Cara Menentukan Saham yang Bagus Dibeli Hari Ini

Saham merupakan salah satu surat berharga yang memiliki tingkat popularitas tinggi dan paling banyak diminati oleh para investor. Tujuan dari investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan di masa mendatang sehingga dapat menjadi tabungan masa depan.

Akan tetapi karena tingkat kepopuleran yang tinggi, banyak sekali saham yang berseliweran dan dijual di luaran sana. Sehingga tidak sedikit, banyak saham yang memiliki kualitas yang buruk. Hal ini pastinya membuat para investor, terutama investor pemula was – was atau khawatir ketika ingin membeli saham.

Banyak sekali saham gorengan yang dijual di pasaran. Oleh karena itu, kita sebagai investor harus selektif dalam menentukan saham mana yang bagus dan memiliki prospek yang jelas.

Cara Menentukan Saham yang Bagus Dibeli Hari Ini

Cara menentukan saham yang bagus dibeli hari ini tidaklah mudah, akan tetapi harus menggunakan survey, analisis serta perhitungan yang tepat agar terhindar dari risiko yang tinggi.

Banyak investor pemula yang masih bingung bagaimana cara berinvestasi yang benar terutama dalam penggunaan instrumen saham. Walaupun saham memiliki risiko yang tinggi, akan tetapi jika mau belajar dan berusaha pasti akan bisa.

Ketika menentukan saham yang bagus atau tidak, tidak hanya dilihat dari segi harga, akan tetapi yang perlu diperhatikan juga adalah tingkat likuid, jangka waktu, ketrasaparansian, aman atau tidak, fleksibilitas, serta mudah (praktis) atau tidak. Maka dari itu diperlukan tips untuk memilih saham yang bagus :

  1. Pilih Saham yang Memiliki Banyak Investor

Pasti kalian pernah mendengar istilah “saham gorengan”. Yap, istilah ini merupakan istilah yang berlaku bagi saham yang memiliki pemegang dengan jumlah sangat sedikit. Jika jumlah pemegang saham semakin sedikit maka akan berdampak pada semakin mudahnya saham untuk dimanipulasi.

Akan tetapi hingga saat ini belum ada penelitian dengan hasil yang pasti bahwa semakin banyak investor maka saham semakin bagus karena tingkat peminatnya tinggi. Walaupun sudah banyak yang berinvestasi pada suatu saham harus diperhatikan dari segi notasi khusus, jika ada sebaiknya investor harus lebih ekstra berhati – hati lagi.

  1. Pilih Investasi Saham yang Cocok dengan Keuangan

Ingat, jika ingin berinvestasi sebaiknya sesuaikan dengan budget yang kita miliki. Kita boleh memilih saham bagus dengan harga mahal, akan tetapi kembali lagi karena tujuan utama investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan.

Sekarang, banyak perusahaan di bursa efek yang menyediakan saham dengan modal Rp. 50.000 sehingga sangat cocok bagi para mahasiswa yang baru ingin memulai.

  1. Pilih Saham Berfundamental Baik

Saham yang berfundamental baik biasanya berasal dari saham blue chip yang berasal dari perusahaan yang sudah sangat dikenal publik. Keterkenalan ini berasal dari kinerja perusahaan yang baik yang bisa dinilai dari kejelasan usaha, minim utang, banyaknya produk yang laku di pasar, serta memiliki manajemen yang jujur dan transparan.

Selain itu juga dengan saham blue chip, dapat memperoleh pergerakan yang lebih dahulu dan cepat daripada yang lainnya.

  1. Transaksi Saham yang Mudah

Pilihlah saham dengan sistem transaksi yang mudah atau mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi. Selain itu juga pilihlah saham dengan kepengurusan pajak yang mudah dan tidak ribet.

  1. Tingkat Kesederhanaan dan Fleksibilitas yang Tinggi

Fleksibel yang dimaksud di sini adalah, pilihlah sistem investasi yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, apalagi pandemi seperti ini yang mengharuskan kita di rumah saja. Kita harus memilih yang mudah.

  1. Tingkat Keamanan

Pilihlah saham yang berasal dari perusahaan yang sudah terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) sehingga dapat diawasi secara langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga aman.

  1. Prospek Saham

Lihatlah portofolio perusahaan sebelumnya, apakah bagus atau tidak. Prospek ini juga ditentukan oleh tingkat likuiditas saham dalam suatu perusahaan.

  1. Gunakan Analisis

Hal yang sangat penting untuk diketahui dan dipelajari adalah penggunaan analisis. Umumnya, analisis ini sangat terkenal di kalangan investor pemula maupun investor yang sudah ahli sekalipun. Analisis ini yang menentukan saham itu bagus atau tidak, kapan harus membeli saham serta kapan harus menjual saham.

Analisis yang digunakan ada 2 yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Untuk lebih jelasnya mari simak hal berikut ini.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan analisis yang biasa digunakan oleh mereka para trader ataupun investor untuk melihat saham itu bagus atau tidak dengan memperhatikan perubahan saham yang ada dari waktu ke waktu. Analisis ini ditentukan oleh penawaran dan permintaan terhadap saham berkaitan.

Penggunaan riwayat catatan saham yang sudah dipublikasikan menjadi aspek penting karena di dalamnya terdapat kuota perdagangan dan indeks harga saham yang dulu berlaku.

Saham yang baik adalah saham yang memiliki prospek yang baik, oleh karena itu tujuan dari analisis ini adalah untuk memprediksi harga saham individu pada bursa efek. Sehingga jumlah perdagangan yang terjadi sangat penting dan menjadi perhitungan.

Ada 4 indikator penting dalam penggunaan analisis teknikal, yaitu:

  • Mendeteksi trend sehingga tau kapan harus membeli dan menjual saham.
  • Adanya sistem perhitungan harga rata – rata pada periode tertentu terhadap suatu saham.
  • Komparasi antara penurunan dan kenaikan suatu harga saham.
  • Membandingkan harga tertinggi dengan harga terendah.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan analisis yang menggunakan aspek efektifitas serta efisiensi dalam mencapai tujuan sebagai sistem penilaian kinerja perusahaan.

Tujuan utama dari penggunaan analisis ini adalah apakah saham tersebut overvalued atau undervalued.

Dapat dikatakan undervalued apabila harga saham pada pasar modal lebih kecil daripada harga wajar yang berlaku di pasar. Sedangkan overvalued apabila harga saham pada pasar modal lebih besar daripada harga wajar yang berlaku di pasar.

Analisis ini digunakan untuk mengetahui tingkat valuasi suatu saham, serta berapa jumlah nominal yang dapat dihargai.

4 sektor utama yang digunakan sabagai dasar analisis yaitu analisis mikro yaitu perusahaan, analisis makro yaitu perekonomian negara, dan analisis industri sebagai analisis sektoral.

Dalam perhitungannya ada 6 rasio yang digunakan yaitu Price Eraning Ratio (PER), Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), Devidend Yield (DY) , dan Price to Book Value (PBV).

Cara menentukan saham yang bagus dibeli hari ini telah dipaparkan sedemikian rupa sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika akan melakukan investasi terutama investasi saham. Banyak aspek yang perlu diperhatikan yaitu apakah saham tersebut aman atau tidak, banyak investornya tidak, tingkat fleksibilitas dan dinamitasnya, prospeknya, apakah memiliki fundamental yang baik tidak, apakah mudah dalam transaksi serta perlakuan pajaknya, serta yang terpenting adalah penggunaan analisis. 2 analisis di atas telah dijelaskan secara rinci mulai dari indikator yang mempengaruhi hingga tujuan diterapkannya analisis tersebut. Selamat berinvestasi, salam cuan !

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *