Cara Menentukan Nilai Valuasi Saham Perusahaan yang Harus Anda Ketahui

Sudah tahukah Anda cara menentukan nilai valuasi saham perusahaan? jika belum, maka Anda wajib mengetahui bagaimana caranya. Nilai valuasi saham perusahaan adalah tahapan yang penting untuk Anda agar bisa memilih suatu perusahaan untuk Anda membeli sahamnya. Setidaknya ada dua cara dan semuanya akan dibahas tuntas di artikel yang satu ini.

Cara Menentukan Nilai Valuasi Saham Perusahaan dengan Mudah

Untuk menghitung berapa nilai valuasi saham suatu perusahaan, setidaknya terdapat dua metode yang bisa Anda gunakan. Metodenya sendiri antara lain adalah PER yang merupakan singkatan dari Price to Earning Ratio dan juga PBV yang mana adalah singkatan dari Price to Book Value Ratio. Keduanya bisa Anda gunakan untuk menentukan nilai valuasi saham dengan akurat.

Cara pertama adalah PER. Metode ini secara simpelnya adalah menemukan nilai valuasi saham dengan membandingkan harga saham dengan laba bersih yang terdapat di perusahaan. Sebagai contoh:

“Misalnya, Perusahaan TABK di akhir tahun 2019 sahamnya dijual dengan harga Rp. 1200 setiap lembar sahamnya. Sedangkan laba perusahaan TABK sendiri adalah sebesar 697,7 M. Untuk saham yang beredar sendiri banyak, yakni 11, 55 M lembar. Maka untuk menghitung Price to Earning Ratio (PER) ini antara lain adalah sebagai berikut:

Price to Earning Ratio (PER) = Harga saham/ Laba per Saham (EPS). Dalam hal ini laba maka caranya adalah 697,7 M/ 11.5 M maka akan ditemukan bahwa EPS nya adalah 60,4. Maka kemudian PER nya adalah 1200/60.4 maka jawabannya adalah 19,86x.

Mungkin Anda bingung, sebenarnya, 19,86x ini apa? Artinya setiap sejumlah uang dengan angka tersebut akan memberikan laba bersih dengan jumlah 1 rupiah dalam jangka waktu satu tahun. Yang perlu ditekankan lagi, PER ini hitungannya adalah tahunan. Maka dari itu, jika Anda ingin menggunakan laporan kuartal, maka EPSnya harus Anda buat untuk setahun terlebih dahulu agar jawabannya tidak salah.

Cara Menghitung Nilai Valuasi Saham Menggunakan Cara PBV

Cara kedua untuk menentukan nilai valuasi bisa Anda tempuh dengan rumus PBV. Untuk PBV, rumusnya adalah harga saham dibagi value per share atau BVPS. Agar lebih mudah memahaminya, maka simak contoh berikut ini!

Sebagai permisalan untuk Anda, jika ada Perusahaan TABK di akhir tahun 2019 sahamnya dijual dengan harga Rp. 1200 setiap lembar sahamnya. Sedangkan ekuitasnya adalah 4660 M. Untuk jumlah saham yang beredar sendiri adalah 11,55 M. Maka berapakah nilai valuasinya?

Langkah pertama Anda harus menghitung BVPS yang bisa didapatkan dengan rumus ekuitas dibagi jumlah saham yang beredar. Maka hitungannya menjadi 4660 M / 11, 55 M maka BVPS nya adalah 403,5.

Langkah kedua baru menghitung PBVnya yakni 1200/403,5 yang hasilnya adalah 2,97x. Maka disini artinya Anda harus membayar hingga menyentuh angka 3 untuk setiap 1 rupiah laba bersih yang nantinya akan didapatkan oleh perusahaan.

Keuntungan Jika Anda Berinvestasi Saham

Setelah mengetahui PER dan juga PBV, yang tidak kalah pentingnya adalah mengetahui mengapa berinvestasi saham akan sangat menguntungkan bagi Anda nantinya. Keuntungan jika Anda berinvestasi saham antara lain yakni:

  1. Penghasilan dividen

Jika Anda berinvestasi pada suatu perusahaan, maka Anda akan mendapatkan penghasilan dividen nantinya. Jika Anda belum tahu apa itu dividen, jadi ini adalah pembagian laba yang ada berdasarkan banyaknya saham yang Anda miliki. Dengan adanya pembagian dividen ini, maka kas ditahan yang ada pada perusahaan akan berkurang. Tetapi bagi Anda yang merupakan investor, akan mendapatkan bagian keuntungan.

Maka dengan kata lain, semakin banyak nilai saham yang Anda “titipkan” pada perusahaan, maka dividen yang akan Anda dapatkan setiap tahunnya juga akan banyak. Memiliki saham dan juga mendapatkan dividen setiap tahunnya akan sangat memberikan Anda pendanaan lebih sehingga Anda tidak akan kesusahan secara finansial dimasa depan.

  1. Diversifikasi

Keuntungan lainnya yang akan Anda terima adalah yang berkaitan dengan diversifikasi. Ini adalah suatu teknik yang mana membuat Anda tidak terlalu beresiko dalam memegang dana dengan cara mengalokasikan dana Anda ke beberapa instrumen saham yang ada. Degan begitu, resiko Anda mengalami kerugian akan mengecil tetapi dalam waktu bersamaan resiko Anda mendapat keuntungan semakin besar.

  1. Kepemilikan

Jika Anda membeli saham di Unilever misalnya, berarti Anda turut memiliki perusahaan raksasa tersebut. Dengan kepemilikan saham Anda di Unilever pula maka bisa disebut juga bahwa Anda adalah pemilik bisnis tersebut. Apabila saham yang Anda beli pada perusahaan tersebut besar, maka semakin besar pula pentingnya suara Anda pada perusahaan tersebut.

Anda juga sangat bisa membeli saham dimana Anda bekerja setiap harinya. Dengan begitu, Anda menunjukan kepemilikan sekaligus dedikasi dan kesetiaan terhadap perusahaan tersebut. Anda juga secara langsung memberikan andil terhadap perkembangan perusahaan khususnya dalam bidang keuangan dan saham.

Tips Agar Investasi Anda Maksimal untuk yang Masih Pemula

Bagi Anda yang masih pemula, maka penting sekali untuk memaksimalkan investasi yang Anda lakukan. Dengan begini, uang yang sudah Anda keluarkan untuk investasi dapat maksimal dalam memberikan Anda keuntungan. Ini sekaligus menjadi batu loncatan yang baik untuk Anda sehingga semakin menyukai dunia saham dan investasi. Tipsnya antara lain:

  1. Memilih sekuritas dengan biaya transaksi yang minim

Jika biaya untuk transaksi besar, maka dana yang Anda sediakan akan berkurang banyak. Padahal, biasanya para pemula hanya menyediakan sedikit dana untuk membeli saham. Maka dari itu penting bagi Anda untuk memilih saham yang sekuritasnya hanya sedikit atau minim biaya transaksi.

Anda bisa mencari informasi tentang biaya transaksi ini di berbagai situs internet atau mungkin web saham. Disana tersedia informasi lengkap tentang biaya transaksi berbagai sekuritas.

  1. Anda boleh royal tetapi usahakan jangan berlebihan

Saham sendiri jaman sekarang bisa sangat murah. Bahkan Anda bisa menemui harga saham yang hanya Rp. 100,- setiap lembarnya. Tetapi meskipun demikian Anda tidak boleh kelewat royal sehingga menaruh semua uang Anda hanya pada satu perusahaan. Pertimbangkanlah banyak hal termasuk PER dan PBVnya.

  1. Sebaiknya Anda memilih saham yang terdaftar pada indeks LQ45 atau pada IDX30

Ini sangat aman da kebanyakan memiliki likuiditas yang tinggi. Dan yang paling terpenting dari saham yang terdaftar pada kedua indeks tersebut adalah karena perusahaannya sudah dinilai baik. Sehingga Anda tidak perlu takut resiko Anda mengalami kerugian yang terlalu besar. Tentu Anda tidak ingin gagal dalam awal berinvestasi, bukan?

Itulah, Sobat Investasi, tentang cara menentukan nilai valuasi saham perusahaan yang mana fungsinya sangat penting untuk Anda dalam menentukan saham mana yang tepat untuk Anda. Selain itu, Anda juga sudah mengetahui tentang keuntungan berinvestasi saham sekaligus cara memaksimalkan saham Anda untuk pemula. Semoga bermanfaat untuk kedepannya, ya Sobat Investasi!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *