Ini Dia! Cara Investasi Reksadana Saham Yang Mudah

Ada berbagai macam bentuk produk investasi yang disediakan oleh BEI yang telah mendapatkan lisensi sehingga terhindar dari resiko yang tinggi.

Salah satunya adalah reksadana yang telah dipilih menjadi salah satu produk unggulan untuk berinvestasi. Reksadana adalah salah satu alternatif investasi bagi pemilik modal atau investor yang tidak memiliki banyak waktu, pengetahuan, dan keahlian untuk menghitung risiko investasi yang dilakukan.

Cara Investasi Reksadana Saham Terbaik Mudah dan Murah

Dalam melakuka investasi tentunya kita ingin mendapatkan keuntungan yang setinggi mungkin dengan cara seefsien mungkin. Berikut cara investasi reksadana saham terbaik mudah dan murah yang dapat kalian praktikan:

  1. Melakukan survey dan research sederhana dalam rangka menggali informasi tentang perusahaan pengelola reksadana, manajer investasi, maupun kinerja reksadananya.
  2. Untuk mempermudah, carilah reksadana yang mempunyai manajer investasi untuk menghindarkan fluktuasi dan selalu mengikuti perkembangan update seputar berita ekonomi, politik, maupun sosial.
  3. Setelah melakukan 2 tahap tersebut, barulah pilih reksadana yang masuk dalam kualifikasi tersebut. Lebih mempermudah lagi dapat memilih media online seperti contohnya mandiri investasi, breksa, atau ipot indopremier.
  4. Daftar sebagi anggota. Untuk media online kita tidak perlu datang ke perusahaan tujuan. Bisa melalui janji temu untuk mendapatkan ttd atau video call.
  5. Melakukan pembukaan rekening untuk media pencairan laba reksadana.
  6. Setelah mendaftar dan membuka rekening maka yang harus dilakukan adalah mendepositkan dana ke rekening dan mengecek pada aplikasi apakah sudah efektif atau belum.
  7. Pilih reksadana saham. Apakah kalian ingin saham yang ada dana kelolaan, saham terbaik atau return
  8. Kemudian kalian bisa membeli saham dengan jumlah dana yang kalian miliki.
  9. Apabila mengalami kenaikan harga pasar kalian dapat menjualnya. Ada 2 opsi yaitu ingin menjual berdasrakan nilai uang yang dicairkan atau berdasarkan jumlah unit. Karena sifat likuiditasnya tinggi, jika laba sudah didapat, bisa di transfer ke rekening yang telah kalian buat sebelumnya.

Jenis – Jenis Reksadana

  1. Reksadana ETF (Exchange Trade Fund)

Reksadana ETF (Exchange Trade Fund) merupakan salah satu produk pasar modal yang diperjualbelikan di BEI. Reksadana ETF merupakan jenis turunan atau hasil pengembangan dari reksadana indeks.

Reksadana ETF dibeli melalui perantara yang disebut broker. Otomatis jenis perdagangan ini bernama perdagangan sekunder karena melalui perantara. Inilah yang membedakan dengan reksadana indeks.

Portofolio dari jenis reksadana ini dicatatkan dan didagangkan oleh broker yang didasarkan pada suatu indeks tertentu seperti LQ 45, JII, atau indeks standart and poor 500.

  1. Reksadana Real Estate (DIRE)

Reksadana real estate merupakan sebuah kontrak di mana digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang berasal dari investasi di bidang properti/ real estate.

Manajer di sini bertugas untuk mengelola gedung dalam hal jual beli. Dari sini, para investor yang sudah berinvestasi akan menerima pendapatan uang sewa yang telah dikurangi biaya pengelolaan secara periodik.

Akan tetapi jenis ini belum banyak digunakan di Indonesia.

  1. Reksadana Konvensional

Reksadana konvensional merupakan jenis reksadana yang dapat ditujukan untuk semua efek keuangan, seperti obligasi, saham, deposito yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ada jenis reksadana konvensional. Pertama, reksadana pendapatan tetap di mana pihak investor dapat melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat hutang, seperti obligasi. Risiko investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi, tapi tetap lebih rendah daripada reksavdana campuran atau saham.

Kemudian ada reksadana konvensional saham di mana pihak investor dapat melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat saham. Hasil dari sistem ini adalah berupa capital gain dan deviden.

Reksadana konvensional campuran, di mana reksavdana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Potensi hasil dan risiko reksadana campuran secara teoritis dapat lebih besar dari reksadana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksadana saham.

Reksadana konvensional pasar uang, di mana pihak investor menginvestasikan 100% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun. Resikonya memang rendah, akan tetapi returnnya juga rendah.

  1. Reksadana Syari’ah

Reksadana syari’ah memiliki sistem keberjalanan yang menggunakan prinsip – prinsip syari’at islam yang berlaku. Sistem ini tidak menginvestasikan ke perusahaan yang memproduksi barang haram yang tidak sesuai dengan syari’at islam.

Dewan syari’ah merupakan dewa yang bertugas untuk memberikan arahan dan batas – batas kepada manajer investasi yang sedang mengelola reksadana agar sesuai dengan koridornya.

Sebenarnya sistemnya hampir sama dengan reksadana konvensional, akan tetapi yang membedakan adalah menggunakan kaidah – kaidah islam dalam pengelolaannya.

Plus Minus Sistem Reksadana

Berikut kelebihan sistem reksadana:

  • Portofolio sebagai bentuk diversifikasi membuat resiko kegagalan menjadi rendah karena dana atau kekayaan dari reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek dan tidak hanya secara individu.
  • Terdapat manajer profesional sebagai pengelola protofolio, sehingga ketika pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, kemampuan serta mengakses informasi ke pasar modal dapat mengandalkan manajer tersebut.
  • Likuiditasnya tinggi sehingga dapat memudahkan para investor untuk mengelola kasnya.
  • Terdapat transparansi di mana pihak reksadana wajib informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.
  • Jenis investasi yang ditawarkan banyak, sehingga switching atau mengganti kepemilikan reksadananya mudah dari satu jenis ke jenis lainnya. Entah ingin menggunakan produk reksadana saham, pendapatan tetap, campuran, konvensional maupun syari’ah.
  • Biaya yang dikeluarkan bisa rendah, karena sistem reksadana pada dasarnya menghimpun dana dari banyak pemodal.

Berikut kekurangan sistem reksadana:

  • Portofolio dapat mengalami penurunan dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) unit penyertaan yang disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang diakibatkan oleh kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk atau situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu.
  • Adanya keberadaan manajer juga dapat menyebabkan resiko deafault, di mana pihak manajer membeli obligasi miliki emiten yang sedang mengalami kesulitan keuangan, sehingga pihak emiten tersebut tidak dapat membayar kewajibannya. Maka dari itu sebelum berinvestasi kita harus mencari manajer yang menerapkan sistem investasi ketat.
  • Karena sistem likuiditasnya tinggi, hal ini juga dapat menimbulkan resiko rush di mana pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu manajer investasi tertentu ternyata melakukan penarikan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Hal ini dapat menimbulkan kebangkrutan.
  • Resiko pasar yang diakibatkan oleh bearish di mana harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis.

Cara investasi reksadana saham terbaik mudah dan murah di atas semoga dapat membantu kalian dalam memulai dan mengelola investasi khususnya reksadana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *