Bagaimana Cara Investasi Saham Jangka Panjang?

Bagaimana cara berinvestasi saham jangka panjang? Kalau penasaran yuk cari tahu selengkapnya dengan membaca artikel ini dari awal sampai akhir!

Cara Investasi Saham Jangka Panjang

Investasi saham merupakan salah satu kegiatan penanaman modal yang dilakukan dengan membeli beberapa kepemilikan saham terhadap sebuah perusahaan. Saham ini bisa digunakan dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang. Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara berinvestasi saham dalam jangka waktu panjang yaitu:

Value Investing

Cara yang pertama adalah value investing atau strategi investasi dengan cara membeli saham menurut perhitungan wajar sebuah saham daripada harga saham yang sedang diperjualbelikan di pasar modal. Jika harga saham lebih rendah daripada nilai wajarnya maka seorang investor bisa membeli saham tersebut. Cara ini juga bisa disebut dengan membeli saham dengan harga diskon atau obral.

Adapun beberapa ciri atau kriteria saham yang bagus untuk dibeli dan dikoleksi dalam value investing, antara lain:

  • Saham yang masuk dalam 10% mempunyai rasio PER paling kecil.
  • Rasio utangnya atau DER lebih kecil dari 1.
  • Memiliki rasio Dividend Yield (tidak harus) minimal 5%.
  • Mempunyai pertumbuhan laba minimal sebesar 7% dalam 10 tahun terakhir.
  • Mempunyai jumlah aset lancar minimal 2 kali lebih besar dari utang lancar.
  • Harga sahamnya lebih rendah dari 2/3 harga wajar.

Sebagai contoh, Warren Buffet seorang value investor yang selalu mencari saham dengan harga murah. Kunci dari keberhasilannya tersebut adalah sifat sabar dalam mencari saham dari perusahaan bagus dan menanti waktu yang bagus untuk membelinya.

Growth Investing

Kemudian ada growth investing yang merupakan strategi investasi saham yang mempunyai pertumbuhan laba cukup cepat. Growth investor merupakan investor yang membeli saham dengan prospek pertumbuhan laba sangat bagus. Jika suatu perusahaan bisa mencatat pertumbuhan labanya secara konsisten maka growth investorlah yang akan membelinya.

Kriteria perusahaan yang bagus untukdibeli sahamnya adalah:

  • Mempunyai pertumbuhan laba bersih yang cepat.
  • Mempunyai pertumbuhan laba bersih yang lebih unggul atau tinggi dibandingkan dengan para pesaingnya.
  • Dalam riwayatnya pernah mengalami kenaikan keuntungan sebesar dua kali lipat dengan jangka waktu lima tahun.
  • Mengalami kenaikan laba dalam jangka waktu lima tahun dipantau dari minimal 12% untuk perusahaan kecil, 7% perusahaan menengah, dan 5% untuk perusahaan besar.

G.A.R.P. Investing

G.A.R.P. investing atau Growth At Reasonable Price investing adalah strategi investasi saham yang merupakan gabungan dari stratgei value investing dan growth investing. Strategi ini pernah diterapkan oeh seorang manajer investasi terkenal yaitu Peter Lynch dengan cara mencari saham yang mempunyai pertumbuhan cepat tetapi harganya murah. Untuk menerapkannya, investor perlu menghitung rasio PEG atau Price Earnings Growth.

Income Investing

Kemudian ada income investing yaitu strategi investasi saham yang lebih menginginkan dan mengharapkan hasil keuntungan bersifat cashflow dibandingkan capital gain. Strategi ini digunakan oleh investor yan memerlukan uang terus-menerus misalnya seperti pensiunan yang hidup dengan uang dividen.

Terdapat kriteria saham yang layak dibeli adalah rajin membagikan dividen dalam waktu 5 sampai 25 tahun terakhir dan Dividend Yield  minimal sebesar 3%.

Random Walk Investing

Random walk investing merupakan teori keuangan yang mengatakan bahwa harga pasar saham berubah secara acak dan tidak bisa diperkirakan. Teori ini ada berdasarkan asumsi bahwa mobilitas saham di pasar modal selalu efisien. Dalam strategi ini seorang investor menganggap bahwa harga saham akan berubah atau bergerak jika ada informasi baru mengenai perubahan fundamental dari sebuah perusahaan. Maka dari itu akan sia-sia jika meramal atau memprediksi terlebih dahulu pergerakan harga saham.

Jika terdapat saham yang yang harganya terlalu murah maka seorang investor akan segera membeli saham tersebut dalam jumlah yang banyak sehingga harganya akan naik, sedangkan jika ada saham yang harganya mahal maka investor akan segera menjual sahamnya sehingga harga saham akan menurun.

Hal tersebut menjadikan kita tahu bahwa investor di pasar modal cukup rasional dan informasi terbaru bisa tersebar dengan sangat cepat sehingga investor disarankan untuk memilih saham menurut besar atau kecilnya risiko yang berani ditanggung.

Rip Van Winkle Investing

Cara keenam adalah rip van winkle investing yang juga seringkali disebut sebagai strategi buy and hold. Nama Rip Van Winkle merupakan seorang tokoh dalam novel karangan Washington Irving pada tahun 1819. Tokoh ini sangat senang sekali tidur bahkan suatu hari ia bisa tidur di bawah pohon dan baru bangun setelah 20 tahun lamanya. Setelah bangun dan tidak berhubungan sama sekali dengan dunia luar Ia baru sadar bahwa segala sesuatunya telah berubah, istrinya menjadi galak, dan para sahabatnya pun telah meninggal dunia.

Jadi strategi ini ada berdasarkan asumsi bahwa pasar modal itu bersifat efisien karena tidak adanya saham yang salah harga maka dari itu investor bisa memilih saham mana yang sesuai dengan besar kecilnya risiko dan bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu. Saham ini harganya akan naik dalam jangka waktu yang lama walaupun dalam jangka waktu yang pendek pun harganya bisa berubah naik atau turun.

Harga saham yang ada di bursa saham bisa dimisalkan seperti pergerakan permainan Yoyo yang dimainkan seseorang dengan naik tangga. Dalam jangka waktu yang panjang naik turunnya Yoyo tidak ada hubungannya dengan kaki yang selalu melangkah menaiki tangga sehingga kunci dari pergerakan harga bukanlah pada Yoyo tetapi langkah kaki.

Dollar Cost Averaging

Setelah rip van winkle investing ada dollar cost averaging atau diversifikasi melalui waktu merupakan strategi informasi yang selalu dilakukan pada setiap periodenya dengan jumlah rupiah yang sama tanpa memperhatikan atau mempedulikan harga saham. Strategi ini menjadikan investor dipaksa untuk menanam uang dengan jumlah yang sama secara rutin atau teratur. Keuntungan dari strategi ini adalah investor bisa membeli saham dengan jumlah lebih sedikit saat harga naik dan bisa membeli dengan jumlah lebih banyak saat harga turun.

Diversification Among Stocks

Cara yang terakhir adalah diversification among stocks yang merupakan strategi untuk mengurangi risiko investasi tanpa mengorbankan banyak peluang. Cara melakukan strategi ini adalah dengan menyebarkan portofolio investasi seorang investor di berbagai saham. Hal ini juga seringkali disebut dengan “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang yang sama”.

Jadi seorang investor bisa membeli beberapa saham di berbagai industri yang berbeda karena semakin rendahnya hubungan antara saham dalam portofolio investor maka semakin besar pula efek pengurangan risiko nya. Namun perlu diingat jangan sampai membeli jenis saham terlalu banyak karena akan membuat seorang investor tidak fokus dengan investasinya

Itu dia informasi mengenai bagaimana cara investasi saham jangka panjang yang bisa kami sampaikan. Terima kasih sudah membaca artikel ini dari awal sampai selesai, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua! Selamat berinvestasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *