, semakin besar pula peluang tingkat keberhasilan investor dalam menerima nominal keuntungan dalam jumlah yang berlipat ganda dari modal yang telah ditanamkan di awal. Akan tetapi, resiko yang ditanggung oleh investor juga semakin tinggi berbanding lurus dengan banyaknya nominal yang telah dikeluarkan untuk membeli saham di perusahaan tersebut.

  1. Menyimak tanggal pemberitahuan yang dikeluarkan oleh perusahaan

Tanggal yang paling ditunggu-tunggu oleh para investor adalah tanggal pencatatan. Namun, sebelum diberitakan ke pasar saham mengenai kapan perusahaan akan memberitahukan siapa saja investor yang tergabung dalam perusahaan tersebut yang berhak menerima kentungan, ada tanggal pengumuman. Tanggal pengumuman ini, dapat dilihat dalam identitas perusahaan yang disebarluaskan kepada publik berisikan tentang jumlah keuntungan yang akan dibagikan.

Ada juga batasan tanggal tertentu yang ditetapkan oleh pihak perusahaan terhadap para investor. Oleh karena itu, jika Anda sengaja melakukan transaksi baik sebelum maupun sesudah tanggal yang diumumkan, tidak akan membuat nilai dividen yang sudah diperhitungkan menjadi meningkat atau menurun. Dalam arti lain, tanggal yang diberitahukan memang sudah menjadi ketentuan perusahaan yang menginformasikan di tanggal tersebutlah mereka akan melaksakan pembayaran dividen saham.

  1. Menghitung banyaknya saham yang dimiliki

Mengamati jumlah saham yang dimiliki dalam suatu perusahaan, memang termasuk hal yang krusial. Nantinya, keseluruhan total saham tersebut berpengaruh dalam angka dividen saham yang dikemudian hari akan investor dapatkan. Angka tersebut, berpengaruh besar dalam rumus perhitungan deviden yang berlaku dalam bagian saham yang beredar.

  1. Perhitungan dividen saham

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa rumus perhitungan dividen saham ini terbilang sederhana. Simak rumusnya dibawah ini:

Jumlah Dividen = EPS atau bahasa indonesianya adalah laba bersih x dividend per ratio yang dihitung dalam model persen

Setelah diperoleh hasilnya, ada rumus berikutnya yang perlu diperhatikan juga. Rumus kali ini memberitahukan banyaknya bagian yang perlu diberikan kepada investor sesuai dengan banyaknya saham yang dimiliki. Jadi, tidak dapat disamaratakan dengan mereka yang hanya memiliki saham dalam jumlah yang sedikit.

rumus dividend per share

Dividen per saham = jumlah dividen yang didapatkan / jumlah saham per lembarnya

Itulah penjelasan mengenai cara menghitung dividen saham, dividend per share (DPS) pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan semoga sehat selalu. See you later!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *