Tips Cara Menentukan Support Resistance Dengan Mudah

Cara mudah menentukan support resistance, banyak dibahas oleh para trader demi kemudahan pengamatan grafik saham yang ada. Umumnya, data yang digunakan sebagai bahan analisis bukanlah data yang baru saja keluar, melainkan data-data sebelumnya. Trader dapat menggunakan data yang ada dalam periode 1 tahun sebelumnya, 2 tahun sebelumnya, atau beberapa tahun sebelumnya tergantung dari kebutuhan riset masing-masing individu.

Pelajari Yuk! Cara Menentukan Support Resistance Dengan Mudah

Support dalam bahasa Indonesia memiliki arti dukungan. Ini artinya, garis support dalam grafik saham menjelaskan bagian dimana harga suatu saham sedang berada di batas terendahanya. Akan tetapi, keadaan tersebut tidak semata-mata membuat harga saham incaran Anda menjadi anjlok dan sulit kembali ke kondisi normal.

Kondisi yang terlihat tidak mungkin ada harapan itu, malahan memberikan pergerakan yang sebaliknya. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mudah saja, amati kembali penjelasan dari peran garis support diatas, cara kerja dari garis ini tidak lain yaitu dengan memberikan sedikit dorongan atau pantulan terhadap pergerakan garis saham yang kian menurun supaya garis tersebut berubah arah menjadi berbelok mengarah ke atas.

Berikutnya penjelasan mengenai Resistance. Resistance, dapat diartikan sebagai bentuk perlawanan. Peran dari garis resistance yang ada pada grafik saham, nantinya akan memberikan perlawanan sehingga nilai saham yang tadinya berada di titik tertinggi dapat bergerak menurun hingga kadang kala sampai menjauhi batas normalnya.

Keadaan seperti ini, sering kali dialami oleh saham-saham dari perusahaan yang notabengenya tergabung ke dalam golongan lapis tiga. Buat Anda yang masih baru dalam dunia investasi saham, ada istilah yang tidak boleh terlewatkan untuk diketahui, yaitu market cap. Market cap inilah yang memicu timbulnya berbagai macam peringkat yang didasarkan dari angka rupiah yang harus dibayarkan oleh investor ketika membeli sebuah saham dari perusahaan tertentu.

Tingkatan-tingkatan tersebut terbagi menjadi 3 macam, diantaranya ada tingkatan lapis satu, tingkatan lapis dua, serta tingkatan lapis tiga. Tingkatan pertama disebut sebagai saham lapis satu. Maksudnya, perusahaan-perusahaan ini sudah memiliki jam terbang yang sangat baik dalam pasar saham sehingga sering kali dijuluki dengan istilah blue chips.

Model perusahaan lapis satu juga tidak mudah ditembus oleh investor pemula, karena modal yang harus dikeluarkan sangat besar. Selain itu, tingkatan resikonya juga turut meningkat seiring dengan perkembangan citra perusahaan serta nilai dividen yang mampu diberikan oleh perusahaan kepada setiap investornya dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan dari lapisan dua maupun lapisan tiga. Hal tersebut tidak mengherankan karena pada dasarnya investor yang ada dalam lingkup pemilik saham blue chips, memiliki kestabilan finansial yang kuat.

Berikutnya, ada tingkatan lapis dua yang diisi dengan berbagai macam perusahaan kelas menengah. Umumnya, nilai sahamnya tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Sehingga, sangat cocok dimiliki oleh para investor baru ataupun mereka yang ingin bermain dalam zona aman.

Terkahir, ada tingkat lapisan tiga dimana perusahaan dalam golongan ini bukan berarti tidak memiliki kualifikasi kinerja yang baik. Hanya saja, keberadaannya terasa asing karena jarang sekali terdengar ataupun disebut-sebut oleh masyarakat. Biasanya, orang-orang yang menyadari akan hadirnya perusahaan lapisan tiga tersebut, merupakan seorang analis pasar saham atau broker yang kerap kali berurusan dengan jenis saham tertentu dengan maksud ingin mengenal lebih jauh kualitas yang tersembunyi didalamnya serta membeli peluang keuntungan yang dapat diperoleh setelah pembelian saham.

Tips Simple dalam Menentukan Support Resistance

  1. Memperhatikan pergerakan posisi garis rata-rata

Maksud dari poin pertama ini, yaitu pergerakan garis yang ditunjukkan selama terjadi proses transaksi jual-beli saham dalam waktu nyata atau mudahnya ketika Anda sedang mengamati perubahan grafik pasar saham kala itu, kemudian dilakukan perbandingan dengan moving average line. Setelah diamati, maka akan terlihat letak garis nominal saham terbaru apakah terletak di bagian atas garis rata-rata ataupun sebaliknya. Letak tersebut, nantinya berpengaruh terhadap penentuan dari garis average baik perannya dalam bentuk support atau bisa saja sebagai resistance.

Sebenarnya ada lebih dari satu macam model pendekatan yang menggunakan kalkulasi dari garis pergerakan rata-rata. Mulai dari exponential moving average yang disingkat menjadi EMA, lalu simple moving average singkatannya adalah SMA atau MA yang telah dibahas diatas, serta weighted moving average atau WMA. Jika Anda memanfaatkan model simple moving average, sebaiknya data yang digunakan berasal dari 10, 20, 60, hingga 200 hari sebelumnya untuk menghindari kesulitan analisa yang membuat trader ragu dengan kesimpulannya sendiri.

  1. Memanfaatkan model Fibonacci

Model Fibonacci saham ini, diperkenalkan oleh seorang pakar matematika yang bernama Leonardo Fibonacci. Oleh karena itu, sebutannya dikenal dengan Fibonacci. Terlepas dari asal-usul munculnya julukan tersebut, model Fibonacci yang berupa garis ternyata terbagi lagi ke dalam beberapa jenis.

Jenis yang dimaksud diawali dengan Fibonaccei extension, Fibonacci retracement, Fibonacci arcs, Fibonacci fan, sertia Fibonacci timezone. Akan tetapi, jenis yang paling umum dipakai oleh kebanyakan para trader yakni Fibonacci extension dan juga Fibonacci retracement. Dalam hal menentukan garis support, jenis yang digunakan adalah Fibonacci retracement, sedangkan garis resistance memanfaatkan jenis Fibonacci extension.

  1. Melihat garis trend

Penjelasan mengenai trend, yaitu sebuah kecondongan akan adanya perubahan arah dari gerak saham yang muncul ketika berlangsungnya transaksi yang ada dalam pasar saham. Perubahan tersebut menghasilkan istilah uptrend, downtrend, serta trendless. Uptrend merupakan pergerakan nilai saham yang lebih condong mengarah ke atas atau naik.

Selanjutnya ada downtrend dimana saham mengalami penurunan nominal rupiah. Adapun yang terakhir adalah trendless atau bisa juga disebut dengan sideways ini, gabungan dari uptrend dan downtrend. Sehingga, gerakannya menimbulkan sebuah gelombang karena mengalami perubahan arah ke atas maupun ke bawah yang membuat trader sering terperangkap dalam kondisi normal tersebut.

  1. Menyimak titik pivot

Titik pivot tidak terlalu jauh sistemnya dengan model garis Fibonacci. Jika Fibonacci diidentifikasi berdasarkan titik tertinggi serta titik terendahnya, maka untuk pivot menggunakan hal yang lebih bersifat objektif. Acuannya, berasal dari nominal saham paling rendah, nominal tertinggi ketika pembukaan saham, hingga nominal dari acara penutupan kegiatan trading yang berlangsung di hari yang lalu.

  1. Membulatkan angka yang terlihat pada perubahan harga saham

Banyak sekali deretan angka yang akan muncul ketika Anda mengamati grafik dalam pasar saham. Namun, terkadang ada kasus dimana dalam satu hari tersebut angka yang ditampilkan memiliki bilangan bulat. Sebagai contoh, angka 1000, 1500, 2000, 6000, dan lain sebagainya.

Secara teori, cara satu ini tidak ada penjelasan yang dikemukakan oleh para ahli. Hanya saja, trik pembulatan angkanya sudah dianggap sebagai bilangan psikologis yang dikenal di berbagai kalangan trader. Meskipun cukup abstrak rasanya karena bukan berasal dari cara umum yang resmi dalam ilmu di bidang trading, Anda bisa menerapkan cara pembulatan tersebut sebagai acuan ketika ingin menentukan garis support dan resistance dengan mudah.

Sekian pembahasan mengenai cara menentukan support resistance dengan mudah dalam kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan semoga sehat selalu. Bye!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *