Cara Menggunakan Indikator Momentum, Arti, Jenis, dan Plus Minus

Seorang investor saham, harus punya wawasan yang luas dalam melakukan analisa terkait saham. Untungnya saat ini sudah banyak indikator yang bisa membantu, seperti indikator momentum. Indikator ini jadi salah satu yang wajib dikuasai dengan cara menggunakan indikator momentum yang tepat.

Jika dibandingkan dengan indikator lain, momentum tergolong potensial. Terutama untuk menentukan apakah investor bisa melanjutkan investasi pada satu emiten atau harus beralih pada emiten lain.

Mengenal Indikator Momentum

Yang dimaksud dengan indikator momentum yaitu indikator yang penggunaannya adalah untuk pengukuran cepat atau tidaknya harga saham berubah. Beberapa jenis indikator pada bursa saham masuk kategori momentum, diantaranya indikator William, Relative Strength Indicator (RSI), Stochastic, dan Commodity Channel Index.

Dalam ruang lingkup lebih besar indikator ini juga disebut oscillator, dengan mengedepankan prinsip sell or buy setelah Anda mendapatkan data dari indikator ini. Tapi, memang tak boleh tergesa-gesa untuk menentukan sikap karena Anda juga butuh konfirmasi lebih lanjut di bursa saham tentang kondisi harga saham riil saat ini.

Harga saham yang dijadikan tolak ukur pada indikator ini adalah, harga terbaru yang akan dibandingkan pada trend harga beberapa waktu sebelumnya.

Pembacaan dari indikator ini, bisa dilihat dari tanda panah yang terlihat ketika grafik harga saham mencapai angka seratus. Ketika tanda panah mengarah ke atas, artinya ada kecenderungan harga akan naik setelah ini. Tapi, jika tanda panah mengarah ke bawah maka indikasinya harga akan mengalami penurunan.

Cara Menggunakan Indikator Momentum

Untuk menggunakan indikator ini ada beberapa cara. Masing-masing akan memberikan informasi penting berkaitan dengan kegiatan pembelian atau penjualan saham. Setiap cara tersebut, juga punya pola penggunaan yang berbeda, walaupun intinya  tetap pada identifikasi harga saham.

  • Untuk Analisa Divergence

Pada analisis ini akan terlihat hubungan terbaik antara divergence atau perubahan yang terjadi pada harga. Dimana ada dua kondisi divergence yang sering menggunakan indikator momentum.

  1. Bearish

Pada kondisi ini akan terlihat kemungkinan perubahan trend dari penjualan saham ke pembelian saham. Dimana ketika trend grafik divergence memperlihatkan kecenderungan naik, sedangkan indikator momentum sebaliknya memberikan trend penurunan.

Pada kondisi ini, kemungkinan besar harga akan ikut indikator momentum. Tapi untuk lebih puas dengan hasilnya, tetap mempertimbangkan beberapa kondisi lain seperti, lower high dari harga, candle shooting star, serta hanging man.

  1. Bullish

Pada grafik ini, divergence akan menghasilkan trend kebawah atau turun dan indikator momentum mengarah ke atas. Tetap saja, petunjuk utama yang bisa diikuti adalah kecenderungan indikator ketimbang grafik bullish.

  • Untuk Melihat Potensi Oversold dan Overbought

Oversold merupakan keadaan dimana terjadi kejenuhan daya jual saham, penyebabnya bisa saja karena adanya sebuah kemungkinan perubahan trend menjadi bullish. Bisa juga karena downtrend yang sedang terjadi.

Overbought yaitu kebalikan dari oversold, dimana terjadi kondisi dimana kejenuhan pada pembelian saham. Penyebab utamanya adalah kemungkinan perubahan ke arah bearish atau uptrend yang mempengaruhi secara signifikan.

Untuk kondisi overbought biasanya grafik indikator ini akan berada di atas garis ekuilibrium. Sedangkan oversold akan terlihat ketika grafik berada di bawah garis tersebut.

Sedangkan penggunaan indikator momentum digunakan untuk melihat aksi harga yang terjadi pada bursa.

  • Untuk Memastikan Pembacaan Garis Ekuilibrium

Ketika indikator ini bergerak menyilang pada garis ekuilibrium dari atas menuju ke bawah, maka indikasi yang bisa ditangkap adalah saatnya untuk menjual saham karena akan terjadi kenaikan harga atau kondisi lainnya yang akan menguntungkan investor.

Berbeda jika indikator ini bergerak menyeberangi garis dari bawah menuju atas, maka indikasi akan mengarah kepada pembelian saham. Kemungkinan besar terjadi penurunan harga saham emiten potensial Anda, sehingga untuk investasi saham jangka panjang bisa dilakukan dengan membeli lagi lebih banyak saham emiten.

Mengenal Jenis Indikator Momentum

Sebagai salah satu acuan untuk menentukan tindakan di bursa saham, indikator momentum memang perlu dipelajari dan diketahui jenis-jenisnya. Supaya saat dipakai nanti, benar-benar bisa memberikan analisis yang detail terkait saham, emiten, terutama kecenderungan harga dari saham emiten. Lantas apa saja jenisnya?

  1. Relative Strength Index (RSI)

Merupakan indikator yang dipakai untuk melakukan analisis teknikal tentang kekuatan dari harga saham. Cara paling standar yang dilakukan adalah dengan melakukan perbandingan antara naik dan turunnya harga pada periode tertentu.

  1. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Indikator ini akan memperlihatkan adanya perbedaan pergerakan harga pada periode tertentu. Dimana dalam grafik akan melibatkan pergerakan rata-rata dari harga saham, pada jangka pendek dan panjang. Kemudian akan didapatkan selisih antara kedua nilai rata-rata tersebut yang akan menjadi MACD.

Penggunaan indikator ini cocok untuk pasar saham dalam kondisi stabil, tidak disarankan untuk kondisi pasar labil atau sedang mengalami gejolak akibat berbagai hal. Sebab grafik yang akan tercipta tidak akan bisa memberikan informasi akurat bagi investor.

  1. Stochastic Oscillator

Indikator ini dipakai untuk membandingkan harga saham dengan rentang harga yang berlaku pada sebuah periode transaksi. Prinsip pada indikator ini adalah pada saat nilai saham di pasar naik, maka harga saham tertentu akan berada dekat dengan harga tertingginya.

Begitu juga sebaliknya, dimana ketika harga pasar turun, maka indikasi harga saham juga akan berada pada kondisi terendahnya di rentang waktu tertentu.

Fungsi Indikator Momentum

Sebagai salah satu indikator yang sangat penting untuk melakukan analisa harga saham, ada beberapa fungsi penting yang dimiliki indikator momentum. Diantaranya adalah:

  • Strategi Trading Berbasis Momentum

Membantu investor, untuk melakukan berbagai teknik trading yang cocok untuk diterapkan pada pasar saham. Baik untuk investor jangka pendek yang ingin segera mendapatkan feedback dari proses jual beli saham, maupun investor jangka panjang yang ingin keuntungan stabil yang didapat pada jangka waktu tertentu.

Indikator ini akan dipakai untuk mencari sinyal terbaik dari trading yang dilakukan, tapi saat digunakan harus sangat hati-hati. Dimana akan lebih akurat hasilnya ketika dipadukan dengan moving average

  • Alat Konfirmasi

Melakukan konfirmasi tentang kekuatan yang ada ketika sebuah trend terjadi. Sinyal pada kondisi jual dan beli akan jadi bagian dalam penggunaan indikator momentum, dimana dia akan menjadi cara untuk melakukan konfirmasi sinyal. Baik sinyal untuk harga di level bearish atau bullish.

  • Tambahan Moving Average

Kolaborasi antara moving average dan indikator momentum ini bisa memberikan fungsi maksimal, terutama jika Anda menggunakan aplikasi trading untuk mengetahui geliat saham yang terjadi saat ini.

Pada sebagian aplikasi, kolaborasi ini bisa dilakukan dengan mudah melalui fitur yang tersedia. Jadi investor jadi lebih tahu apa yang harus dilakukan ketika garis grafik indikator berada di atas atau di bawah Simple Moving Average (SMA).

Sudah paham tentang bagaimana cara menggunakan indikator momentum? Jika memang Anda ingin menggeluti dunia saham, sangat penting untuk paham maksimal tentang indikator penting ini. Supaya saat dipakai, bisa memberikan manfaat yang diinginkan terutama dalam urusan membeli atau menjual saham di saat yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *