Cara Mengetahui Likuiditas Saham dan Membedakan Saham Likuid dan Yang Tidak Likuid

Sudah pernah berfikir bagaimana cara mengetahui likuiditas saham? Saham likuid dapat memberikan kesempatan lebih untuk bisa mendapatkan profit yang pasti dibandingkan saham-saham yang tidak likuid, maka dari itu harus ada cara mengetahui likuiditas saham. Likuiditas perdagangan saham mempunyai dampak yang besar dalam sebuah trading. Salah satu alasannya adalah agar nasabah tidak terjebak dalam membeli sebuah saham.

Saham yang likuid dapat berarti bahwa saham tersebut aktif diperdagangkan, hal ini ditandai dengan adanya antrian order pada pecahan-pecahan harga di harga permintaan atau bid price serta penawaaran atau offer price. Selain itu, saham likuid juga bisa dinilai dari bid offer split dan lot saham.

Besarnya minat pasar pada suatu saham dapat tercermin dari frekuensi dan volume perdagangan. Saham yang tidak likuid umumnya ditransaksikan dengan volume yang kecil. Sebaiknya para trader menghindari saham yang tidak likuid karena akan susah dibeli maupun dijual. Harga dapat naik dengan cepat, namun juga bisa turun dalam waktu sekejap karena jumlah yang beredar ataupun jumlah permintaan penawarannya yang kecil.

Beberapa Cara Mengetahui Likuiditas Saham

Jika ingin mengetahui seberapa besar likuiditas perdagangan sebuah saham, atau ingin mengetahui emiten mana yang memiliki likuiditas saham terbesar di sektornya, bisa mengunduh datanya dengan mudah melalui website www.idx.co.id. Berikut langkah-langkahnya:

  • Masuk ke dalam situs IDX, lalu buka IDX Fact Book.
  • Kemudian di halaman Fact Book IDX ada pilihan selama 10 tahun terakhir. Anda dapat unduh datanya sesuai dengan tahun yang diinginkan.
  • Setelah diunduh, masuklah ke halaman Number of Listed Share, Market Capitalization and Trading. Lalu bisa mencari daftar isinya, biasanya terdapat di halaman 30.

Untuk dapat mengetahui saham yang likuid atau tidak, bisa dilihat pada kolom Listed Share (jumlah saham yang beredar), Market Capitalization (kapitalisasi pasar) dan Trade Days (jumlah hari yang didagangkan).

Jika ditemukan saham-saham yang kapitalisasi pasar, jumlah saham yang beredar dan jumlah hari diperdagangkan bernilai sedikit apabila dibandingkan dengan saham yang lainnya, maka bisa dikatakan bahwa saham tersebut merupakan saham yang kurang likuid.

Apabila ingin bermain saham yang lebih aman, lakukan list saham-saham yang likuid di sektornya, lalu cek analisa teknikalnya serta tradingkan saham-saham tersebut.

Cara Untuk Membedakan Saham Likuid Dengan Yang Tidak Likuid

Dalam trading saham, salah satu faktor yang dapat membuat trader mencetak profit yaitu likuiditas saham. Saham yang likuid bisa lebih menguntungkan bagi trader karena saham yang memiliki banyak peminat, pergerakan harganya pun lebih pasti.

Sedangkan jika trading pada saham-saham yang kurang likuid, saham tersebut berpotensi menipu trader. Ketika membeli saham tersebut, harga saham mungkin saja bisa langsung turun dengan cepat.

Ada banyak cara untuk mengetahui saham yang likuid dan yang tidak likuid. Tetapi dalam artikel ini akan dijelaskan salah satu cara untuk melihat likuid atau tidaknya sebuah saham, yaitu dengan melihat bid-offer dari saham tersebut. Tentunya harus sering-sering mengamatinya pada saat jam trading berlangsung.

Pada saham yang likuid, bid-offernya akan selalu terlihat ramai, baik dilihat dari split maupun dari bid-offer lotnya. Sedangkan untuk saham yang tidak likuid, split dan bit-offer lot yang ditawarkan sedikit. Jumlahnya sekitar ratusan bahkan hanya puluhan saja.

Saham yang tidak likuid karena selain peminatnya yang kurang, saham publiknya pun memang sedikit, sehingga tidak cukup banyak publik yang mentradingkan sahamnya. Saham seperti ini biasanya akan dengan mudah digunakan bandar untuk menipu ritel.

Maka dari itu, biasanya saham-saham yang bid-offernya tidak likuid akan terlihat naik cepat (dikarenakan oleh saham publik yang sedikit). Tapi setelah itu harga sahamnya akan langsung turun saat trader ritel yang lain mulai mencoba untuk ikut masuk. Saham inilah yang harus dihindari untuk trading.

Dengan demikian, setelah tahu pola saham yang likuid dan yang tidak, setidaknya dapat melihat dari bid-offernyaSehingga pilihlah saham yang likuid dan yang lebih pasti pergerakannya.

Mengenal Istilah Bit dan Offer Dalam Transaksi Saham

Dalam melakukan investasi saham, bid dan offer merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk dipahami sebelum melakukan suatu transaksi jual dan beli saham. Umumnya, bid dan juga offer terpisah menjadi dua kolom berdampingan disertai angka yang akan berganti dengan cepat sesuai dengan fluktuasi harga transaksi saham.

Istilah bid digunakan saat ingin membeli saham di harga yang lebih rendah bila dibandingkan dengan last price. Saat melakukan transaksi, diharuskan untuk memasukkan harga yang ingin dikeluarkan untuk membeli suatu saham atau dapat disebut dengan bid price. Sebaliknya, jika ingin menjual saham, maka dilakukanlah offer untuk saham yang akan dijual dan masukkan harga yang ingin diterima atas penjualan saham tersebut dan disebut dengan offer price.

Transaksi atas saham tidak akan terjadi langsung saat melakukan bid ataupun offer. Ketika melakukan bid, maka harus mendapatkan penjual yang menawarkan saham pada harga bid price yang sebelumnya sudah kita tentukan agar dapat terjadinya transaksi. Tetapi, apabila bid yang dilakukan berjumlah sangat besar, maka harus menemukan penjual saham dengan volume yang besar juga.

Sebagai contoh, jika ingin membeli suatu saham properti, lalu bid yang diinginkan adalah sebesar Rp 1.050 dan jumlah pembeliannya 100 lot. Dan ternyata terdapat 39.254 antrian lot yang sedang mengantri untuk membeli dengan harga yang sama pula.

Lalu diketahui harga terakhir di pasar saat itu sebesar Rp 1.075. Apabila ingin membeli dengan cepat, maka dapat segera melakukan pembelian di harga  Rp 1.075. Pilihan lainnya adalah menunggu di harga yang diinginkan di awal. Order akan terpenuhi bila terdapat penjual yang melakukan penjualan pada harga bid price yang diinginkanBegitu juga jika ingin melakukan offer, kita harus menunggu sampai ada pembeli yang akan membeli sesuai dengan offer price yang sudah kita tentukan.

Kegunaan Dari Mengamati Sistem Antrian Bid-Offer

Bagi beberapa trader, mungkin sistem antrian bid-offe hanya berguna sebagai penempatan order beli dan jual saja, serta untuk melihat antrian harga saham yang digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan untuk membeli dan menjual di kisaran harga yang diinginkan. Namun, sebenarnya antrian bid-offer di saham fungsinya lebih dari sekedar itu.

Memang dibutuhkan pengorbanan waktu dalam mengamati pergerakan dari sistem antrian saham selama jam perdagangan berlangsung, Untuk mendapatkan hasil yang bagus, memang harus ada pengorbanan yang dilakukan. Mengamati antrian ini dilakukan dengan memonitor pergerakan beberapa saham, saham tersebut bergeak di kisaran harga berapa dan sesuaikan dengan garis support dan resisten dengan analisis teknikal saham tersebut.

Terkadang, saham-saham pilihan dapat ditemukan saat kita mengamati sistem bid-offer tersebut. Ketika kita dapat menentukan pergerakan harga saham bergerak di harga sekian hingga kisaran harga sekian, kita dapat memutuskan harus membeli di harga tertentu dan menjual kembali pada harga sekian. Tepatnya, jika mengacu pada analisis teknikal, jadi batas-batas harga tersebut dinamai sebagai garis support atau batas bawah dan garis resisten atau batas atas.

Sistem antrian saham bukan digunakan untuk analisis keputusan trading saham (membeli ataupun menjual). Mengamati sistem antrian tentu berguna untuk melihat pergerakan harga, yaitu digunakan untuk melihat saham ada di rentang harga berapa. Tetapi, untuk keputusan membeli ataupun menjual, tentu diharuskan untuk menunggu momen teknikal yang pas.

Lalu sistem antrian bid-offer ini yang perlu diamati juga adalah pergerakan harga sahamnya, bukan hanya sekedar bid dan offer saja. Karena jika hanya mengamati sistem antrian bid dan offer, sistem tersebut dapat menipu.

Ketika melihat sistem antrian perdagangan saham dalam jangka waktu tertentu, lalu melihat bahwa saham ICBP permintaan lebih banyak daripada penawaran, maka belum tentu juga harga sahamnya pasti naik pada waktu itu juga (meskipun umumnya jika bid lebih banyak dari offer, harganya akan naik). Sistem antrian mungkin saja dapat berubah-ubah. Bisa pada saat antrian permintaan lebih banyak dan tiba-tiba mulai banyak yang menjual. Lalu berubahlah antrian penawaran jual yang cukup besar dan akhirnya harganya pun turun.

Jadi disarankan untuk mengamati naik turunnya harga saham dan bukan hanya sekedar melihat besar dan kecilnya permintaan-penawaran pada saat itu. Itulah berbagai penjelasan mengenai cara mengetahui likuiditas saham hingga pentingnya mengamati sistem antrian bid-offer. Sebagai investor cermatlah dalam melakukan transaksi agar hasil didapat juga sesuai dengan yang diinginkan.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *