Cara Mengetahui Titik Support Saham

Cara mengetahui titik support saham, bukanlah hal yang pasti karena perlakuannya dilakukan berdasarkan perkiraan seseorang. Oleh karena itu, dalam mendalami ilmu di bidang investasi, Anda perlu menguatkan tekad dan niat supaya tidak mudah mundur ketika mengalami kegagalan. Bukan berarti tidak ada trik dalam menebaknya, ada pembelajaran yang bisa diambil dari hasil gagal yang sebelumnya dialami dengan melakukan analisis lebih mendalam sebelum memperkirakan apakah suatu saham mampu bertahan di titik support atau malah terjadi hal yang sebaliknya.

Informasi Seputar Cara Mengetahui Titik Support Saham

Titik support merupakan keadaan dimana suatu grafik saham akan bergerak secara naik turun mengikuti nilai saham yang berlaku di pasaran, namun ketika sudah menyentuh bagian terendahnya maka secara otomatis harga dinaikkan kembali supaya tidak mengalami penurunan lebih tajam. Oleh sebab itulah disebut sebagai support point yang menjaga agar nilai saham tersebut dapat kembali ke posisi amannya. Sedangkan lawan dari titik support yaitu titik resistance.

Penerapan dari istilah titik dukungan ini, berlaku ketika investor melakukan analisis secara teknis. Ada banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menganalisanya, mulai dari pemahaman dalam deret aritmatika Fibonacci, metode pivot, serta metode penentuan pengamatan berdasarkan posisi titik yang paling tinggi dengan titik yang paling rendah. Perlu diketahui juga, setiap kali Anda menggunakan metode acak dari ketiga metode yang telah disebutkan, didalamnya tersembunyi kelemahan yang berbeda-beda.

Buat yang merasa kesulitan mempelajari ketiga metode diatas, ada metode lainnya yang cukup friendly terutama bagi para investor tingkat pemula dan tidak terbiasa dengan rumus yang begitu rumit. Namanya adalah metode Bollinger Bands. Selain tidak terlalu sulit pengaplikasiannya, akurasi yang dimilikinya juga tinggi.

Metode Bollinger Bands diperkenalkan oleh seorang ahli di tahun 1980an, bernama John Bollinger. Metode ini merupakan cara perhitungan dari simple moving average yang telah dikembangkan lebih lanjut. Lalu, penerapan model simple moving digunakan ketika terdapat deretan angka yang terus menerus mengalami perubahan, termasuk keseluruhan nilai rata-rata yang dimilkinya turut berubah tidak konsisten.

Cara simple moving average ini sangat bagus diterapkan ketika investor ingin melakukan prediksi perubahan suatu saham di periode singkat atau jangka waktunya tidak terlalu lama. Umumnya, perusahaan dengan proses likuiditas serta fluktuasi yang cukup tajam disarankan agar dianalisa pada periode tersebut. Kembali lagi ke metode Bollinger Bands, diketahui ada 3 model garis dengan masing-masing garisnya memiliki pengertian yang beragam.

Garis yang pertama posisinya terletak di bagian tengah, merupakan suatu simple moving average yang dipelajari dalam range waktu yang tidak panjang. Misalnya, paling lamanya sekitar 30  hari. Selanjutnya garis kedua berada di posisi bawah yang menjadikannya berperan sebagai support ini, adalah simple moving average dikurangi dengan jumlah angka yang didapatkan melalui perhitungan lamanya deviasi di jangka waktu tertentu kemudian mengkalikannya bersama nilai dari hasil perhitungan standar deviasi awal.

Standar deviasi sendiri memiliki pengertian yang berarti rumus statistika yang digunakan dalam pengukuran jumlah banyaknya data yang kemungkinan mengalami perubahan di masa mendatang. Terkahir ada garis yang terletak di posisi atas sebagai resistance atau bahasa Indonesianya perlawanan, yaitu nilai dari simple moving average ditambah dengan nilai perhitungan lama deviasi dalam jangka waktu khusus lalu dikalikannya ke nilai standar deviasi awal.

Kiat Mengetahui Keberadaan Titik Support Saham dengan Mudah!

  1. Mengamati perubahan pola di suatu saham

Poin pertama ini, dapat dengan mudah dilakukan oleh investor-investor yang sudah memiliki pengalaman trading dalam jangka waktu yang lama. Tapi, investor tingkat pemula juga bisa melakukannya melalui pembelian saham di harga yang terbilang aman serta perlu adanya penelitian pasar saham secara berkala. Meskipun pergerakan nilai saham tidak menentu alias selalu berubah-ubah, perubahannya tidak akan terlihat jauh berbeda.

Dalam arti lain, perubahan yang ada di pasar saham akan meninggalkan pola tertentu. Pola inilah yang nantinya menjadi acuan para investor untuk menebak apakah harga saham dari sebuah perusahaan incarannya mengalami penurunan tajam tapi mampu kembali meningkat dengan keberadaan titik support atau justru titik tersebut tidak berpengaruh sama sekali terhadap nilai sahamnya. Dari sini sudah bisa dipastikan cara teraman bagi investor mengetahui pola yang diinginkan dengan mengamati pergerakan harga saham yang berada di garis terendah atau titik support.

  1. Mempelajari analisis secara teknis

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa investor yang hendak melakukan analisis terutama untuk kategori pasar saham, perlu melakukan riset secara teknis. Artinya, investor setidaknya mengenal rumus simple yang dapat membantu dirinya menghitung deretan angka yang tampak pada grafik. Semakin banyak berlatih dan mempelajari metode lainnya, maka kesempatan Anda untuk memiliki kemampuan prediksi yang tepat sasaran menjadi semakin besar kemungkinannya.

Analisis secara teknis ini, memang difokuskan untuk mempelajari selu beluk perubahan yang terdapat didalam grafik saham. Salah satu kegiatan peninjauan grafik yang dimaksud, adalah mempelajari riwayat harga yang dilakukan secara teknis. Hindari penggunaan model analisis badarmologi yang terpaku hanya pada satu titik yakni titik support saja.

  1. Pembelian saham dilakukan sedikit demi sedikit

Meskipun Anda memiliki modal besar yang memungkinkan diri untuk terus melakukan transaksi pembelian saham dari berbagai perusahaan, sebaiknya dilakukan dalam rentang waktu tertentu. Umumnya disarankan untuk membeli saham dalam satu tahun paling banyaknya yaitu 4 kali. Adapun target pembelian terhitung dari bulan pertama pembelian di April misalnya, maka transaksi berikutnya dilakukan di bulan Juli dengan jarak bulannya sebanyak 3 bulan atau istilahnya disebur dengan triwulan.

  1. Mengikuti garis yang termasuk kategori trend

Model garis trend ini ternyata ada 3 macam, yang pertama adalah up trend, keduanya yaitu down trend, dan ketiganya side ways. Ketiga garis yang tergabung ke dalam trend, model perhitungan didasarkan dari moving average, dimana nilai saham valid yang berasal dari data dalam periode khusus lalu dikumpulkan dan diambil rata-ratanya. Pastinya, kalian jangan menggunakan data harga yang terbaru karena bisa saja mengecoh prediksi untuk pembelian saham selanjutnya.

Up trend merupakan sebuah keadaan perubahan garis saham yang mengarah ke atas atau naik diikuti dengan berubahnya harga suatu saham, lalu jika diamati dengan menarik titik terendah dari garis paling bawahnya, maka akan tampak laju garis mengalami kenaikan. Down trend adalah model garis dimana terlihat semakin menurun atau mudahnya sebut saja lawannya dari up trend. Side ways, yaitu gerakan garis yang konsisten dimana muncul puncak dan lembah yang mengindikasikan bahwa harga dari suatu saham tidak mengalami perubahan yang signifikan atau mencolok.

  1. Pilih garis yang berada di posisi paling bawah

Garis yang terletak di posisi paling bawah dikenal dengan support. Adanya garis ini, membantu nilai saham tidak semakin jatuh di pasaran dengan sedikit bantuan pantulan oleh garis support agar garis yang turun kembali mengarah ke atas. Terkadang, ditemukan juga kasus yang membuat nilai dari suatu saham melonjak semakin tinggi akibat pantulan yang diberikan oleh support tersebut.

Sekian pembahasan mengenati cara mengetahui titik support saham di kesempatan kali ini. Semoga bermanfaaat dan semoga sehat selalu. See ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *