Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek Dengan Cepat dan Mudah

Cara membaca grafik saham di bursa efek cukup mudah apabila Anda ingin sedikit meluangkan waktu untuk mempelajarinya. Sebagai seorang trader utamanya yang bergerak sendiri tanpa bantuan manajer investasi maka diperlukan kemampuan untuk dapat membaca grafik saham dengan cermat.

Perkembangan grafik tersebut dapat digunakan untuk menentukan kapan waktu yang baik menjual ataupun membeli saham. Harga saham sangat fluktuatif tergantung dari kondisi ekonomi suatu perusahaan. Tidak dapat ditampik pula jika harga saham juga dipengaruhi oleh kondisi politik dan sosial budaya setempat.

Misalnya saja sebuah perusahaan A yang dimiliki oleh politisi tertentu. Apabila trend si politisi ini memiliki stigma yang baik di masyarakat bukannya tidak mungkin bahwa saham perusahaannya akan melesat naik. Sebaliknya kondisi Rupiah melemah terhadap Dollar Amerika Serikat. Bukan tidak mungkin bahwa saham perusahaan asing akan turun atau naik sesuai dengan kondisi politik saat itu.

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

Untuk dapat membaca grafik saham diperlukan kemampuan teknologi, rajin mengikuti perkembangan isu nasional dan dunia, juga dibutuhkan kemampuan analisis yang tajam. Maka dari itu apabila Anda ingin menjadi investor yang bergerak sendiri, Anda harus mempelajari cara membaca grafik investasi saham.

Tipe Grafik Harga Saham

Ada beberapa tipe grafik yang sering digunakan untuk membaca fluktuasi saham. Tipe grafik tersebut adalah:

  • Grafik Garis (line chart). Grafik ini hanya berupa satu garis yang dapat dilihat fluktuasi sahamnya. Yang tercatat di grafik garis adalah harga di penutupan perdagangan saham.
  • Grafik Batang (bar chart). Grafik ini lebih menjelaskan tentang harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan juga harga terendah.
  • Grafik Lilin (candlestick chart). Bentuknya yang mirip dengan lilin maka grafik ini dinamakan sebagai grafik lilin. Penjelasan yang dimuat sama seperti grafik batang akan tetapi pola grafik ini lebih mudah dibaca.

Tren Grafik Harga dan Kode Periode Waktu

Untuk membaca grafik ini dapat menggunakan ketiga tipe grafik yang telah dijelaskan diatas. Akan tetapi akan lebih mudah apabila menggunakan grafik lilin. Grafik harga akan menjelaskan harga saham baik dalam hitungan menit, jam, hari, bahkan hingga hitungan bulan.  Ada beberapa istilah pada grafik harga yang musti dipahami.

  • Trend adalah suatu periode dimana harga bergerak naik atau turun dengan tajam.
  • Range adalah suatu periode dimana harga tidak mengalami fluktuasi signifikan atau stagnan sering disebut dengan flat (sideways).
  • Bullish (Uptrend) adalah harga saham sedang mengalami kenaikan signifikan.
  • Bearish (Downtrend) adalah harga saham mengalami penurunan secara tajam.

Dalam bertransaksi di dunia saham, keempat tipe harga saham itu mungkin saja terjadi tergantung dari kondisi di masyarakat. Seorang investor harus jeli melihat fluktuasi harga saham, kapan harus membeli, menahan, ataupun menjual saham yang dimiliki.

Dalam suatu grafik harga saham, mungkin saja harga saham dapat mengalami penurunan yang signifikan disebut dengan downtrend. Grafik secara keseluruhan akan turun ke bawah secara signifikan. Di satu titik, kemungkinan grafik akan stabil sehingga keadaan ini disebut range atau flat.

Ke depannya saham dapat mengalami kenaikan atau uptrend sehingga apabila Anda ingin melepas kepemilikan saham saat harga naik, pastikan terlebih dahulu bahwa saham yang Anda miliki bernilai lebih tinggi dari nilai beli sehingga tidak mengalami capital loss (kerugian).

Sedangkan setiap grafik harga biasanya dilengkapi dengan periode waktu. Anda dapat mengatur periode waktu yang diinginkan misalnya untuk 5 menit, 30 menit, 1 jam, bahkan 1 bulan. Jika periode waktunya panjang, maka Anda dapat membaca grafik tersebut dan memprediksi kenaikan atau penurunan saham.

Adapun kode waktu dalam grafik harga saham terdiri dari M1 (1 menit), M5 (5 menit), M15 (15 menit), M30 (30 menit), 1H (1 jam), 4H (4 jam), 1D (1 hari), 1W (1 minggu), dan 1M (1 bulan). Dengan pengamatan dari waktu ke waktu Anda akan dapat mengevaluasi fluktuasi harga secara berkesinambungan.

Sebagai trader Anda perlu menentukan faktor resiko dan kebiasaan Anda dalam melakukan perdagangan saham. Anda juga perlu menganalisis apakah Anda termasuk orang yang berani mengambil resiko atau lebih memilih jalan aman.

Support dan Resistance Harga Dalam Grafik Saham

Support artinya patokan batas bawah harga saham, dimana setelah mengalami penurunan di harga tersebut biasanya harga saham akan cenderung naik. Sedangkan resistance artinya penanda batas atas harga saham, dimana setelah harga mencapai puncak biasanya akan cenderung mengalami penurunan.

Kedua titik fluktuasi ini mesti diamati meski tidak sepanjang hari akan terjadi kasus seperti ini. Ada 2 prinsip dalam saham yang mesti selalu diperhatikan yaitu history repeat itself dan prices moves in trend.

Harga saham akan mengalami fluktuasi sama seperti di masa yang lalu. Maka dari itu investor harus jeli dan merujuk pada grafik bulan-bulan sebelumnya. Selain itu harga saham juga bergerak dengan pola tertentu tidak secara acak. Seorang pemerhati saham harus dapat mempelajari pola tersebut sehingga menemukan formula yang tepat.

Membaca Pergerakan Harga

Dalam grafik lilin (candlestick bar) akan terlihat momentum pergerakan harga dalam satu frame. Apabila satu kotak lilin yang disajikan semakin besar, maka momentum pergerakan harga juga akan lebih kuat. Uptrend dan downtrend akan semakin signifikan terjadi pada grafik yang besar atau memiliki momentum pergerakan harga yang tinggi.

Apabila tidak terjadi banyak transaksi di satu waktu, maka grafik lilin juga akan mengecil sehingga kotak yang disajikan dalam grafik juga ikut mengecil. Apabila ini terjadi dalam waktu lama, maka biasanya akan terjadi kestabilan harga saham yang monoton atau dapat juga disebut dengan flat atau sideways.

Saat investor sudah mulai menangkap sinyal bahwa candle stick akan mulai membesar maka Anda dapat memasang ancang-ancang untuk menjual saham yang Anda miliki.

Grafik Indikator Volume

Membaca grafik ini juga cukup menarik. Selain menyajikan grafik lilin (candlestick), perlu juga dipelajari membaca grafik volume. Bentuknya mirip volume suara atau grafik batang. Hal ini dapat digunakan untuk melihat likuiditas suatu saham.

Apabila semakin tinggi grafik volume suatu saham maka semakin banyak transaksi yang terjadi di dalamnya dan tentu saja likuiditasnya juga semakin tinggi. Kebalikannya, apabila transaksi rendah maka volume bar akan menurun yang artinya investor kurang berminat terhadap saham tersebut.

Meskipun tidak tercantum harga akan tetapi melalui fluktuasi bar tersebut Anda dapat melihat banyaknya transaksi permintaan jual beli saham perusahaan tertentu. Apabila volume bar cenderung stabil maka saham perusahaan tersebut mungkin cukup diminati dalam perdagangan saham.

Segala metode cara membaca grafik saham di bursa efek tidak semuanya valid 100% sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Akan tetapi dengan membaca grafik Anda sudah dapat mengetahui trend saham yang Anda inginkan dan dapat mengurangi resiko kerugian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *