Pelajari Cara Mengatasi Saham Nyangkut

Sebelum membahas mengenai cara mengatasi saham nyangkut, simak terlebih dahulu apa yang dimaksud dari saham nyangkut disini. Saham nyangkut adalah saham yang berada dalam posisi rugi namun pemilik saham tersebut tidak rela menjual sahamnya itu karena kerugiannya yang berjumlah besar.

Seorang investor yang masih pemula dan masih belum memahami betul ilmu tentang investasi saham adalah seorang investor yang paling sering mengalami saham nyangkut. Pasalnya, mereka seringkali meremehkan atau mungkin memang mereka tidak tahu akan pentingnya memperhatikan batasan kerugian pada saham yang bergerak di luar ekspektasi. Padahal, membatasi sebuah resiko adalah faktor paling penting dalam kegiatan investasi saham bahkan melebihi kepentingan mengejar keuntungan. Jadi, sudah pasti bisa dikatakan bahwa seorang investor sangat tidak dianjurkan untuk mengabaikan pembatasan resiko yang dimaksud ini.

Selain itu, seorang investor yang sudah berpengalaman juga tidak menutup kemungkinan bisa mengalami saham nyangkut seperti ini. Hal ini bisa terjadi jika para investor tidak selalu memproses informasi dengan benar pada saat mengambil sahamnya sehingga mengakibatkan keputusannya tidak optimal dan malah menyebabkan sahamnya nyangkut.

Ada juga alasan lainnya yang bisa menyebabkan saham nyangkut. Saham nyangkut juga bisa terjadi jika terdapat seorang investor yang tidak siap menerima kerugian yang di luar batas resiko kemampuannya, dengan arti lain mereka menaruh porsi yang terlalu besar.

Cara mengatasi saham nyangkut dengan mudah

Cara mengatasi saham yang nyangkut sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan, kamu hanya perlu memahami beberapa informasi atau ilmu yang akan disebutkan di bawah nanti, kamu juga tidak perlu meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk mempelajarinya.

Jadi, apa saja cara yang bisa dilakukan oleh para investor untuk mengatasi saham nyangkut dengan mudah? Simak dengan baik jawabannya disini:

  1. Jangan membeli saham dengan perasaan emosi

Pada umumnya, banyak investor yang tergiur membeli saham dengan jumlah yang besar pada saat harga saham sedang naik-naiknya. Kegiatan inilah yang disebut sebagai membeli saham dengan perasaan yang emosi. Padahal, seorang investor sangat tidak dianjurkan untuk melakukan trading terlebih dahulu ketika kondisi perasaannya sedang emosi seperti itu.

Selain itu, hal terpenting dalam kegiatan trading sendiri adalah seorang investor mampu melakukan analisa dengan baik dan hasil yang tepat, jadi bukan hanya menuruti perasaan emosinya. Sebab, perasaan emosi yang muncul ketika trading memiliki potensi yang besar yang dapat menyebabkan saham seorang investor nyangkut.

  1. Menyiapkan level Cut Loss, khususnya untuk jenis-jenis saham yang tidak likuid

Cut Loss merupakan cara yang paling tepat untuk digunakan para investor supaya saham tidak nyangkut. Seorang investor benar-benar harus menerapkan Cut Loss pada saat membeli saham yang kurang atau tidak likuid seperti contohnya saham lapis tiga. Kamu perlu menyiapkan dengan baik level Cut Loss sebelum membeli saham lapis tiga.

Saham lapis tiga sendiri dikenal sebagai salah satu jenis saham yang paling sering mengalami saham nyangkut. Oleh karena itu, seorang investor wajib memberanikan diri untuk menerapkan Cut Loss. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya saham nyangkut.

  1. Sangat tidak disarankan untuk membeli saham yang nilainya sudah naik tinggi

Cara yang ketiga ini juga perlu kamu perhatikan dengan baik, karena faktor ini termasuk faktor yang memiliki potensi besar yang dapat mengakibatkan saham seorang investor nyangkut. Jika ada saham-saham yang nilainya sedang atau sudah naik tinggi namun kamu sudah terlambat untuk membeli saham tersebut, maka kamu sangat tidak disarankan untuk membelinya. Sebab, kamu tidak akan tahu apakah nilai saham yang sedang atau sudah naik tinggi tersebut akan terus mengalami penaikan atau malah akan mengalami penurunan yang drastis yang akan merugikanmu sendiri.

Pada banyak kasus sebelumnya, saham-saham yang nilainya sedang atau sudah naik tinggi pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bullish, mempunyai potensi koreksi atau penurunan yang besar bahkan dalam jangka waktu yang cepat. Tentu, ini akan sangat merugikanmu bukan? Jadi, lebih baik kamu menghindari membelinya daripada kamu menyesalinya di kemudian hari.

Langkah yang tepat ketika seorang investor terlanjur terjebak dalam posisi saham nyangkut

Ya, meskipun kamu bisa sejak awal mencoba menghindari terjadinya saham nyangkut, tapi yang namanya hidup bisa saja terjadi kecerobohan yang tidak disengaja seperti terjadinya saham nyangkut disini. Mungkin kamu pada awalnya tidak terlalu mempercayai bahayanya saham nyangkut, makanya kamu tidak terlalu memperhatikan cara-cara yang bisa dilakukan untuk menghindarinya sehingga akhirnya kamu terlanjur terjebak di dalam posisi saham yang nyangkut. Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk menanganinya?

  1. Meninjau isi portofolio

Menurut analisa seorang investor senior, kegiatan memperhatikan komposisi portofolio seorang investor adalah hal yang paling utama untuk dilakukan ketika kamu sudah terlanjur terjebak dalam posisi saham nyangkut. Kamu harus memperhatikan apakah kira-kira pengganti Cut Loss-nya ada di saham lain atau tidak. Ingat, kamu harus memperhatikannya dengan teliti supaya kamu bisa segera keluar dari posisi saham nyangkut seperti ini.

  1. Melakukan Cut Loss

Kamu juga bisa memutuskan untuk melakukan Cut Loss supaya bisa keluar dari posisi saham nyangkut. Hitung berapa besar potensial Cut Loss­-nya, apakah perlu menjual seluruh saham yang kamu punya atau hanya sebagian saja.

Setelah itu, kamu perlu mencermati saham lainnya yang sekiranya memiliki potensial kenaikan yang bagus dan menguntungkan. Tujuannya, supaya saham-saham baru yang akan mengalami kenaikan ini bisa mengkompensasi atau paling tidak sedikit menutupi kerugian yang diakibatkan penjualan saham yang sedang mengalami penurunan drastis ini.

  1. Average Down

Yang dimaksud dari Average Down adalah menambah porsi saham ketika harga mengalami penurunan untuk meminimalisir terjadinya kerugian. Namun, ada 1 hal yang perlu kamu catat sebelum menggunakan strategi Average Down, yaitu kamu perlu dengan cermat melihat ritme dari pergerakan saham dan melihat volume bid dan offer dari saham tertentu. Jangan sampai kamu melakukan Average Down pada saat harga terus mengalami penurunan. Misal, kamu membeli saham di harga Rp. 1.000,00, lalu mengalami penurunan hingga menjadi Rp. 900,00 dan saham tersebut diperkirakan akan selalu mengalami penurunan hingga batas yang tidak menentu, maka kamu disarankan jangan dulu melakukan Average Down. Jadi, seorang investor perlu memperhatikan dengan cermat pergerakan saham supaya tidak terjadi saham nyangkut di kemudian hari.

Yang terakhir untuk kamu ketahui, jika kamu memiliki saham nyangkut, saham tersebut bukan berarti saham jelek, kamu perlu mengecek terlebih dahulu kondisi teknikal dan fundamentalnya. Ketika kamu sudah memahami betul saham yang nyangkut tersebut, maka kamu bisa menentukan langkah yang tepat untuk menyikapinya. Namun, tentu saja lebih baik menghindarinya daripada menanganinya ketika sudah terlanjur terjadi bukan? Maka dari itu, informasi mengenai cara mengatasi saham nyangkut sangat perlu diketahui oleh para investor, khususnya yang masih pemula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *