Cara Membaca Candlestick Saham dengan Mudah

Mari kita membahas mengenai pengertian dari istilah Candlestick itu sendiri sebelum membahas mengenai cara membaca Candlestick saham. Candlestick merupakan salah satu analisa teknikal klasik yang harus dipahami dalam kegiatan trading. Candlestick adalah sebuah jenis grafik dari harga yang digunakan dan menampilkan harga sekuritas terbuka, tinggi, rendah, dan penutupan dalam periode tertentu. Jadi, bisa dibilang Candlestick saham adalah jenis grafik harga saham yang digunakan dan menampilkan harga sekuritas terbuka, tinggi, rendah, dan penutupan dalam waktu /periode tertentu.

Candlestick juga merupakan salah satu cara yang dapat digunakan oleh para trader untuk melihat pola chart dan pergerakan sebuah harga. Candlestick cocok dijadikan teknik yang digunakan untuk memperdagangkan aset finansial apapun yang bersifat likuid, contohnya saham, valuta asing, dan cryptocurrency.

Candlestick memiliki pola-pola tersendiri yang menjadi ciri khasnya. Pola-pola tersebut dapat menjadi cerminan harga saham keesokan harinya apakah akan mengalami penurunan harga atau malah justru penaikan harga.

Maka dari itu, bisa dipastikan bahwa jika kamu tidak memahami bagaimana cara untuk membaca Candlestick saham, kamu tidak akan bisa menginterpretasikan chart analisa teknikal. Sebab, analisa teknikal grafik terdiri dari beberapa Candlestick yang terbentuk selama waktu perdagangan bursa.

Bagaimana cara membaca Candlestick saham? Simak jawabannya disini!

Sebelum membahasnya lebih lanjut lagi mengenai hal ini, pastikan bahwa kamu telah mengetahui bahwa di dalam ilmu analisa teknikal, Candlestick terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Candlestick Bullish (harga saham yang naik, pada umumnya berwarna hijau atau putih) dan Candlestick Bearish (harga saham yang turun, biasanya berwarna merah atau hitam). Berikut penjelasan mengenai kedua jenis Candlestick tersebut lebih jelasnya lagi:

  1. Candlestick Bullish

Candlestick jenis ini akan terjadi ketika harga saham pada saat ditutup nilainya lebih tinggi daripada harga saham pada saat pembukaan. Contohnya adalah misal harga pembukaan sebuah saham TLKM hari ini bernilai 3.600, lalu pada saat ditutup harga saham TLKM berada di nilai harga 3.650, berarti harga saham di hari itu mengalami kenaikan, sehingga warna dari Candlesticknya hijau.

  1. Candlestick Bearish

Nah, untuk Candlestick Bearish kebalikannya dari Candlestick Bullish, Candlestick ini terjadi ketika harga sebuah saham pada saat telah ditutup harganya lebih rendah jika dibandingkan dengan harga saham pada saat pembukaan. Contohnya adalah ketika harga saham PNLF pada saat pembukaan bernilai 380, lalu pada sore hari saat harga saham PNLF telah ditutup harganya menjadi 376, maka harga saham tersebut mengalami penurunan di hari itu, sehingga warna Candlesticknya akan merah.

Sekarang, setelah mengetahui perbedaan dari kedua jenis Candlestick tersebut, mari mulai mempelajari cara membacanya dengan memahami beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Gambaran besar dalam Candlestick

Perlu kamu ingat bahwa Candlestick tidak dapat diamati dan dipahami hanya dengan satu pola saja tanpa memahami dinamika harga sebelumnya. Analisa ini perlu dicermati dengan memperhitungkan pergerakan harga sebelumnya juga. Jadi, untuk membaca analisa Candlestick, kamu diharuskan mengetahui beberapa data dari harga saham sebelumnya.

  1. Ukuran badan dari Candlestick

Ukuran badan sebuah Candlestick merupakan faktor utama yang bagus. Sebab, dari sini kamu bisa mendapatkan banyak informasi mengenai panjang badan Candlestick menunjukkan kekuatan salah satu pihak, ukuran badan memanjang mengartikan penampilan menguatnya sebuah momentum, dan juga ketika badan Candlestick mengecil, itu berarti momentum juga bertambah pelan.

Kesimpulan sederhananya, panjang badan Candlestick menunjukkan seberapa jauh harga telah bergerak selama durasi tersebut (timeframe per candle).

  1. Panjang sumbu Candlestick atau Wick

Sumbu yang panjang mengartikan harga dalam pergerakan yang cepat selama durasi Candlestick itu, tapi mengalami penolakan karena adanya suatu perlawanan. Sedangkan sumbu bertambah panjang, ini mengartikan bahwa volatilitas semakin meningkat. Hal ini akan sering terjadi pada akhir sebuah tren, sebelum harga berbalik arah, atau ketika harga mendekati sebuah Support Resistance yang penting.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa panjang sumbu Candlestick akan mengindikasikan volatilitas pergerakan harga.

  1. Perbandingan panjang badan dan sumbu

Masih ada banyak orang yang bingung mengenai perbedaan panjang badan dan panjang sumbu yang ada di Candlestick, padahal mulai dari sinilah kamu bisa mendapat gambaran besar dalam membaca sebuah Candlestick. Jadi, kamu diharuskan untuk mengetahui perbedaan dari kedua hal ini.

  1. Posisi badan dari Candlestick

Ada beberapa elemen yang harus kamu ketahui disini, yaitu:

  • Apakah kamu menemukan sebuah Candlestick yang bersumbu panjang dengan posisi badan berada di salah satu ujungnya? Jika iya, itu menunjukkan bahwa terjadi perlawanan.
  • Candlestick yang memiliki posisi badan di tengah-tengah sumbu bawah dan atas, hal ini mengindikasikan keraguan atau ketidakpastian di pasar tersebut.

Setelah memahami semua elemen di atas, kamu jadi bisa membaca analisa Candlestick tanpa harus menghafal bentuk atau namanya satu per satu.

Manfaat Candlestick dalam analisa saham

Candlestick memiliki beberapa manfaat ketika digunakan untuk menganalisa saham. Manfaat-manfaat ini bisa kamu dapatkan dengan mudah. Berikut beberapa manfaat Candlestick dalam analisa saham:

  • Mendapat pengetahuan mengenai saham-saham yang akan mengalami kenaikan dan penurunan melalui pola-pola yang ada di Candlestick yang telah terbentuk
  • Bisa digunakan untuk menentukan sebuah titik support dan resisten suatu saham
  • Dapat mengetahui psikologis atau keinginan pelaku pasar
  • Dapat digunakan untuk kegiatan trading harian
  • Yang terakhir dapat dikombinasikan dengan analisa tren dan chart pattern

Aturan menggunakan Candlestick

Analisa Candlestick juga memiliki beberapa aturan yang harus diikuti. Aturan-aturan tersebut adalah:

  • Tidak boleh mengganti periode Candlestick setiap entry dan close Bagi para investor disarankan untuk melihat Candlestick dalam periode yang lebih panjang.
  • Analisa Candlestick juga mengharuskan kamu untuk selalu mengamati kondisi tren sebelumnya.
  • Harus selalu menunggu konfirmasi yang datang dari bentuk Candlestick berikutnya. Jangan pernah sekali-kali mencoba untuk entry posisi ketika sebuah Candlestick belum sepenuhnya terbentuk atau close

Aturan-aturan ini juga jangan lupa untuk dipelajari hingga paham betul apa maksudnya ya!

Akhir kata dari artikel ini adalah bisa dipastikan bahwa kamu harus memahami betul-betul terlebih dahulu mengenai analisa-analisa Candlestick, karena Candlestick adalah salah satu analisa utama untuk mencari beberapa saham yang layak trading. Dan, untuk memahami analisa Candlestick, kamu diharuskan untuk memahami dasar-dasarnya yang sudah disebutkan di artikel ini.

Selain itu, yang perlu kamu ingat lainnya adalah untuk menjadi seorang trader yang profesional, kamu perlu mengembangkan strategi di luar kebiasaan pasar dan mengantisipasi terjadinya kesalahan umum dalam kegiatan trading.

Intinya, ketika kamu sudah mempelajari dan memahami dasar-dasar elemen yang ada di Candlestick, kamu pasti akan mudah untuk membacanya. Jadi, cara membaca Candlestick saham sangatlah mudah untuk dipelajari oleh semua orang tanpa ada batasan umur. Jika kamu memang berniat untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, bisa dipastikan bahwa kamu akan memahaminya dalam jangka waktu yang cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *