Cara Mencari EPS di Laporan Keuangan dan Apa Urgensinya?

Cara mencari EPS di laporan keuangan sejatinya tidak begitu sulit, asal Anda tahu bagaimana caranya. Apalagi EPS (earning per share) menjadi salah satu dasar pertimbangan para investor untuk mau melakukan investasi. Lalu, bagaimana caranya? Simak ulasan berikut ini sampai akhir!

Cara Mencari EPS di Laporan Keuangan

Sebelum bicara mengetahui bagaimana caranya mencari EPS pada laporan keuangan, ada baiknya lebih dulu Anda tahu definisinya. Earning per Share (EPS) biasanya juga disebut dengan laba per saham yang merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur jumlah laba bersih yang nantinya akan diperoleh pada per lembar saham yang sudah beredar.

EPS bisa dikatakan merepresentasikan besaran uang yang nantinya akan diterima oleh para pemegang saham, pada setiap lembar saham yang dipunyai, pada saat proses pembagian keuangan saham yang beredar, dan itu dilakukan setiap akhir tahun.

Laba per lembar saham akan menunjukkan kemampuan dari perusahaan tersebut dalam menghasilkan sebuah keuntungan. Tetapi, perlu diingat bahwa ukuran dari tingkat keuntungan antara perusahaan yang satu dengan lain pastinya akan sangat berbeda. Laba per saham juga bisa dikatakan menunjukkan kemampuan dari perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Namun sekali lagi, keuntungan antara setiap perusahaan dijamin berbeda dengan yang lainnya.

Dimana laba per lembar per saham pada perusahaan besar pastinya akan sangat berbeda dengan perusahaan kecil. Tetapi, bisa juga jika laba per lembar saham pada perusahaan kecil, bisa lebih tinggi ketika dibandingkan dengan perusahaan yang skalanya besar. Hal ini dipastikan akan sangat dipengaruhi oleh jumlah saham perusahaan yang masing-masing beredar.

Apabila semakin banyak jumlah saham yang beredar, secara otomatis akan sangat mempengaruhi besar atau tingkatnya laba per lembar.  Mengapa hal itu terjadi? Karena setiap keuntungan perusahaan yang sebelumnya sudah diterbitkan dan ke seluruh lembar saham oleh perusahaan yang bersangkutan.

Dengan begitu bisa ditarik kesimpulan kalau tingginya laba per lembar saham dari sebuah perusahaan yang tidak tampil dengan kinerja yang baik, pada saat  dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Sebab, tinggi rendahnya tingkat laba saham per lembar akan sangat ditentukan oleh jumlah saham yang beredar.

Tetapi, memang semakin menguntungkan untuk lebih berinvestasi.

Bagi Anda yang ingin mencari tahu bagaimana cara menghitung EPS, maka caranya mudah sekali dengan mengurangi laba bersih dengan dividen preferen, lalu kemudian membaginya dengan jumlah saham biasa yang beredar di akhir periode, atau secara lebih singkatnya sebagai berikut:

EPS = (Laba bersih – dividen preferen)/Jumlah saham yang beredar pada akhir periode

Berdasarkan rumus perhitungan di atas bisa dikatakan bahwa perhitungan EPS tidak memasukkan dividen yang berasal dari saham preferen, sehingga dikeluarkan dari laba bersih yang didapat oleh sebuah perusahaan.

Sebab, EPS memang digunakan untuk mengukur pendapatan yang tersedia bagi para pemegang saham biasa. Sedangkan dividen khusus untuk para pemegang saham preferen yang disisihkan, sehingga saham itu tidak akan menjadi milik dari pemegang saham biasa.

Cara Perhitungan EPS

Melalui rumus perhitungan EPS yang telah dijabarkan di atas, mungkin banyak yang menyebut jika perhitungannya sangat sederhana. Padahal belum tentu. Bisa sederhana, bisa juga tidak, karena ketika Anda melakukan perhitungan EPS dibutuhkan sebuah tingkat kejelian dan ketelitian supaya diperoleh hasil atau nilai yang sangat akurat.

Perhitungan EPS bisa dilakukan dengan bermodalkan neraca dan laporan laba rugi. Dimana tujuannya yaitu untuk menemukan jumlah saham biasa yang akan beredar di akhir periode, dan dividen yang dibayarkan untuk pemegang saham preferen (apabila ada), dan laba bersih. Sebab bersangkutan dengan hal-hal itu, maka perhitungan EPS akan jauh lebih akurat apabila menggunakan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa selama periode pelaporan. Mengapa? Sebab, jumlah saham bisa mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu.

Secara umumnya, perhitungan EPS memang didasarkan pada laporan keuangan akhir tahun. Mengapa demikian? Sebab, perusahaan selalu menerbitkan saham baru dan membeli kembali saham sepanjang tahun, sehingga akan membuat rata-rata saham biasa tertimbang akan digunakan pada perhitungan.

EPS di setiap saham biasa pun tak harus selalu sama besarannya, bisa bergantung pada waktu diterbitkannya saham tersebut. Rata-rata saham tertimbang dan saham biasa yang beredar bisa disederhanakan dengan menambahkan jumlah saham yang beredar pada awal dan akhir tahun, lalu membaginya menjadi dua.

EPS juga menjadi bagian dari laba perusahaan yang nantinya dialokasikan pada setiap lembar saham yang beredar dari saham biasa. Dengan begitu dapat diartikan bahwa seluruh laba perusahaan akan dialokasikan untuk saham biasa, karena ada jenis saham lain misalnya saham preferen yang juga akan diterbitkan oleh perusahan yang sama. Itulah mengapa perhitungan EPS, dividen atau bagian laba pada saham preferen harus dikeluarkan lebih dulu dari laba bersih perusahaan.

Seberapa pentingnya earning per share (EPS)?

EPS yang menjadi bagian dari laba perusahaan, nantinya akan dibagikan kepada para pemegang saham biasa menjadi salah satu variabel penting dalam penentuan harga saham. Apalagi EPS bisa berfungsi sebagai komponen utama yang dapat digunakan untuk menghitung rasio penilaian price to earning (P/E). Pembagian harga saham perusahaan dengan laba per lembar sahamnya bisa memberikan informasi yang sangat penting bagi para investor untuk melihat serta menganalisis nilai dari suatu saham.

Selain itu, lewat EPS pula suatu perusahaan bisa menjadikannya indikator yang nantinya bisa dipakai oleh para investor dalam pembelian saham yang berkaitan dengan pemilihan investasi, apakah dinilai tepat dan menguntungkan atau malah sebaliknya. Membandingkan EPS secara absolut mungkin memang tidak bisa memberikan banyak arti dan manfaat untuk para investor.

Mengapa? Karena pemegang saham biasa tidak selalu punya akses langsung untuk mengetahui jumlah pendapatan laba yang diperoleh perusahaan. Itulah mengapa EPS menjadi sangat penting, karena dengan EPS para investor bisa membandingkannya dengan harga saham untuk mengetahui nilai laba.

Memang jika dilihat secara nilai, EPS memang sangat kecil, karena nilainya dihitung untuk setiap lembar saham. Tetapi, investor atau pemegang saham pastinya tidak hanya punya satu lembar saham saja, melainkan bisa punya banyak lot saham. Dimana satu lot saham setara dengan 100 lembar saham. Apabila pemegang saham punya 20 lot saja, itu artinya bagian dividen yang akan diperoleh nilainya pasti cukup besar.

Alasan lainnya mengapa EPS menjadi sangat penting yaitu karena bisa menjadi penyebab naiknya harga saham perusahaan.Apabila perusahaan bisa menghasilkan laba yang tinggi di setiap lembar sahamnya, maka itu berarti perusahaan bisa punya banyak uang yang digunakan untuk berinvestasi kembali pada sebuah bisnis atau dibagikan kepada para pemilik saham sebagai bentuk pembayaran dividen.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai cara mencari EPS di laporan keuangan, bagaimana rumusnya, dan mengapa menjadi sangat penting yang bisa diketahui. Ingat, walaupun terlihat mudah, belum tentu EPS bisa dihitung dengan mudah. Walaupun seperti tidak ada gunanya, EPS ternyata memiliki banyak kegunaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *