Cara Analisis Fundamental Saham dan Contohnya yang Mudah Dipahami

Artikel ini akan membahas tentang cara analisis fundamental saham dan contohnya dengan tujuan mempermudah para investor yang baru terjun ke dunia ini supaya bisa lebih memahami maksud dari hal ini.

Arti dari cara analisis fundamental saham sendiri adalah salah satu cara berinvestasi di pasar modal yang akan mendatangkan keuntungan, aman, dan jaminan hidup tenang. Analisis fundamental saham ini biasanya digunakan untuk memilih saham yang akan dibeli dalam investasi jangka panjang.

Yang termasuk dalam fundamental adalah kinerja keuangan perusahaan seperti aset, pendapatan, laba, dll, dan sesuatu di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan seperti pelanggan, kompetitor, ekonomi negara dan dunia, dll.

Pra-syarat beserta cara analisis fundamental saham dan contohnya

Mari kita membahas tentang pra-syarat untuk mampu menganalisa saham secara fundamental terlebih dahulu. Syarat-syarat tersebut adalah:

  1. Memahami sumber informasi dan data

Pra-syarat yang pertama adalah memahami atau mengerti dengan jelas sumber informasi dan data. Kamu bisa mengetahui informasi-informasi tersebut contohnya dari:

  • Website perusahaan
  • Website IDX atau Bursa Saham Indonesia
  • Website penyedia informasi dan data
  1. Memahami dasar-dasar laporan keuangan

Pra-syarat yang kedua adalah seorang investor saham yang ingin menganalisa sahamnya secara fundamental diharuskan untuk memahami dasar-dasar laporan keuangan. Berikut dasar-dasar yang dimaksud:

  • Balance Sheet (Neraca), contohnya aset, ekuitas, dan liabilitas
  • Income Statement (rugi-laba), contohnya pendapatan, beban, dan laba
  • Cashflow (arus kas), contohnya operating, investing, dan financing
  1. Memahami rasio dalam analisa laporan keuangan

Rasio-rasio yang harus kamu pahami adalah:

  • ROE (Return on Equity) atau biasa disebut dengan Rasio Pengambilan Ekuitas
  • Margin (gross, operating, net)
  • Aset turnover
  • Financial Leverage
  • DER (Debt to Equity Ratio)
  • Pertumbuhan (CAGR)
  1. Memahami cara melakukan valuasi atau menghitung harga wajar dari sebuah saham

Faktor-faktor yang perlu kamu perhatikan untuk memahami pra-syarat ini adalah:

  • Metode relative PER (Price Earning Ratio)
  • Relative PBV (Price to Book Value)
  • Margin of Safety atau biasa dikenal dengan MOS
  • PEG (PER dibagi pertumbuhan EPS)
  • Discounted Cashflow

Nah, setelah mengetahui macam-macam pra-syarat yang harus diikuti untuk menggunakan cara ini dalam menganalisa sebuah saham, sekarang waktunya kita membahas tentang cara dan tips dalam analisa saham secara fundamental:

  1. Menetapkan sebuah Time-Frame

Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam menganalisa sebuah saham secara fundamental adalah pastikan jangka waktu investasi yang kamu jalankan terlebih dahulu, apakah itu jangka panjang atau jangka pendek. Sebab, menurut para ahli pasar investasi jangka pendek dijuluki sebagai mesin voting sedangkan pasar investasi jangka panjang dijuluki sebagai timbangan.

Hal ini memiliki arti bahwa kalau kamu menggunakan analisa ini untuk investasi yang berjangka pendek, maka pengaruh yang dimilikinya akan minor, sedangkan emosi atau sentimen pasar memiliki pengaruh yang lebih besar jika dibandingkan dengan fundamental perusahaan itu sendiri.

Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan para investor adalah menetapkan sebuah Time-Frame.

  1. Berhati-hati dengan PER (Price Earning Ratio) murah

Banyak investor pemula yang menggunakan PER hanya sebagai landasan atau acuan untuk membeli sebuah saham, padahal PER merupakan rasio analisis fundamental yang digunakan untuk bisa menentukan harga saham mahal atau murah. Namun, PER tidak akan memberi tahu tentang kualitas saham itu sendiri.

Kesimpulannya, membeli saham dengan melihat PER yang murah tidak salah, tapi investor juga harus tetap melihat kualitas dari saham tersebut.

  1. Menggunakan asumsi proyeksi moderat

Tidak ada manusia yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, dan analisa fundamental adalah pilihan yang tepat untuk mengantisipasi terjadinya kerugian di masa depan. Sebab, analisa fundamental dapat menebak masa depan dengan diperkuat oleh data yang dimilikinya.

Dalam membaca analisis fundamental, biasanya mereka menggunakan asumsi seperti asumsi pertumbuhan, resiko, dan inflasi, tapi lebih baik kamu tidak menggunakan proyeksi pertumbuhan dengan angka yang terlalu tinggi, lebih baik kamu menggunakan asumsi proyeksi moderat.

  1. Memperhatikan dan memahami situasi sektor

Dalam membaca analisa saham dengan cara fundamental, kamu diharuskan untuk memahami situasi dan kondisi dari sektor. Sebab, meskipun suatu perusahaan memiliki laba yang cenderung naik, tapi di kemudian hari bisa saja nilai saham perusahaan tersebut akan menurun. Faktor inilah yang membuatmu perlu untuk memperhatikan dan memahami situasi sektor.

  1. Memperhatikan model bisnis emiten

Setiap emiten memiliki keunikan masing-masing meskipun berada di dalam sektor yang sama. Jadi, para investor disarankan untuk memperhatikan model bisnis emiten dalam membaca analisis fundamental.

  1. Cut Loss yang Fleksibel

Tindakan cut loss perlu untuk dilakukan dalam analisa saham secara fundamental. Hal ini dilakukan ketika terjadi perubahan situasi pada kondisi bisnis suatu perusahaan tertentu.

  1. Perhatikan perusahaan itu berdasarkan kriterianya

Pastikan perusahaan yang kamu pilih itu apakah bergerak di bidang komoditas, teknologi, atau manajemen. Tips ini tidak kalah penting dengan tips-tips sebelumnya.

Contoh analisis fundamental saham

Perlu dicatat bahwa contoh ini dibuat bukan berdasarkan informasi terbaru mengenai perusahaan yang dimaksud.

Diketahui harga saham sebuah bank swasta adalah 22.925, memiliki PER (annualized) 25,65, dan memiliki PBV sebesar 4,15

Nilai rata-rata dan CAGR (the Compound Annual Growth Rate) yang diambil dari tahun 2008 hingga 2017 adalah sebagai berikut:

Expected harga saham sama dengan Expected PER x Expected EPS

= Rata-rata PER x EPS 2017 (1+CAGR EPS)

= 18,4 x 946 x (1+17%)

= 20.365

Lalu gunakan cara Margin of Safety:

= (Expected harga saham–harga saham) / harga saham

= (20.365-22.925) / 22.925

= -11%

Selain itu kamu juga bisa menggunakan metode relative PBV.

Expected harga saham

= Expected PBV x Expected BV/share

= Rata-rata PBV x BV/share 2017 (1+CAGR BV/share)

= 4,0 x 5328 x (1+21)

= 25,787

Lalu gunakan cara Margin of Safety seperti yang di atas:

= (Expected harga saham-harga saham) / harga saham

= (25.787-22.925) / 22.925

= 12%

Karena nilai PBV tidak terlalu berubah secara signifikan terhadap perubahan harga saham itu sendiri, jadi banyak yang menyarankan lebih baik menggunakan valuasi relative PER daripada valuasi relative PBV.

Setelah melihat contoh yang di atas, kamu jadi tahu sendiri kan betapa pentingnya untuk mengetahui laporan keuangan dari suatu perusahaan yang dimana tempat berjalannya investasimu. Karena itulah dibutuhkan laporan keuangan yang jelas untuk menganalisa saham dengan cara fundamental.

Nah, sekarang kita sudah berada di penghujung artikel. Semoga artikel yang membahas tentang cara analisis saham secara fundamental dan contohnya ini dapat bermanfaat bagi banyak orang dan membuat para investor pemula menjadi lebih paham lagi akan cara yang telah disebutkan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *